Minggu, 04 Januari 2015

MASA PERGERAKAN NASIONAL



MASA PERGERAKAN NASIONAL

Pada awal ke-20, pemimpin-pemimpin Indonesia sadar bahwa perlawanan bersenjata tidak akan berhasil.Apalagi jika perlawanan itu bersifat kedaerahan. Rasa persatuan dan kebangsaan mulai berkembang. Suku-suku bangsa Indonesia sama-sama menderita di bawah penjajahan. Penderitaan yang sama itu menimbulkan rasa persatuan. Merekapun sadar bahwa mereka adalah satu bangsa.dan mempunyai satu tanah air.
Penjajahan Belanda tidak lagi di lawan dengan kekuatan senjata, tetapi dengan kekuatan politik. Disamping itu, dilakukan usaha memajukan pendidikan, meningkatkan ekonomi rakyat, dan mempertahankan kebudayaan. Seluruh rakyat diikutkan dalam perjuangan. Mereka berhimpun dalam berbagai organisasi.
Latar belakang pergerakan nasional
Pergerakan nasional lahir dari penderitaan rakyat. Bangsa Indonesia terbelakang disemua bidang. Mereka miskin,ekonominya dikuasai bangsa asing. Orang Indonesiapun hidup dengan biaya 2.5 sen setiap hari. Dibidang Pendidikanpun Indonesia tertinggal. Sebagian rakyat masih buta huruf. Jumlah sekolah lebih sedikit dibandingkan jumlah penduduk.Lagi pula tidak semua orang bebas memasuki sekolah. Rakyat biasa hanya bisa memasuki memasuki sekolah rendah pribumi. Murid-murid diajar hanya sekedar membaca, menulis dan berhitung, setelah tamat mereka diangkat sebagai pegawai rendah dengan gaji yang kecil. Pendidikan yang memakai sistem barat hanya boleh diikuti oleh anak pegawai yang bergaji besar, anak bangsawan atau anak orang kaya.
Rakyat tidak mempunyai tempat untuk mengadukan nasib. Penguasa-penguasa pribumi tidak berkuasa lagi. Raja-raja dan para bupati hanya memerintah sesuai dengan kehendak Belanda. Bahkan,banyak diantaranya dijadikan alat untuk menindas rakyat.
Dalam keadaan seperti itu, golongan pelajar tampil kemuka. Mereka adalah orang-orang Indonesia yang mendapat pendidikan Barat. Mereka mempelopori dan memimpin pergerakan nasional. Mereka berjuang di berbagai bidang. Ada yang berjuang di bidang Politik, Ekonomi, maupun di bidang Pendidikan. Tujuan perjuangan itu satu, yakni mencapai kemerdekaan bangsa dan tanah air.
Peristiwa-peristiwa di dalam negeri berpengaruh pula terhadap Pergerakan Nasional. Peristiwa itu antara lain kemenangan Jepang dalam perang melawan rusia pada tahun 1905, Jepang bangsa Asia sedangkan Rusia bangsa Eropa(barat). Kemenangan Jepang itu membuktikan bahwa bangsa Asia bisa mengalahkan bangsa Eropa. Revolusi cina dan gerakan nsional India dan Filipina, mempengaruhi juga pergerakan nasional. Revolsi Cina meletus pada tahun 1911. Golongan nasionalis Cina berhasil mengalahkan Dinasti Manchu yang sudah lama menguasai negeri Cina. Dinasti Manchu bukan orang cina asli.
Di India terjadi gerakan nasional menentang penjajahan Inggris. Pemimipin terkemuka India adalah Mahatma Gandhi.Di Filipina terjadi pula gerakan nasional menentang penjajahan Spanyol.

Pergerakan Nasional
Latar Belakang:
Ø    Max Havelaar karangan Douwes Dekker atau Multatuli menentang praktek tanam paksa  di daerah Lebak, Baron van Hoevel mengkritik penyelewengan tanam paksa.
Ø    Theodore van Deventer, menuntut penghapusan tanam paksa.
Dikenal sebagai politik etis atau politik balas budi.
Dilaksanakan th 1901:[edukasi, irigasi, transmigrasi]
Ø    Untuk anak Eropa dan Bumiputera kelas atas ada sekolah [HIS, MULO, AMS, Kweekschool, STOVIA, THS]
Ø    Pendidikan dianggap menaikkan status sosial anak
Ø    Pendidikan menimbulkan golongan cendekiawan/pelajar
Perlawanan Bangsa Indonesia
A.       Sebelum tahun 1908 - bersifat lokal - tidak menggunakan organisasi modern - bergantung kepada seorang pemimpin
B.       Sesudah tahun 1908 - bersifat nasional - menggunakan organisasi modern - tidak bergantung pada seorang pemimpin
Faktor pengaruh tumbuhnya pergerakan nasional di Indonesia :
Faktor dari dalam
1.     Penderitaan akibat praktek-praktek kolonialisme yang menumbuhkan perasaan senasib dan sepenanggungan
2.     Politik Etis menumbuhkan golongan cendekiawan dan menjadi pelopor pergerakan nasional
Faktor dari luar
1.   Kemenangan Jepang melawan Rusia dalam perang tahun 1905
2.   Adanya pergerakan nasional di negara lain seperti India, Fillipina, Cina, Turki
Klasifikasi pergerakan nasional berdasar sifat gerakan:
Kooperatif : Kerjasama dengan penjajah
Non-Kooperatif : tidak bekerjasama dengan paragraf
Klasifikasi berdasar misi:
Sifat misi - radikal [IP, PKI, PNI, Partindo, Gerindo] - moderat [PSII, PII, BU, Parindra] Prinsip perjuangan - Kooperatif [BU, PSII, Gerindo] - Non-kooperatif [PKI, PNI, Partindo] - Insidental [Parindra][ada pada saat dibutuhkan] Dasar gerakan politik - Kebangsaan [PNI, Partindo, Parindra, BU, IP, Gerindo] - Internasional [PKI] - Agama [PSII, PII]
ORGANISASI PERGERAKAN NASIONAL
Budi Utomo
Didirikan tanggal 20 mei 1908 [sekarang Hari Kebangkitan Nasional] Didirikan dr. Sutomo, dr. Ciptomangunkusumo, dan dr. Gunawan [pelajar STOVIA]
Sarekat Islam
Semula bernama SDI, yg didirikan di Surakarta 1909. Oleh KH. Samanhudi
Ø Bidang agama dan perdagangan
Ø 1911, SDI berubah jadi Sarekat Islam.
Ø Dipimpin HOS. Cokroaminoto
Ø Tokoh lain: H. Agus Salim, Abdul Muis. Indische Partij
Ø Didirikan RM. Suwardi Suryaningrat, dr Cipto Mangunkusumo, EFE. Douwes Dekker, 1912, Bandung.
Ø Suwardi Suryaningrat mengkritik perayaan 100 tahun kemerdekaan Belanda dengan tulisan Als ik een Nederlander was [andai aku seorang Belanda]
Ø Kihajar Dewantara, dr. Cipto Mangunkusumo, Douwes Dekker, dibuang ke Belanda.
Perhimpunan Indonesia [tadinya bernama Indische vereeniging]
Ø Didirikan oleh pelajar Indonesia di negeri Belanda 1922.
Ø Tokoh: Moh. Hatta, Ahmad Subardjo, Natzir Pamontjak, Abdul Majid Joyodiningrat.
Ø PI menuntut Indonesia Merdeka 1926, anggota PI mengikuti Kongres Liga Anti Imperialisme di Brussel, Belgia. Pemimpin PI akhirnya ditangkap Belanda, tetapikembali dibebaskan, karen tidak terbukti bersalah
Indische Sociaal Democratische Vereeniging [ISDV]
Ø Dikembangkan Sneevliet
Ø ISDV melakukan penetrasi ke tubuh organisasi pergerakan, antara lain SI, melalui Semaun dan Darsono.
Ø SI pecah jadi 2: * SI Merah condong ke paham sosialis * SI putih mempertahankan asas dan tujuan SI
Ø Semaun adalah pimpinan SI Merah, setelah kelusr dari SI Merah ia mendirikan PKI PKI berkaitan dengan komitern di Moscow, Uni Soviet.
Ø PKI mempengaruhi petani dan rakyat kecil
Ø 1926, pemberontakan PKI di Madiun. Oleh Alimin dan Tan Malaka, tapi gagal.
PNI
Ø Didirikan tahun 1927, Bandung.
Ø Oleh pelajar yang tergabung dalam Algemeene Studie Club dengan ketua Ir. Soekarno.
Ø PNI membahayakan Belanda. Maka tokoh-tokoh PNI ditangkap dan dimasukkan dalam penjara Sukamiskin, Bandung. Dalam penjara Ir. Soekarno menulis pidato "Indonesia Menggugat"
Ø Ir. Soekarno diganti oleh Mr. Sartono. Mr. sartono kemudian membubarkan PNI dan membentuk Partindo.
Ø Moh. Hatta yang tidak setuju pembentukan Partindo membentuk PNI Baru
Ø Ir. Soekarno bergabung dengan Partindo.
Ø Ir. Soekarno ditangkap dan dibuang ke Endi, Flores. Moh. Hatta dan Syahrir dibuang ke Bandaneira.
Organisasi yang bersifat kooperatif
PBI, GAPI, Parindra.
Perjuangan organisasi melalui Volksraad, 1918. Masa Gubernur Tjarda Van Starkeborgh. Tujuannya mendapat perwakilan rakyat Indonesia dalam pemerintahan Organisasi pergerakan dalam bidang sosial, pendidikan, keagamaan dan kewanitaan
Ø Muhammadiyah, Taman Siswa, INS, NU, Sekolah Kautamaan Istri, Wanita Susilo, dll
Ø Organisasi pemuda yang bersifat kedaerahan : Tri Koro Dharmo[yang pertama], Jong sumatranen Bond, Jong Celebes, Jong Minahasa, Jong Java, Jong Batak, Jong Pasundan,dll
MASA BERTAHAN PERGERAKAN NASIONAL
MENJELANG RUNTUHNYA HINDIA BELANDA
(1930-1942)
PENDAHULUAN
Sejarah Indonesia sejak tahun 1908 memulai babak baru, yaitu babak pergerakan nasional. Hal itu ditandai dengan berdirinya Budi Utomo. Tiga tahun setelah Boedi Oetomo lahir, tahun 1911 berdiri organisasi bagi orang-orang Islam di Indonesia, yaitu Sarekat Dagang Islam (SDI) di Solo oleh Haji Samanhudi. Lalu namanya dirubah menjadi Sarekat Islam untuk menarik anggota lebih banyak. Selain organisasi yang disebut diatas masih banyak organisasi lain yang didirikan baik bersifat kooperatif maupun radikal, baik yang di dalam negeri maupun di luar negeri. Tetapi tujuan dari organisasi tersebut hampir sama yaitu kemerdekaan Indonesia walaupun tidak terang-terangan diungkapkan. Masa pergerakan nasional di Indonesia terbagi menjadi tiga masa. Dari masa kooperatif, masa radikal, terakhir masa bertahan.
Banyak sekali organisasi-organisasi radikal yang melakukan aksinya. Antara lain yaitu ISDV. ISDV adalah organisasi yang berhaluan komunis. Pergerakannya sangat radikal. Organisasi pergerakan nasional lainnya yang palin berpengaruh bagi perkembangan bangsa yaitu PNI. PNI dipelopori tokoh yang sangat gigih memperjuangkan kemerdekaan yaitu Bung Karno. Tetapi akhirnya karena Gubernur Jenderal pada saat itu sangat reaksioner terhadap pergerakan maka organisasi ini dinyatakan terlrang dan tokoh-tokohnya diasingkan. PNI meruoakan organisasi yang terakhir yang menandai berakhirnya masa pergerakan radikal.
A.    BERAKHIRNYA MASA NONKOOPERASI
Pada masa awal tahun 1930-an pergerakan kebangsaan Indonesia mengalami masa krisis. Keadaan seperti itu disebabkan beberapa hal. Pertama, akibat krisi ekonomi atau malaise yang melanda dunia memaksa Hindia Belanda untuk bertindak reaksioner dengan tujuan menjaga ketertiban dan keamanan. Dalam rangka kebijakan itu, pemerintah Hindia Belanda mengeluarkan beberapa pasal-pasal karet dan exorbitante rechten secara lebih efektif. Kedua, diterapkannya pembatasan hak berkumpul dan berserikat yang dilakukan pengawasan ekstra ketat oleh polisi-polisi Hindia Belanda yang diberi hak menghadiri rapat-rapat yang diselenggarakan oleh pattai politik. Selain itu juga dilakukan pelarangan bagi pegawai pemerintah untuk menjadi anggota partai politik. Ketiga, tanpa melalui proses terlebih dahulu Gubernur Jenderal dapat menyatakan suatu organisasi pergerakan atau kegiatan yang dilakukannya bertentangan dengan law and order sesuai dengan Koninklijk Besluit tanggal 1 September 1919. Peraturan itu merupakan modifikasi dari pasal 111 R.R. (Regrering Reglement). Keempat, banyak tokoh pergerakan kebangsaan di Indonesia yang diasingkan, seperti Soekarno, Hatta, dan Syahrir.[1]
Hal diatas menjadi semakin parah ketika Hindia Belanda diperintah Gubernur Jenderal yang konservatif dan reaksioner yaitu de Jonge (1931-1936). . Periode awal 1932 sampai dengan pertengahan 1933 tidak hanya ditandai oleh perpecahan gerakan nasionalis serta kegagalan usaha pengintegerasian organisasi-organisasi nasionalis, tetapi juga oleh aksi politik yang semakin meningkat terutama sebagai dampak politik agitasi yang dijalankan oleh Soekarno. Tetapi dalam hal ini, Gubernur Jenderal de Jonge secara konsekuen menjalankan politik “purifikasi” atau “pemurnian” artinya menumpas segaa kecenderungan ke arah radikalisasi dengan agitasi massa dan semua bentuk nonkooperasi . Maka dari itulah gerak-gerik Partindo dan PNI Baru senantiasa diawasi secara ketat. Aksi massa dan politik agitasi Soekarno selama lebih kurang satu tahun dari pertengahan 1932 sampai pertengahan 1933 merupakan titk puncak perkembangan Partindo. Jumlah anggotanya naik dari 4.300 menjadi 20.000 orang. Soekarno dkk juga melakukan safari ke 17 cabang di Jawa Tengah untuk berbicara di muka rapat yang penuh sesak. Dalam pidatonya Soekarno banyak membicarakan tentang kemerdekaan Indonesia.
Dalam situasi yang semakin panas dapat diduga bahwa penguasa sudah siap untuk bertindak. Tindakan pertama adalah ialah pemberangusan surat kabar Fikiran Rakyat pada tanggal 19 Juli 1933 yang membuat sebuah cartoon. Pada 1 Agustus semua rapat Partindo dan PNI Baru dilarang dan hari tu juga Soekarno ditahan. Selanjutnya pada bulan Desember 1933 Moh. Hatta dan Sjahrir ditangkap. Dengan tangan besinya Gubernur Jenderal de Jonge hendak mempertahankan otoritasnya, sehingga setiap gerakan yang bernada radikal atau revolusioner tanpa ampun ditindasnya dengan alasan bahwa pemerintah kolonial bertanggunng jawab atas keadaan di Hindia Belanda, dan baginya dibayangkan bahwa dalam masa 300 tahun berikutnya pemerintah itu akan masih tegak berdiri . Politik represifnya berhasil menghentikangerakan politik nonkooperasi sama sekali.
Dalam hubungan ini perlu ditambahkan bahwa selama dalam tahanan, Soekarno~menurut dokumen-dokumen arsip kolonial~telah menulis surat kepada pemerintah Hindia Belanda sampai empat kali, yaitu tanggal 30 Agustus, 3, 21, dan 28 September yang kesemuanya memuat pernyataan bahwa dia telah melepaskan prinsip politik nonkooperasi, bahkan selanjutnya tidak lagi akan melakukan kegiatan politik. Sudah barang tentu hal itu menggemparkan kaum nasionalis serta menimbulkan bermacam-macam reaksi. Ada yang penuh keheranan atau kekecewaan, ada pula yang merasa jengkel atas perubahan sikap yang berbalik 180 derajat itu.[2]
B.     REORIENTASI STRATEGI DAN REORGANISASI PERGERAKAN
Pemerintah Hindia Belanda tidak bersedia memulihkan hak politik bagi pergerakan nasional di Indonesia. Tetapi Hindia Belanda masih membiarkan organisasi pergerakan yang moderat untuk hidup. Hal itu juga disebabkan beberapa hal seperti menjamin demokrasi yang makin tumbuh pasca Perang Dunia I, keamanan yang diciptakan organisasi itu, dan sebab-sebab lainnya yang dianggap tidak merugikan pihak Hindia Belanda. Pemerintah Belanda tidak hendak mematikan pergerakan di Indonesia. Mereka tahu bahwa perasaan rakyat yang tidak tersalurkan karena dibungkam oleh pemerintah akan mencari jalan lain yang dapat menimbulkan gerakan-gerakan eksplosif yang tidak diinginkan. Pemerintah Hindia Belanda hanya hendak melemahkan aktivitas prgerakan yang bersifat radikal-revolusioner. Yang diharapkan oleh pemerintah kolonial adalah semacam nasionalisme yang lunak dan kompromis, yang dapat digunakan sebagai alat untuk membendung perasaan rakyat yang membara dan menyalurkan ke arah pergerakan yang tidak membahayakan kedudukan pemerintah Hindia Belanda.[3]
Kita lihat bagaimana pemerintah Hindia Belanda tidak menghilangkan pergerakan nasional di Indonesia tetapi dilemahkan dengan mengadakan vergaderverbod (larangan berkumpul). Tokoh-tokoh pergerakan Indonesia banyak yang diasingkan sehingga ruang gerak baginya dan organisasinya semakin sempit. Akan tetapi hal itu tidak membuat pergerakan nasional berhenti.
Sementara itu suasana politik dunia semakin tegang, tambahan pula Jepanag dengan pemerintahan militernya menjalankan pula politik ekspansionisme di daerah pasifik. Baik di negeri Belanda maupun di Indonesia kaum nasionalis menyadari bahwa dalam menghadapi fasisme tidak adaalternatif lain daripada memihak demokrasi. Maka dari itu perjuangan melawan kolonialisme dan imperialisme tidak lagi dilakukan secara mutlak bersikap anti. Ada kebersamaan yang mendekatkan kaum nasionalis dengan penguasa kolonial, yaitu mempertahankan demokrasi terhadap bahaya fasisme. Kesadaran itu muncul lebih dahulu di kalangan Perhimpunan Indonesia yang mulai melakukan haluan kooperasi. Pergerakan nasional yang berada di Indonesia juga mulai bersikap kooperatif.
C.    AKTIVITAS PERGERAKAN
Sejak tahun-tahun 1930-an peranan lembaga politik kolonial (Volksraad) makin meningkat. Lembaga itulah yang satu-satunya alat yang dibenarkan pemerintah kolonial untuk menyuarakan kepentingan-kepentingan pelbagai golongan. Sebab itu suara yang muncul dalam volksraad yang berasal dari golongan cooperatie itu sangat penting untuk mengetahui pemikiran-pemikiran bangsa Indonesia sejak sekitar tahun 1930 sampai 1942. Dalam masa dari tahun 1935 sampai 1942, partai-partai politik bangsa Indonesia menjalankan taktik-taktik parlementer yang moderat. Hanya organisasi-organisasi nonpolitik dan partai-partai yang bersedia bekerjasama dan setuju punya wakil dalam dewan-dewan ciptaan Belanda yang terjamin mendapat sedikit kekebalan dari gangguan pengawasan polisi. Dan satu-satunya forum yang secara relatif bebas menyatakan pendapat politik adalah dewan perwakilan ciptaan pemerintah kolonial Belanda itu. Dengan demikian, satu-satunya cara bagi gerakan nasionalis untuk mengusahakan perubahan ialah dengan jalan mempengaruhi pemerintah kolonial Belanda secara langsung melalui dewan tersebut, tidak dengan mengatur dukungan massa.[4]
Tokoh-tokoh pergerakan mulai memunculkan ide tentang pembentukan Fraksi Nasional di dalam volksraad. Akhirnya fraksi ini dapat didirikan tanggal 27 Januari 1930 di Jakarta beranggotakan 10 orang yang berasal dari daerah Jawa, Sumatera, Sulawesi dan Kalimantan.
1.      Petisi Soetardjo
Gagasan dari petisi ini dicetuskan oleh Sutardjo Kartohadikusumo, Ketua Persatuan Pegawai Bestuur/ Pamongpraja Bumiputera dan wakil dari organisasi ini di dalam sidang Volksraad pada bulan Juli 1936. Isi petisi itu secara garis besar adalah tentang permohonan supaya diadakan suatu musyawarah antara wakil-wakil Indonesia dan Negeri Belanda di mana anggota-anggotanya mempunyai hak yang sama.
Tujuannya adalah untuk menyusun suatu rencana yang isinya adalah pemberian kepada Indonesia suatu pemerintahan yang berdiri sendiri dalam batas pasal 1 Undang-undang Dasar Kerajaan Belanda. Petisi itu ada yang menyetujui dan ada yang tidak. Kalau dari pihak Indonesia ada yang tidak setuju, maka alasannya bukanlah soal isi petisi itu tetapi seperti yang diajukan oleh Gesti Noer ialah caranya mengajukan seperti menengadahkan tangan. Antara tokoh-tokoh Indonesia terjadi pro-kontra tentang petisi itu. Tetapi akhirnya petisi Soetardjo ditolak oleh Ratu Belanda pada bulan November 1938.
2.      Gabungan Politik Indonesia (GAPI)
Meskipun akhirnya Petisi Soetardjo itu ditolak, petisi itu ternyata mempunyai pengaruh juga yaitu membantu membangkitkan gerakan masionalis dari sikap mengalah yang apatis yang telah menimpanya sejak gerakan nonkooperasi dilumpuhkan. Suatu gagasan untuk membina kerjasama diantara partai-partai poltik dalam bentuk federasi timbul kembali pada tahun 1939. Pada tanggal 21 Mei 1939 di dalam rapat pendirian konsentrasi nasional di Jakarta berhasilah didirikan suatu organisasi yang merupakan kerjasama partai-partai politik dan organisasi-organisasi dengan diberi nama Gabungan Politik Indonesia (GAPI). [7] Tujuan GAPI adalah memperjuangkan hak menentukan nasib sendiri dan persatuan nasional. Kemudian tujuan itu dirumuskan dalam semboyan “Indonesia Berparlemen”. Sikap kurang menentukan kemerdekaan itu disebabkan adanya keprihatinan atas kemungkinan meletusnya Perang Pasifik. GAPI melakukan berbagai kampanye yang bertujuan menarik simpati rakyat untuk mendukung perjuangannya di dalam ketatanegaraan. Pada tanggal 14 September 1940 dibentuklah komisi untuk menyelidiki dan mempelajari perubahan-perubahan ketatanegaraan (Commissie tot bestudeering van staatsrechtelijke). Komisi ini diketuai oleh Dr. F.H Visman, selanjutnya dikenal dengan nama Komisi Visman. Pada awal pembentukannya, kalangan pergerakan mempertanyakan keberadaan kegunaan komisi itu. Akhirnya Komisi Visman menghasilkan laporan yang cukup tebal tentang berbagai tuntutan dan harapan-harapan rakyat Indonesia. Laporan itu terbit pada tahun 1942 hanya beberapa minggu sebelum kedatangan tentara Jepang ke Indonesia, sehingga laporan tersebut tidak jelas nasibnya.
3.      Mosi Thamrin
Pergerakan nasional terus berkembang dengan semakin meningkat dan mendalamnya kesadaran akan identitasnya. Dalam keadaan yang demikian, istilah-istilah Hindia Belanda (Nederlandsch Indie), pribumi (Inlander), atau kepribumian (Inlandsch) sangat sensitif di mata kaum pergerakan yang kesadaran akan identitasnya sudah mendalam. Mosi Thamrin mengusulkan agar istilah-istilah tersebut diganti dengan Indonesie (Indonesia), Indonesier (bangsa Indonesia) dan keindonesiaan (Indonesisch), khususnya di dalam dokumen-dokumen pemerintah. Keberatan pemerintah terhadap mosi ini adalah bahwa perubahan istilah itu membawa implikasi politik dan ketatanegaraan, seperti apa yang termaktub dalam UUD Kerajaan Belanda. Di samping itu ada argumentasi “ilmiah” ialah bahwa Indonesia bukan nama geografis, dan bangsa Indonesia juga tidak menunjukan pengertian etnologis.
D.    SIKAP PEMERINTAH KOLONIAL
Dalam menanggapi berbagai bentuk petisi dan mosi dari berbagai tokoh pergerakan yang melakukan kooperasi di dalam volksraad, ternyata sikap pemerintahan kolonial sangat mengecewakan. Akibatnya bagi bangsa Indonesia ialah pada satu pihak jurang antara pemerintah dan rakyat semakin besar dan dipihak lain gerkan nasionalis semakin menyadari bahwa tidak dapat lagi orang menruh harapan kepada penguasa kolonial. Jadi harus semakin berpaling kepada masyarakat sendiri. Pada saat Belanda dikuasai Jerman sedangkan di Asia terhadap ancaman Jepang semakin nyata, ternyata sikap pemrintahan Belanda tetap tidak berubah. Pemerintahan kolonial Belanda ternyata tidaklah sekhawatir yang diduga orang Indonesia mengenai situasi Internasional. Pemerintah kolonial meremehkan ancaman dari Jepang Andaikata mereka takut kalah, tidak ada kemungkinan ketakutan ini akan mendorong para penguasa kolonial untuk merangkul kaum nasionalis, yang mereka benci dan curigai. Yang paling mungkin dijanjikan Belanda ialah untuk mempertimbangkan perubahan konstistusi setelah perang.

Bagaimana Mengubah Seseorang yang Kalah Menjadi Pemenang

   Tim O, seorang manager penjualan di cabang di sebuah perusahaan yang menjual truk-truk angkutan, baru-baru ini mendengar saya berbicara pada sebuah pertemuan untuk para manager pemasaran. Secara berulang-ulang, saya menekankan tak seorangpun memiliki titik kekurangan. Orang hanya memiliki aset, dimana sebagian di antaranya telah berkembang dengan lebih baik di bandingkan dengan yang lain, namun bagaimanapun itu adalah aset.
   Saya menggunakan banyak contoh untuk menyampaikan maksud saya: seorang lelaki yang tidak bisa berjalan dan memimpin sebuah perusahaan besar, orang-orang yang tidak pernah mengikuti kuliah resmi namun memimpin organisasi-organisasi raksasa, orang-orang buta yang berada dalam bisnis logam mulia, dan orang-orang yang tidak benar-benar memulai sampai mereka melewati usia enam puluh.
   Selesai presentasi itu, si manager penjualan mendekati saya dan berkata, "Saya benar-benar menikmati presentasi anda. Itu benar-benar diarahkan dengan sangat baik pada situasi-situasi yang saya hadapi setiap hari. Tapi ada satu hal yang anda tekankan sore ini yang tidak bisa saya terima."
  "Apa itu?" tanya saya.
  "Begini,"Tim menjawab,"anda katakan tadi bahwa siapa pun, tidak peduli apa pekerjaannya, hanya mempunyai aset, bukan kekurangan."
  "Anda benar," saya setuju. "Itu memang yang saya katakan karena itulah yang sudah saya teliti mutlak benar. Apakah kita berpikir bahwa sesuatu itu bagus (suatu aset) atau buruk (suatu kekurangan), ber-gantung dari cara kita memandang situasinya. Sebagian orang hanya melihat jeruk limun, sedangkan mereka yang lain melihat limun. Sementara yang lain melihat sebuah kompleks perkantoran diatas tanah itu."
   "Tapi, saya tidak setuju," ujar Tim. "Saya sudah siap hendak memberhentikan salah satu dari penjual kami. Dia itu sekedar satu bundel kelemahan. Orang itu tidak ahli mencari calon pelanggan dan dia tidak tahu bagaimana menutup transaksi. Saya sudah bicara lama dengannya kemarin. Saya akan memecatnya besok, tapi sekarang anda membuat saya bingung dan saya tidak suka menjadi bingung begini."
   Saya terdiam untuk beberapa detik dan berkata, "Tim, ceritakan kepada saya tentang percakapan yang anda lakukan bersama orang penjualan anda kemarin."
   Tim menjawab, "Saya seorang yang bertipe terus terang. Saya sampaikan padanya bahwa hasil kerjanya buruk, dan dia merugikan uang perusahaan. Ringkasnya, saya katakan kepadanya bahwa dia seharusnya berubah atau keluar."
   Kemudian saya berkata, "Tim, bolehkah saya memberi anda sebuah saran?"
  "Saya harap anda mau memberinya, "ujar Tim, "saya sudah datang ke seminar ini untuk mendapatkan ide-ide yang bisa membantu saya menjadi seorang manager yang lebih baik."
  "Bagus," jawab saya. "Inilah yang saya sarankan. Besok, luangkan beberapa menit bersama John dan minta maaf atas sikap anda yang terburu-buru kemarin. Sekedar katakan padanya, `John, saya minta maaf karena memarahi anda  dengan begitu terburu-buru minggu ini. Saya bodoh karena menyebut anda penutup transaksi yang buruk. Saya tahu kalau anda memiliki istri yang cantik. Memiliki wanita yang demikian cantik, baik, pintar yang menikahi anda membuktikan bahwa anda sebenarnya seorang ahli transaksi yang unggul.`
   Bangkitkan keakuannya, ingatkan dia tentang kekuatan-kekuatannya, kemudia beri dia nasihat teknis tentang penutupan yang anda rasa dibutuhkannya. Lakukan hal-hal ini, dan John mungkin langsung berubah sebaliknya."
   Dua bulan sesudah diskusi ini, saya menerima telepon dari Tim. Dia berkata "Saya membawa kabar baik yang mungkin menarik minat anda. Saya lakukan apa yang anda anjurkan, yaitu membangkitkan keakuan John; membuatnya berpikir sebagai seorang pemenang. Bulan lalu dia berada di urutan ketiga dari lima belas wiraniaga yang berhasil menjual banyak produk. Lelaki ini merubah menjadi seorang pemenang."
   Tim melanjutkan, "Dan bahkan yang lebih penting, dalam seluruh rencana saya, saya melakukan lebih banyak untuk mendapatkan orang yang menjual kepada diri mereka sendiri. Dan hal itu memberi hasil."
   Banyak orang yang bekerja pada kami agaknya menjadi orang-orang yang kalah saat ini. Setiap hari ada beberapa orang yang diberitahu sesuatu seperti, "Maaf, pelayanan anda tidak lagi diperlukan. Pekerjaan anda tidak lagi sesuai dengan harapan kami," atau "Mary, ini adalah  usaha tim anda sama sekali tidak memainkan posisi anda. Sekarang saya harus sampaikan kepada anda bahwa mulai tanggal tiga puluh bulan ini anda diberhentikan. Tentu saja anda mendapat satu bulangaji sebagai uang pesangon."
   Saya sudah mengamati tentang pemutusan hubungan kerja ini. Tatkala para pegawai diberhentikan karena perusahaan gagal atau karena ada pengurangan produksi yang tajam, para pekerja tentu saja tidak senang. Namun rasa harga diri yang mereka miliki tetap masih cukup utuh. Lagi pula, bukan sikap pribadi mereka yang mengakibatkan pemutusan hubungan kerja ini. Namun tatkala orang-orang dipecat karena hasil kerja mereka sendiri yang buruk, keakuan mereka terluka. Mereka biasanya merasa sakit hati secara pribadi yang besar dan benci terhadap diri sendiri. Lagi pula, bila anda memberhentikan seorang pegawai karena hasil kerjanya yang tidak efektif, anda menyampaikan kepadanya untuk pulan kepada istri atau suaminya beserta anak-anak dengan membawa perasaan "Saya tidak mampu melakukannya." Dan rasa malu atas pemberhentian yang dipaksa ini membuat seseorang merasa berada dalam kelompok kelas dua ketika ia berada disekeliling kawan-kawannya.
   Intinya: Lipat gandakan usaha anda untuk membantu  orang-orang anda agar mereka merasa bahwa mereka itu spesial, penting, berhasil secara potensial. Lakukan ini dan amatilah mereka yang akan melipatkan usaha mereka untuk bekerja lebih banyak  dan dengan lebih baik.


Diambil dari buku: BAGAIMANA CARA MEWUJUDKAN IMPIAN ANDA

Sabtu, 03 Januari 2015

Sholat Tahajud: Keutamaan, Tata Cara, Manfaat



Sholat Tahajud: Keutamaan, Tata Cara, Manfaat

 Assalamu'alaikum wr. wb. Shalat malam, bila shalat tersebut dikerjakan sesudah tidur, dinamakan shalat Tahajud, artinya terbangun malam. Jadi, kalau mau mengerjakansholat Tahajud, harus tidur dulu. Shalat malam ( Tahajud ) adalah kebiasaan orang-orang shaleh yang hatinya selalu berdampingan denganAllah SWT.

Berfirman Allah SWT di dalam Al-Qur’an :
“ Pada malam hari, hendaklah engkau shalat Tahajud sebagai tambahan bagi engkau. Mudah-mudahan Tuhan mengangkat engkau ketempat yang terpuji.”
(QS : Al-Isro’ : 79)

Shalat Tahajud adalah shalat yang diwajibkan kepada Nabi SAW sebelum turun perintah shalat wajib lima waktu. Sekarang shalat Tahajud merupakan shalat yang sangat dianjurkan untuk dilaksanakan .

Sahabat Abdullah bin
Salam mengatakan, bahwa Nabi SAW telah bersabda :
“ Hai sekalian manusia, sebarluaskanlah salam dan berikanlah makanan serta sholat malamlah diwaktu manusia sedang tidur, supaya kamu masuk Sorga dengan selamat.”(HR Tirmidzi)

Bersabda Nabi Muhammad SAW :
“Seutama-utama shalat sesudah shalat fardhu ialah shalat sunnat di waktu malam” ( HR. Muslim )

Waktu Untuk Melaksanakan Sholat Tahajud :
Kapan afdhalnya shalat Tahajud dilaksanakan ? Sebetulnya waktu untuk melaksanakan shalat Tahajud ( Shalatul Lail ) ditetapkan sejak waktu Isya’ hingga waktu subuh ( sepanjang malam ). Meskipun demikian, ada waktu-waktu yang utama, yaitu :
1. Sangat utama : 1/3 malam pertama ( Ba’da Isya – 22.00 )
2. Lebih utama : 1/3 malam kedua ( pukul 22.00 – 01.00 )
3. Paling utama : 1/3 malam terakhir ( pukul 01.00 – Subuh )

Menurut keterangan yang sahih, saat ijabah (dikabulkannya do’a) itu adalah 1/3 malam yang terakhir. Abu Muslim bertanya kepada sahabat Abu Dzar : “ Diwaktu manakah yang lebih utama kita mengerjakan sholat malam?”
Sahabat Abu Dzar menjawab : “Aku telah bertanya kepada Rosulullah SAW sebagaimana engkau tanyakan kepadaku ini.” Rosulullah SAW bersabda :
“Perut malam yang masih tinggal adalah 1/3 yang akhir. Sayangnya sedikit sekali orang yang melaksanakannya.” (HR Ahmad)

Bersabda Rosulullah SAW :
“ Sesungguhnya pada waktu malam ada satu saat ( waktu. ). Seandainya seorang Muslim meminta suatu kebaikan didunia maupun diakhirat kepada Allah SWT, niscaya Allah SWT akan memberinya. Dan itu berlaku setiap malam.” ( HR Muslim )

Nabi SAW bersabda lagi :
“Pada tiap malam Tuhan kami Tabaraka wa Ta’ala turun ( ke langit dunia ) ketika tinggal sepertiga malam yang akhir. Ia berfirman : “ Barang siapa yang menyeru-Ku, akan Aku perkenankan seruannya. Barang siapa yang meminta kepada-Ku, Aku perkenankan permintaanya. Dan barang siapa meminta ampunan kepada-Ku, Aku ampuni dia.” ( HR Bukhari dan Muslim )

Jumlah Raka’at Shalat Tahajud :
Shalat malam (Tahajud) tidak dibatasi jumlahnya, tetapi paling sedikit 2 ( dua ) raka’at. Yang paling utama kita kekalkan adalah 11 ( sebelas ) raka’at atau 13 ( tiga belas ) raka’at, dengan 2 ( dua ) raka’at shalat Iftitah. Cara (Kaifiat) mengerjakannya yang baik adalah setiap 2 ( dua ) rakaat diakhiri satu salam. Sebagaimana diterangkan oleh Rosulullah SAW :“ Shalat malam itu, dua-dua.” ( HR Ahmad, Bukhari dan Muslim )

Adapun Kaifiat yang diterangkan oleh Sahabat Said Ibnu Yazid, bahwasannya Nabi Muhammad SAW shalat malam 13 raka’at, sebagai berikut :
1) 2 raka’at shalat Iftitah.
2) 8 raka’at shalat Tahajud.
3) 3 raka’at shalat witir.

Adapun surat yang dibaca dalam shalat Tahajud pada raka’at pertama setelah surat Al-Fatihah ialah Surat Al-Baqarah ayat 284-286. Sedangkan pada raka’at kedua setelah membaca surat Al-Fatihah ialah surat Ali Imron 18-19 dan 26-27. Kalau surat-surat tersebut belum hafal, maka boleh membaca surat yang lain yang sudah dihafal.Rasulullah SAW bersabda :
“Allah menyayangi seorang laki-laki yang bangun untuk shalat malam, lalu membangunkan istrinya. Jika tidak mau bangun, maka percikkan kepada wajahnya dengan air. Demikian pula Allah menyayangi perempuan yang bangun untuk shalat malam, juga membangunkan suaminya. Jika menolak, mukanya
disiram air.” (HR Abu Daud)

Bersabda Nabi SAW :
“Jika suami membangunkan istrinya untuk shalat malam hingga
keduanya shalat dua raka’at, maka tercatat keduanya dalam golongan (perempuan/laki-laki) yang selalu berdzikir.”(HR Abu Daud)

Keutamaan Shalat Tahajud :
Tentang keutamaan shalat Tahajud tersebut, Rasulullah SAW suatu hari bersabda : “Barang siapa mengerjakan shalat Tahajud dengan
sebaik-baiknya, dan dengan tata tertib yang rapi, maka Allah SWT akan memberikan 9 macam kemuliaan : 5 macam di dunia dan 4 macam di akhirat.”
Adapun lima keutamaan didunia itu, ialah :
1. Akan dipelihara oleh Allah SWT dari segala macam bencana.
2. Tanda ketaatannya akan tampak kelihatan dimukanya.
3. Akan dicintai para hamba Allah yang shaleh dan dicintai oleh
semua manusia.
4. Lidahnya akan mampu mengucapkan kata-kata yang mengandung hikmah.
5. Akan dijadikan orang bijaksana, yakni diberi pemahaman dalam agama.

Sedangkan yang empat keutamaan diakhirat, yaitu :
1. Wajahnya berseri ketika bangkit dari kubur di Hari Pembalasan nanti.
2. Akan mendapat keringanan ketika di hisab.
3. Ketika menyebrangi jembatan Shirotol Mustaqim, bisa melakukannya dengan sangat cepat, seperti halilintar yang menyambar.
4. Catatan amalnya diberikan ditangan kanan.




Kamis, 01 Januari 2015

Manfaatkan Kesempatan Yang ada

Manfaatkan Kesempatan Yang ada

Ini satu pengalaman dari saya, ketika saya masih hobi dan sering bermain sepakbola. Pada satu ketika saya berumur kira-kira 14 tahun saya pernah mengikuti SSB (sekolah sepakbola). Saya daftar bersama satu teman saya, saya berlatih di SSB Gema Citra Matador di daerah Jonggol, kira-kira perjalan 1,5 jam naik angkot dari rumah saya yg berada di daerah Limus Pratama Regency, Cileungsi. Saat pertama latihan saya sangat menikmati dan mengikuti dengan semangat, sampai pada akhirnya saya sudah 2 minggu berlatih di SSB tersebut. Kebetulan disetiap bulannya SSb saya selalu rutin mengadakan sparing atau latihan tanding dengan SSB lain. Saya menyambutnya dengan senang dan sangat bersemangat, dan hari yg ditunggu itu tiba. Di pertandingan pertama saya tidak dimasukkan line up oleh pelatih, disitu saya merasa agak kecewa dan berfikir " saya memang kurang, dan mungkin saya masih anak baru " namun ternyata di pertadingan kedua saya dimasukkan ke line up oleh pelatih, dan ternyata yg bertanding di pertandingan kedua adalah skuad sebenarnya atau skuad utama dari tim SSB Matador. Saya sangat bergembira, disini saya bermain di winger kiri, satu dua pemain saat itu bisa saya lewati dengan kelebihan kecepatan yg saya miliki, lawannya pun diatas rata-rata umur kami. Senang rasanya bisa melewati bek yg memiliki badan lebih besar dan lebih pengalaman. Eh tapi ini bukan sombong ya, kan berbagi ceritaaa hehe
Dari pertandingan tersebut kami mendapatkan hasil imbang, tapi kami cukup puas karena lawan yg kami hadapi notabenenya adalah lawan yg cukup hebat dan ditakuti oleh setiap SSB disekitar Cileungsi. Setelah pertandingan selesai, saya dipanggil oleh pelatih. Dia berkata cukup puas dengan penampilan saya tadi, dan pelatih menyuruh saya untuk tetap disini dan berlatih dengan giat lagi. Saya sangat senang, tapi seiringnya berjalan waktu saya merasa cukup lelah dengan latihan ini dan yg terutama adalah jarak dari rumah saya ke tempat latihan. Dan akhirnya saya memutuskan untuk berhenti berlatih untuk SSB itu.
Satu hal yg saya dapatkan darisini, jika saya lebih tekun dan memiliki tekat yg kuat mungkin saya bisa mewujudkan mimpi saya untuk menjadi pemain sepakbola. Namun karena niat dan tekat saya yg kurang jadilah cita-cita saya hanyalah menjadi mimpi yg takkan pernah jadi nyata. Jadi dibalik semua ini saya memiliki sedikit masukan bagi teman-teman, barang siapa yg mendapatkan kesempatan lakukan dan kerjakan semaksimal mungkin, karena kesempatan takkan datang 2 kali. Jangan sia-siakan kesempatan, jangan sampai kata sesal terucap diakhir perjalanan waktu. Tetap semangat dan tetap berfikir positive sobbbb. Terimakasih.
Ini ceritaku, mana cerita kalian? :D 

BAGAIMANA CARA MENENDANG BOLA DENGAN BENAR


BAGAIMANA CARA MENENDANG BOLA DENGAN BENAR
Kicking
Prinsip dasar
Cara efektif dalam melakukan tendangan adalah :
1.    Posisi Kepala
2.    Posisi kaki
3.    Bagian dari bola yang akan ditendang
4.    Kekuatan kaki
5.    Bagian kaki untuk menendang
Posisi Kepala
Yang dimaksud dengan posisi kepala yaitu sebelum menendang bola futsal lovers haruslah merekam kondisi lapangan, dimana posisi teman dan lawan berada, agar futsal lovers dapat menentukan kearah mana bola akan ditendang. Setelah terekam semua, kepala kemudian mengarah ke bola dan mata mengkoordinasikan bagian dari bola mana yang akan ditendang.
Posisi Kaki
Jika posisi kaki berada di sisi depan bola, maka bola akan berjalan lurus dan mendatar di tanah. Jika posisi kaki berada disisi samping bola maka tidak terlalu kencang larinya. Sedangkan jika posisi berada di sisi belakang bola, maka hasilnya bola akan melambung tinggi.
Bagian dari bola yang akan ditendang
Dalam menendang bagian mana bola yang akan ditendang akan berpengaruh terhadap jalannya bola. Jika menendang sisi kiri bola, maka bola akan bergerak melengkung ke kanan. Jika menendang tepat di bagian tengah bola, maka bola akan bergerak lurus ke depan. Jika menendang dari sisi kanan bola, maka bola akan bergerak menlengkung ke kiri. Sedangkan jika menendang tepat diatas bola, kemungkinan besar bola tidak akan bergerak kemana-mana. Dan jika anda menendang tepat di bagian bawah bola maka bola terangkat serta melambung ke depan.
Kekuatan Kaki
Laju cepat atau lambatnya bola ditentukan oleh seberapa kuat kaki anda sebelum menendang atau melakukan ancang-ancang.

A.   Menendang dengan sisi dalam kaki (Inside of the foot)
Teknik menendang ini digunakan dengan kaki bagian dalam digunakan untuk mengoper jarak pendek (short passing). Teknik menendang ini adalah yang paling sering dilakukan dengan cukup akurat untuk memberikan umpan, tendangan jarak dekat dan biasa dilakukan untuk melakukan tendangan penalti.
Dilakukan dengan cara :
Ø  Posisi badan menghadap sasaran di belakang bola
Ø  Kaki tumpuan berada di samping bola, lutut sedikit ditekuk
Ø  Kaki untuk menendang ditarik kebelakang dan ayunkan ke depan sehingga mengenai bola.
Ø  Tempatkan kaki tepat di area tengah bola.
Ø  Setelah menendang kaki tetap mengayun ke depan mengikuti arah bola
B.   Menendang dengan sisi luar kaki
Teknik menendang dengan menggunakan sisi kaki bagian luar biasanya dilakukan untuk memberikan umpan menyilang ke rekan yang berada di daerah berlawan dengan kita atau untuk memberikan umpan-umpan terobosan menipu lawan.
Dilakukan dengan cara :
Ø  Posisi badan berada di samping bola ke arah bola akan diumpan
Ø  Kaki tumpuan berada dibelakang atau sejajar dengan bola
Ø  Kaki untuk menendang ditarik ke belakang dan ayunkan ke samping sehingga mengenai bola
Ø  Tempatkan kaki tepat di sisi kanan/kiri bola
Ø  Setelah menendang kaki tetap mengayun ke samping mengikuti arah bola
C.   Menendang dengan punggung kaki (kura-kura)
Pada umumnya menendang dengan punggung kaki digunakan untuk menembak ke gawang (shooting at the goal). Dilakukan dengan cara :
Ø  Posisi badan berada di belakang bola sedikit condong ke depan.
Ø  Kaki tumpuan diletakkan di samping bola dan ujung kaki menghadap sasaran dan lutut sedikit ditekuk.
Ø  Kaki untuk menendang berada di belakang bola dengan punggung kaki menghadap sasaran, kemudian ayunkan kedepan
Ø  Tempatkan punggung kaki tepat di tengah-tengah bola.
Ø  Setelah menendang kaki tetap mengayun ke depan mengikuti arah bola.
D.  Menendang dengan punggung bagian dalam kaki
Pada umumnya menendang dengan bagian dalam kaki digunakan untuk mengoper jarak jauh (long passing). Namun di permainan futsal teknik menendang dengan cara ini jarang dipergunakan. Dilakukan dengan cara :
Ø  Posisi badan berada dibelakang bola sedikit serong.
Ø  Kaki tumpuan diletakkan di samping bola
Ø  Kaki untuk menendang ditarik kebelakang dan ayunkan kedepan
Ø  Tempatkan punggung bagian dalam kaki pada tengah bawah bola, pada saat kaki mengenai bola, pergelangan kaki ditengangkan
Ø  Setelah menendang kaki tetap mengayun ke depan mengikuti arah bola.
E.   Menendang dengan tumit
Teknik menendang dengan tumit biasanya digunakan pada saat kondisi terjepit untuk menghindari hadangan lawan atau dalam posisi membelakangi gawang. Bola yang dialirkan tidak terlalu kencang dan pastikan teman anda berada di belakang posisi anda.
Dilakukan dengan cara :
Ø  Posisi badan berada di depan bola
Ø  Kaki tumpuan berada di samping bola
Ø  Tempatkan tumit kaki di depan bola
Ø  Ayunkan kaki kedepan dan tarik kebelakang
Ø  Tempatkan tumit di tengah-tengah bola
Ø  Setelah menendang kaki mengayun ke belakang sedikit mengikuti arah bola
F.   Menendang dengan ujung jari kaki/sepatu
Teknik menendang dengan ujung jari kaki/sepatu biasa disebut futsalovers dengan istilah ”concong” yaitu menggunakan moncong atau ujung sepatu. Jarang digunakan, biasanya dilakukan dalam kondisi berhadap-hadapan satu-satu dengan penjaga gawang. Atau juga pada saat kondisi terjepit dalam tekanan lawan.
Dilakukan dengan cara :
Ø  Posisi badan berada di belakang bola
Ø  Kaki tumpuan berada di belakang bola
Ø  Tempatkan ujung jari kaki/sepatu tepat di tengah-tengah bola
Ø  Tendang dengan mendorong bola dengan ujung jari kaki/sepatu
Ø  Setelah menendang kaki sedikit ditarik kembali kebelakang
G.  Mengangkat bola dengan ujung jari kaki/sepatu
Teknik menendang dengan mengangkat bola dengan ujung jari kaki/sepatu diperlukan keahlian dan latihan terus-menerus, karena biasanya dilakukan pada saat kondisi terjepit dan tidak memungkinkan melakukan tendangan atau umpan mendatar. Bola akan diangkat melewati lawan ke sisi pojok lapangan di daerah lawan baik menyilang atau sejajar.
Dilakukan dengan cara :
Ø  Posisi badan berada di belakang bola
Ø  Kaki tumpuan berada disamping bola dan lutut sedikit di tekuk
Ø  Tempatkan ujung jari kaki/sepatu untuk menendang tepat dibawah bola
Ø  Angkat bola dan ayunkan kaki kedepan
Ø  Setelah bola diangkat kaki mengayun mengikuti arah bola
Bagian kaki untuk menendang
Daerah sisi dalam kaki lebih banyak digunakan pada permainan futsal. Dikarenakan tingkat keakuratannya cukup tinggi dalam melakukan passing atau umpan.
Teknik Menendang
Ada enam teknik cara menendang bola. Beberapa dari teknik tersebut sering kita lakukan, namun beberapa yang lain dibutuhkan teknik latihan tersendiri. Ketujuh teknik tersebut :
Ø  Menendang dengan sisi dalam kaki
Ø  Menendang dengan sisi luar kaki
Ø  Menendang dengan punggung kaki (kura-kura)
Ø  Menendang dengan punggung bagian dalam kaki
Ø  Menendang dengan tumit
Ø  Menendang dengan ujung jari kaki/sepatu
Ø  Mengangkat bola dengan ujung jari kaki/sepatu
Satu tambahan dari saya, kalian harus melakukannya dengan percaya diri. Etss tapi jangan terlalu percaya diri secara berlebihan karena itu bisa membuat semuanya berantakan. Itu sedikit banyak tips dari blog tetangga dan saran sedikit diatas adalah saran saya yg saya peroleh dari sedikit pengalaman saya bermain bola. Semoga bermanfaat football lovers.

Islamkan Cintaku


Islamkan Cintaku

Aku temukan ketenangan disela jarimu
Begitupun kehangatan
Aku temukan arah lurus
Dari setiap kata yang terlontar dari kedua bibirmu
Aku temukan keindahan dihijbamu
Yang membuatmu lebih indah dari yang terindah


Jadi biarkanlah aku mengimamimu
Mencarimu dengan niat
Memacarimu dengan Bismillah
Dan meminangmu dengan doa


Biarkan kita menyatu karena sunnah
Dan mencinta karena Alloh
ANA UHIBBUKI FILLAH