Minggu, 09 November 2014

INDIVIDU,KELUARGA,DAN MASYARAKAT

INDIVIDU,KELUARGA,DAN MASYARAKAT

Individu adalah unit terkecil pembentuk masyarakat. Dalam ilmu sosial, individu berarti juga bagian terkecil dari kelompok masyarakat yang tidak dapat dipisah lagi menjadi bagian yang lebih kecil.
Dalam pandangan psikologi sosial, manusia itu disebut individu bila pola tingkah lakunya bersifat spesifik dirinya dan bukan lagi mengikuti pola tingkah laku umum. Ini berarti bahwa individu adalah seorang manusia yang tidak hanya memiliki peranan-peranan yang khsa didalam lingkungan sosialnya, meliankan juga mempunyai kepribadian serta pola tingkah laku spesifik dirinya. Didalam suatu kerumunan massa manusia cenderung menyingkirkan individualitasnya, karena tingkah laku yang ditampilkannya hamper identik dengan tingkah laku masa.


Keluarga adalah sekumpulan beberapa individu yg bertempat tinggal atau hidup di dalam satu rumah. Hubungan keluarga diawali dengan pernikahan. Dari pernikahan tersebut, satu pasangan dapat memiliki beberapa orang anak. Dan iulah awal mula terbentuknya keluarga. Dan yang bisa disebut keluarga adalah satu atau lebih individu yang memiliki pertalian darah.

1.        DEFINISI KELUARGA
a.    Duvall dan Logan ( 1986 )
Keluarga adalah sekumpulan orang dengan ikatan perkawinan, kelahiran, dan adopsi yang bertujuan untuk menciptakan, mempertahankan budaya, dan meningkatkan perkembangan fisik, mental, emosional, serta sosial dari tiap anggota keluarga.
b.    Bailon dan Maglaya ( 1978 ) :
Keluarga adalah dua atau lebih individu yang hidup dalam satu rumah tangga karena adanya hubungan darah, perkawinan, atau adopsi. Mereka saling berinteraksi satu dengan yang lain, mempunyai peran masing-masing dan menciptakan serta mempertahankan suatu budaya.
c.    Departemen Kesehatan RI ( 1988 )
Keluarga merupakan unit terkecil dari masyarakat yang terdiri dari kepala keluarga dan beberapa orang yang berkumpul dan tinggal di suatu tempat di bawah satu atap dalam keadaan saling ketergantungan.
d.   Burges (1963)
Burges memberikan pandangan tentang definisi keluarga yang berorientasi kepada tradisi, yaitu (Setiawati,2008 : 13) :


Masyarakat adalah sekumpulan individu yang hidup dan berkumpul yang bertempat tinggal atau mendiami suatu daerah. Setiap orang yang hidup di masyarakat tidak akan pernah bisa hidup sendiri. Mereka selalu melakukan hubungan interaksi sosial. Didalam masyarakat biasanya ada pemuka agama, sekumpulan remaja masjid, ibu pengajian, dan yang lainnya.

TUJUAN DAN FUNGSI MASYARAKAT
a.    Tujuan membangun masyarakat
1.      Untuk membangun rasa senasib dan sepenanggungan di antara mereka, khususnya manusia Indonesia yang mewujudkan rasa persatuan.
2.      Agar tertanam rasa toleransi di antara mereka, seorang hanya mempunyai arti bagaimana ia menjadi bagian dalam kelompok.
3.      Agar timbul kesadaran bahwa di antara mereka terdapat saling ketergantungan yang berkaitan dengan kepedulian sosial.
4.      Salah satu keberartian seseorang adanya nilai-nilai demokrasi yang tumbuh dan dimiliki sebagai sikap menghargai perasan dan pendapat sesama yang pada gilirannya menciptakan suatu kesatuan sosial.
b.   Fungsi Masyarakat
Masyarakat suatu tipe sistem sosial dapat dianalisis dari empat fungsinya yang diperlukan yakni:
1.      Fungsi pemeliharaan pola, Fungsi ini berkaitan dengan hubungan antara masyarakat sebagai suatu sistem sosial dengan subsistem kultural. Fungsi ini mempertahankan prinsip-prinsip tertinggi masyarakat sambil menyediakan dasar dalam berprilaku menuju realitas yang tinggi.
2.      Fungsi interaksi, Fungsi ini mencakup koordinasi yang diperlukan antara unit-unit yang menjadi bagian dari suatu stem sosial. Khususnya yang berkaitang dengan kontribusi unit-unit pada organisasi dan fungsinya unit-unit terhadap keselurahan sistem.
3.      Fungsi untuk tujuan/pencapaian tujuan, fungsi ini mengatur hubungan antar masyarakat sebagai sistem sosial dengan subtansi kepribadian. Fungsi ini tercemin dalam penyusunan skala prioritas dari segala tujuan yang hendak dicapai dan menentukan bagaimana suatu sistem mobilitas sumber daya serta tenaga yang bersedia untuk mencapai tujuan tersebut.
4.      Fungsi adaptasi, menyangkut hubungan antara masyarakat dengan sistem sosial dengan subsistem organisasi tindakan dengan  alam psiko-organik Secara umum fungsi ini menyangkut hubungan kemampuan masyarakat menyesuaikan diri terhadap lingkungan hidup.

Fungsi Keluarga adalah untuk menjaga,melindungi,mendidik, dan berbagi kehangatan kebersamaan. Disetiap individu yang tinggal didalam suatu keluarga harus memiliki sikap saling menyayangi,saling mengerti,dan saling tolong-menolong. Karena keluarga adalah suatu elemen yg harus dijaga keutuhannya. Setiap orang yang tinggal disuatu keluarga juga harus bisa menjaga nama baik keluarga dan martabat itu sendiri.

Ada beberapa peranan individu didalam keluarga, diantaranya :
Ø  Peran ayah, adalah mencari nafkah,pendidik,pelindung,dan sebagai pemberi rasa aman. Sebagai kepla keluarga juga seorang ayah harus bisa menjadi iman dan pemimpin yang baik bagi keluarganya.
Ø  Peran ibu, adalah untuk mengurusi urusan rumah tangga. Sperti mencuci,memasak dan yang lainnya, sebagai pengasuh dan pendidik anaknya. Selain itu untuk bagi para ibu yang berkarir, mereka juga harus bisa menyisihkan waktu untuk mengahabiskan waktu bersama keluarganya, bersama suami dan anak-anaknya.
Ø  Peran anak, adalah melakukan apa yang harus dilakukan, tentunya dilingkungan keluarga. Sebagai anak juga kita harus bisa membantu dan meringankan beban orang tua, dan yang paling utama kita harus bisa membahagiakannya.



Indikator keluarga sejahtera adalah sebagai berikut:

1.    Keluarga Pra Sejahtera
Keluarga prasejahtera belum dapat memenuhi salah satu atau lebih indikator keluarga sejahtera harapan.
2.    Keluarga sejahtera tahap I
a.       Melaksanakan ibadah menurut agama yang dianut masing-masing.
b.      Makan dua kali sehari atau lebih.
c.       Pakaian yang berbeda untuk berbagai keperluan.
d.      Rumah sebagian lantai bukan tanah.
e.       Kesehatan (bila anak sakit atau PUS ingin ber-KB dibawa ke sarana/ petugas kesehatan).
3.    Keluarga sejahtera tahap II
Bila keluarga sudah mampu melaksanakan indikator pada keluarga sejahtera tahap I dan sudah mampu melaksanakan indikator sebagai berikut :
a.       Anggota keluarga melaksanakan ibadah secara teratur menurut agama yang dianut masing-masing.
b.      Makan daging/ ikan/ telur sebagai lauk pauk minimal satu kali dalam seminggu.
c.       Memperoleh pakaian baru dalam satu tahun terakhir.
d.      Luas lantai tiap penghuni rumah 8 meter.
e.       Anggota keluarga sehat dalam 3 bulan terakhir, sehingga dapat melaksanakan peran dan fungsinya masing-masing.
f.       Minimal satu anggota keluarga 15 tahun ke atas mempunyai penghasilan yang tetap.
g.      Bisa baca tulis latin bagi seluruh anggota keluarga yang berumur 10 – 60 tahun.
h.      Anak usia sekolah (7 – 10 tahun) bersekolah.
i.        Anak hidup dua atau lebih, keluarga yang masih dalam masa pasangan usia subur saat ini memakai alat kontrasepsi.
4.    Keluarga sejahtera tahap III
Bila keluarga sudah mampu melaksanakan indikator pada keluarga sejahtera tahap II serta sudah mampu melaksanakan indikator sebagai berikut :
a.         Upaya keluarga untuk meningkatkan dan menambah pengetahuan agama.
b.        Keluarga mempunyai tabungan.
c.         Makan bersama minimal sekali sehari.
d.        Ikut serta sehari.
e.         Ikut serta dalam kegiatan masyarakat.
f.         Rekreasi bersama minimal 6 bulan sekali.
g.        Memperoleh berita dari surat kabar, TV, dll.
h.        Anggota keluarga mampu menggunakan sarana transportasi.
5.    Keluarga sejahtera tahap IV
Bila keluarga telah mampu memenuhi kebutuhan pada keluarga sejahtera tahap I, tahap II, tahap III, dan sudah mampu melaksanakan indikator sebagai berikut:
a.         Memberikan sumbangan secara teratur dan sukarela dalam bentuk material kepada masyarakat.
b.        Aktif sebagai pengurus dalam kegiatan kemasyarakatan atau yayasan sosial.

 
FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PERTUMBUHAN INDIVIDU

Ada beberapa faktor yang mempengaruhi pertumbuhan individu, yaitu:
1.    Faktor Biologis
Semua manusia normal dan sehat pasti memiliki anggota tubuh yang utuh seperti kepala, tangan , kaki dan lainya. Hal ini dapat menjelaskan bahwa beberapa persamaan dalam kepribadian dan perilaku. Namun ada warisan biologis yang bersifat khusus. Artinya, setiap individu tidak semua ada yang memiliki karakteristik fisik yang sama.
2.    Faktor Geografis
Setiap lingkungan fisik yang baik akan membawa kebaikan pula pada penghuninya. Sehingga menyebabkan hubungan antar individu bisa berjalan dengan baik dan mencimbulkan kepribadian setiap individu yang baik juga. Namun jika lingkungan fisiknya kurang baik dan tidak adanya hubungan baik dengan individu yang lain, maka akan tercipta suatu keadaan yang tidak baik pula.
3.    Faktor Kebudayaan Khusus
Perbedaan kebuadayaan dapat mempengaruhi kepribadian anggotanya. Namun, tidak berarti semua individu yang ada didalam masyarakat yang memiliki kebudayaan yang sama juga memiliki kepribadian yang sama juga.

       Dari semua faktor-faktor  di atas dan pengaruh dari lingkungan sekitar seperti keluarga dan masyarakat maka akan memberikan pertumbuhan bagi suatu individu. Seiring berjalannya waktu, maka terbentuklah individu yang sesuai dan dapat menyesuaikan dengan lingkungan sekitar.












Daftar Pustaka:




Tidak ada komentar:

Posting Komentar