Jumat, 14 November 2014

MASYARAKAT PEDESAAN DAN PERKOTAAN.

 MASYARAKAT PEDESAAN DAN PERKOTAAN.

Menurut saya, masyarakat pedesaan adalah masyarakat yang tinggal, hidup atau berdomisili dipedesaan. Yang dimaksud desa adalah daerah yang lingkungannya jauh dari hiruk pikuk keramaian. Contoh: Mall, Bank, Rumah Sakit, Bioskop, dll.

Masyarakat Pedesaaan
A.  Pengertian Desa/pedesaan
Yang di maksud dengan desa menurut Sutardjo Kartohadi Kusuma mengemukakan sebagai berikut :
Desa adalah suatu kesatuan hokum di masa hokum di mana bertempat tinggal suatu masyarakat pemerintahan sendiri.

Adapun yang menjadi cirri-ciri masyarakat pedesaan antara lain :
a.    Di dalam masyarakat pedesaan di antara warganya mempunyai hubungan yang lebih mendalam dan erat bila di bandingkan dengan masyarakat pedesaan lainya di luar batas-batas wilayahnya.
b.    Sistem kehidupan umumnya berkelompok dengan dasar kekeluargaan
c.    Sebagian besar warga masyarakat pedesaan hidup dari pertanian.
d.   Masyarakat tersebut homogen seperti dalam hal mata pencarian , agama, adat istiadat, dsb.

B.  Hakikat dan Sifat Masyarakat Pedesaan
Seperti di kemukakan para ahli atau sumber bahwa masyarakat Indonesia lebih dari 80% tinggal di pedesaan denga mata pencarian yang bersifat agraris. Masyarakat pedesaan yang agraris biasanya di pandang antara sepintas kilas di nilai oleh orang-orang kota sebagai masyarakat tentang damai.

Tapi sebetulnya ketenangan masyarakat pedesaan itu hanyalah terbawa oleh sifat masyarakat itu yang oleh Ferdinand Tonies di istilahkan dengan masyarakat gemeinschaft (paguyuban). Dalam hal ini kita jumpai gejala-gejala social yang sering di istilahkan:
a.    konflik (pertengkaran)
b.    Kontraversi (pertentangan )
c.    Kompetisi(persiapan)

C.  Kegiatan Pada Masyarakat Pedesaan
Menurut Mubiyarto petani indonesia mempunyai sifat-sifat sebagai berikut:
a.    petani itu tidak kolot,tidak bodoh atau tidak malas.mereka sudah bekerja   keras sebisa-bisanya agar tidak mati kelaparan.
b.   sifat hidup penduduk desa atau para petani kecil(petani gurem)dengan rata-rata luas sawah kurang lebih 0,5 ha yang serba kekurangan adalah “nrimo”(menyerah kepada takdir)karena merasa tidak berdaya.


Menurut saya, masyarakat perkotaan adalah masyarakat yang hidup di hiruk pikuk keramaian. Yang segala sesuatunya sudah sangat mudah diakses atau ditemui.

Masyarakat Perkotaan
Kota menurut definisi universal adalah sebuah area urban yang berbeda dari desa ataupun kampong berdasarkan ukuranya,kepadatan penduduk,kepentingan atau status hukum.
Beberapa definisi (secara etimologis) “kota”dalam bahasa lain yang agak tepat dengan pengertian ini,seperti dalam bahasa Cina,kota artinya dinding dan dalam bahasa Belanda kuno,tuiin,bisa berarti pagar.Jadi dengan demikian kota adalah batas.Selanjutnya masyarakat perkotaan sering disebut juga urban community,Pengertian masyarakat kota lebih ditekankan pada sifat-sifat kehidupanya serta cirri-ciri kehidupanya yang berbeda dengan masyarakat pedesaan.
Ada beberapa ciri yamg menonjol  pada masyarakat kota.yaitu:
a. Kehidupan keagamaan berkurang bila dibandingkan dengan kehidupan keagamaan di desa.
b. Orang kota pada umumnya dapat mengurus dirinya sendiri tanpa harus bergantung padaorang lain.
c. Pembagian kerja diantara warga-warga kota juga lebih tegas dan mempunyai batas-batas yang nyata.
d. Kemungkinan-kemungkinan untuk mendapatkan pekerjaan juga lebih banyak diperoleh warga kota daripada warga desa.
e. Jalan pikiran rasional yang pada umumnya dianut masyarakat perkotaan,menyebabkan bahwa interaksi-interaksi yang terjadi lebih didasarkan pada factor kepentingan daripada factor pribadi.
f. Perubahan-perubahan social tampak dengan nyata di kota-kota,sebab masyarakat kota biasanya lebih terbuka dalam menerima hal-hal baru.

  • Kriteria Desa dan Kota
Ada beberapa ciri yang dapat digunakan sebagai petunjuk untuk membedakan antara desa dan kota.Antara lain sebagai berikut
Ø Kota memiliki penduduk yang jumlahnya lebih banyak dibandingkan desa.
Ø Lingkungan hidup di pedesaan sangat jauh berbeda dengan diperkotaan.Lingkungan pedesaan terasa lebih dekat dengan alam bebas,udaranya bersih,sinar matahari cukup dan lain sebagainya.Sedangkan dilingkungan perkotaan yang sebagian besar dilapisi beton dan aspal,bangunan-bangunan menjulang tinggi dan pemukiman yang padat.
Ø Kegiatan utama penduduk desa berada di sector ekonomi primer yaitu bidang agraris(pertanian)
Ø Corak kehidupan social di desa dapat dikatakan masih homogin(satu jenis),sebaliknya di kota sangat heterogin(beraneka ragam) karena disana saling bertemu berbagai suku bangsa,agama,kelompok dan masing-masing memiliki kepentingan yang berlainan.
Ø Sistem pelapisan social di kota jauh lebih kompleks daripada di desa.
Ø Mobilitas (kemampuan bergerak) social di kota jauh lebih besar daripada di desa.
Ø Bila terjadi pertentangan,di usahakan untuk dirukunkan,karena memang prinsip kerukunan inilah yang menjiiwai hubungan sosial pada masyarakat pedesaan,
Ø Jumlah angkatan kerja yang tidak mempunyai pekerjaan tetap di pedesaan jauh lebih besar daripada di perkotaan.
  • Perbedaan antara desa dan kota



  • Aspek Positif dan Negatif
Perkembangan kota merupakan manifestasi dari pola kehidupan sosial, ekonomi, kebudayaan dan politik. Kesemuanya ini akan dicerminkan dalam komponen – komponen yang memebentuk struktur kota tersebut. Jumlah dan kualitas komponen suatu kota sangat ditentukan oleh tingkat perkembangan dan pertumbuhan kota tersebut.
Secara umum dapat dikenal bahwa suatu lingkungan perkotaan , seyogyanya mengandung 5 unsur yang meliputi :
1.      Wisma : Untuk tempat berlindung terhadap alam sekelilingnya.
2.      Karya : Untuk penyediaan lapangan kerja.
3.      Marga : Untuk pengembangan jaringan jalan dan telekomunikasi.
4.      Suka : Untuk fasilitas hiburan, rekreasi, kebudayaan, dan kesenian.
5.      Penyempurnaan : Untuk fasilitas keagamaan, perkuburan, pendidikan, dan utilitas umum.



Untuk itu semua , maka fungsi dan tugas aparatur pemerintah kota harus ditingkatkan :
a.    Aparatur kota harus dapat menangani berbagai masalah yang timbul di kota . Untuk itu maka pengetahuan tentang administrasi kota dan perencanaan kota harus dimilikinya.
b.    Kelancaran dalam pelaksanaan pembangunan dan pengaturan tata kota harus dikerjakan dengan cepat dan tepat , agar tidak disusul dengan masalah lainnya.
c.    Masalah keamanan kota harus dapat ditangani dengan baik sebab kalau tidak , maka kegelisahan penduduk akan menimbulkan masalah baru.
d.   Dalam rangka pemekaran kota , harus ditingkatkan kerjasama yang baik antara para pemimpin di kota dengan para pemimpin di tingkat kabupaten tetapi juga dapat bermanfaat bagi wilayah kabupaten dan sekitarnya .

  • Aspek-aspek Negatif dan Positif
Ø Konflik ( Pertengkaran)
Ramalan orang kota bahwa masyarakat pedesaan adalah masyarakat yang tenang dan harmonis itu memang tidak sesuai dengan kenyataan sebab yang benar dalam masyarakat pedesaan adalah penuh masalah dan banyak ketegangan. Karena setiap hari mereka yang selalu berdekatan dengan orang-orang tetangganya secara terus-menerus dan hal ini menyebabkan kesempatan untuk bertengkar amat banyak sehingga kemungkinan terjadi peristiwa-peristiwa peledakan dari ketegangan amat banyak dan sering terjadi.
Pertengkaran-pertengkaran yang terjadi biasanya berkisar pada masalah sehari-hari rumah tangga dan sering menjalar ke luar rumah tangga. Sedang sumber banyak pertengkaran itu rupa-rupanya berkisar pada masalah kedudukan dan gengsi, perkawinan, dan sebagainya.
Ø Kontraversi (pertentangan)
Pertentangan ini bisa disebabkan oleh perubahan konsep-konsep kebudayaan (adat-istiadat), psikologi atau dalam hubungannya dengan guna-guna (black magic). Para ahli hukum adat biasanya meninjau masalah kontraversi (pertentangan) ini dari sudut kebiasaan masyarakat.
Ø Kompetisi (Persiapan)
Sesuai dengan kodratnya masyarakat pedesaan adalah manusia-manusia yang mempunyai sifat-sifat sebagai manusia biasanya yang antara lain mempunyai saingan dengan manifestasi sebagai sifat ini. Oleh karena itu maka wujud persaingan itu bisa positif dan bisa negatif. Positif bila persaingan wujudnya saling meningkatkan usaha untuk meningkatkan prestasi dan produksi atau output (hasil). Sebaliknya yang negatif bila persaingan ini hanya berhenti pada sifat iri, yang tidak mau berusaha sehingga kadang-kadang hanya melancarkan fitnah-fitnah saja, yang hal ini kurang ada manfaatnya sebaliknya menambah ketegangan dalam masyarakat.


Menurut saya, Perilaku urbanisasi terus terjadi karena kebutuhan ekonomi yang mendesak. Setiap individu yang tinggal di desa ingin mengadu nasib dikota besar karena ingin mendapatkan penghasilan yang tetap untuk mencukupi hidupnya, serta sanak keluarga. Biasanya urbanisasi terjadi disetiap tahun setelah hari raya umat beragama. Contohnya seperti keluarga yang telah bekerja dikota pulang kekampung, saat dari kampung ingin kembali kekota, orang tersebut membawa keluarganya yang ingin mengadu nasib atau bekerja dikota.
Peran pemerintah untuk mengurangi urbanisasi adalah dengan cara membuat perda atau UU mengenai syarat apa saja yang bisa atau dapat tinggal dikota. Contohnya adalah disetiap individu yang ingin hidup atau bertempat tinggal dikota harus memiliki KTP yang berasal dari kota atau tempat yang ingin dia tempati, bukan KTP didesa.
Sebab-Sebab Urbanisasi
Pada dasarnya ada 3 hal utama yang menyebabkan timbulnya urbanisasi :
1.      Adanya pertambahan penduduk secara alamiyah
2.      Terjadinya arus perpindahan dari desa ke kota
3.      Tertariknya pemukiman pedesaan kedalam lingkup kota, sebagai perkembangan kota yang sangat pesat di berbagai bidang, terutama yang berkaitan dengan tersedianya kesempatan kerja

Faktor-faktor pendorong (push factors) adalah factor-faktor yang ada pada masyarakat pedesaan sendiri mendorong penduduk  desa untuk meninggalkan daerah tempat kediamannya. Sedangkan factor-faktor penarik(pull factors) adalah faktor-faktor yang ada di perkotaan dan mampu menarik penduduk desa untuk pindah dan menetap di perkotaan.
Apabila dianalisa lebih jauh lagi, ternyata bahwa sebab-sebab yang mendorong orang-orang desa untuk meninggalkan tempat tinggal asalnya adalah sebagai berikut:
1.        Timbulnya kemiskinan di pedesaan.
2.        Penduduk desa,terutama kaum muda-mudi,merasa tertekan oleh adat istiadat yang ketat,mengakibatkan suatu cara hidup yang monoton.
3.        Di desa-desa tidak banyak kesempatan untuk menambah pengetahuan.
4.        Rekreasi,salah satu factor yang penting di bidang spiritual kurang sekali,dan kalau ada pekembangannya sangat lambat.
5.        Penduduk desa yang mempunyai keahlian lain dari petani,misalnya saja kerajinan tangan,menginginkan pasaran yang lebih luas bagi hasil kegiatannya yang hanya dapat di peroleh di kota.
6.        Kegagalan panen yang di sebabkan berbagai sebab
7.        pertentangan dalam lingkup social,baik antar kelompok,antar golongan,agama dll.

  • Factor-faktor tersebut antara lain:
1.      penduduk desa kebanyakan beranggapan bahwa di kota banyak pekerjaan dan lebih mudah untuk mendapatkan penghasilan.
2.      Usaha untuk mencari pekerjaan yang lebih sesuai denganpendidikan sebenarnya dilatarbelakangi oleh motif untuk mengangkat posisi social dengan cara pergi ke kota dan bekerja disana.
3.      Bagi orang-orang atau kelompok-kelompok tertentu,kota memberi kesempatan untuk menghindarkan diri dari control social yang terlalu ketat.
4.      Dikota lebih banyak kesempatan untuk mengembangkan usaha kerajinan rumah menjadi industri kerajinan,misalnya kerajinan membuat sepatu atau tas wanita.
5.      Kelebihan modal dikota lebih banyak daripada di desa.
6.      Pendidikan,terutama pendidikan lanjutan lebih banyak dikota dan lebih banyak didapat.
7.      Kota merupakan tempat yang lebih menguntungkan untuk mengembangkan jiwa dengan sebaik-baiknya dan seluas-luasnya
8.      Kota dianggap mempunyai tingkat kebudayaan yang lebih tinggi dan merupakan tempat pergaulan dengan segala macam orang dari segala lapisan masyarakat.

  •  Akibat-Akibat Urbanisasi
Hubungan antara desa dan kota bersifat timbal balik dalam arti baik desa maupun kota keduanya pengaruh mempengaruhi. Selanjutnya proses urbanisasiakan menimbulkan akibat lebih jauh lagi , antara lain:
1.      Terbentuknya suburb (tempat-tempat pemukiman baru di pinggirankota,akibat perluasan kota).
2.       Makin meningkatnya tuna karya,
3.       Pertambahan penduduk kota yang pesat  menimbulkan masalah perumahan.

  • Usaha-Usaha Menanggulangi Urbanisasi
Berbagai tindakan tersebut akan di uraikan secara singkat di bawah ini:
1.      Lokal jangka pendek
a.       Pembersihan daerah-daerah perkampungan melarat yang ada di tengah kota .
b.      Perbaikan kampong melarat.
c.       .membuat dan melaksanakan proyek sites and service atau proyek plottownship.
d.      Memperluas kesempatan kerja.
2.      Lokal jangka panjang
Salah satu diantaranya adalah penyusunan masterplan (rencana induk),yaitu himpunan rumusan  tindakan-tindakan  yang harus menjaga sejumlah factor-faktor.
3.      Nasional jangka pendek
Pemerintah dapat mengatur masalah migrasi(perpindahan) penduduk dari desa ke kota dengan peraturan perundang-undangan.
4.      Nasional jangka panjang
Dalam perencanaan tingkat nasional dalam berbagai sector,proses urbanisasi mendapat perhatiaan secukupnya.dalam rencana pengembangan kota misalnya saja dapat direncanakan tindakan-tindakan sebagai berikut:
a.       pemencaran pembangunan kota dengan membangun kota-kota baru.
b.      rencana pembangunan daerah
c.       mengendalikan industrialisasi di kota-kota besar

  • Urbanisme
Untuk membentuk definisi”urbanisme”harus ada criteria tertentu,dan ada yang berpendapat  sebagai berikut:
1.      adanya golongan penduduk di kota
2.      ada suatu system pendidikan
3.      adanya suatu kekuasaan politik
4.      ada golongan pedagang dan pelayanan.
Menurut King dan Culledge(1978),urbanisasi dapat dikenal melalui empat proses utama keruangan(four major spatial processes)yaitu:
1.      Adanya pemusatan kekuasaan pemerintah kota sebagai pengambil keputusan.
2.      Adanya arus modal dan investasi untik mengatur kemakmuran kotadan wilayah di sekitarnya.
3.      Difusi inovasi dan perubahan yang berpengaruh terhadap aspek social,ekonomi dll.
4.      Migrasi dan pemukiman baru dapat terjadi apabila pengaruh kotasecara terus menerus masuk ke daerah pedesaan.







 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar