Ini satu pengalaman dari saya, ketika saya masih hobi dan sering bermain sepakbola. Pada satu ketika saya berumur kira-kira 14 tahun saya pernah mengikuti SSB (sekolah sepakbola). Saya daftar bersama satu teman saya, saya berlatih di SSB Gema Citra Matador di daerah Jonggol, kira-kira perjalan 1,5 jam naik angkot dari rumah saya yg berada di daerah Limus Pratama Regency, Cileungsi. Saat pertama latihan saya sangat menikmati dan mengikuti dengan semangat, sampai pada akhirnya saya sudah 2 minggu berlatih di SSB tersebut. Kebetulan disetiap bulannya SSb saya selalu rutin mengadakan sparing atau latihan tanding dengan SSB lain. Saya menyambutnya dengan senang dan sangat bersemangat, dan hari yg ditunggu itu tiba. Di pertandingan pertama saya tidak dimasukkan line up oleh pelatih, disitu saya merasa agak kecewa dan berfikir " saya memang kurang, dan mungkin saya masih anak baru " namun ternyata di pertadingan kedua saya dimasukkan ke line up oleh pelatih, dan ternyata yg bertanding di pertandingan kedua adalah skuad sebenarnya atau skuad utama dari tim SSB Matador. Saya sangat bergembira, disini saya bermain di winger kiri, satu dua pemain saat itu bisa saya lewati dengan kelebihan kecepatan yg saya miliki, lawannya pun diatas rata-rata umur kami. Senang rasanya bisa melewati bek yg memiliki badan lebih besar dan lebih pengalaman. Eh tapi ini bukan sombong ya, kan berbagi ceritaaa hehe
Dari pertandingan tersebut kami mendapatkan hasil imbang, tapi kami cukup puas karena lawan yg kami hadapi notabenenya adalah lawan yg cukup hebat dan ditakuti oleh setiap SSB disekitar Cileungsi. Setelah pertandingan selesai, saya dipanggil oleh pelatih. Dia berkata cukup puas dengan penampilan saya tadi, dan pelatih menyuruh saya untuk tetap disini dan berlatih dengan giat lagi. Saya sangat senang, tapi seiringnya berjalan waktu saya merasa cukup lelah dengan latihan ini dan yg terutama adalah jarak dari rumah saya ke tempat latihan. Dan akhirnya saya memutuskan untuk berhenti berlatih untuk SSB itu.
Satu hal yg saya dapatkan darisini, jika saya lebih tekun dan memiliki tekat yg kuat mungkin saya bisa mewujudkan mimpi saya untuk menjadi pemain sepakbola. Namun karena niat dan tekat saya yg kurang jadilah cita-cita saya hanyalah menjadi mimpi yg takkan pernah jadi nyata. Jadi dibalik semua ini saya memiliki sedikit masukan bagi teman-teman, barang siapa yg mendapatkan kesempatan lakukan dan kerjakan semaksimal mungkin, karena kesempatan takkan datang 2 kali. Jangan sia-siakan kesempatan, jangan sampai kata sesal terucap diakhir perjalanan waktu. Tetap semangat dan tetap berfikir positive sobbbb. Terimakasih.
Ini ceritaku, mana cerita kalian? :D
Tidak ada komentar:
Posting Komentar