Minggu, 09 November 2014

INDIVIDU,KELUARGA,DAN MASYARAKAT

INDIVIDU,KELUARGA,DAN MASYARAKAT

Individu adalah unit terkecil pembentuk masyarakat. Dalam ilmu sosial, individu berarti juga bagian terkecil dari kelompok masyarakat yang tidak dapat dipisah lagi menjadi bagian yang lebih kecil.
Dalam pandangan psikologi sosial, manusia itu disebut individu bila pola tingkah lakunya bersifat spesifik dirinya dan bukan lagi mengikuti pola tingkah laku umum. Ini berarti bahwa individu adalah seorang manusia yang tidak hanya memiliki peranan-peranan yang khsa didalam lingkungan sosialnya, meliankan juga mempunyai kepribadian serta pola tingkah laku spesifik dirinya. Didalam suatu kerumunan massa manusia cenderung menyingkirkan individualitasnya, karena tingkah laku yang ditampilkannya hamper identik dengan tingkah laku masa.


Keluarga adalah sekumpulan beberapa individu yg bertempat tinggal atau hidup di dalam satu rumah. Hubungan keluarga diawali dengan pernikahan. Dari pernikahan tersebut, satu pasangan dapat memiliki beberapa orang anak. Dan iulah awal mula terbentuknya keluarga. Dan yang bisa disebut keluarga adalah satu atau lebih individu yang memiliki pertalian darah.

1.        DEFINISI KELUARGA
a.    Duvall dan Logan ( 1986 )
Keluarga adalah sekumpulan orang dengan ikatan perkawinan, kelahiran, dan adopsi yang bertujuan untuk menciptakan, mempertahankan budaya, dan meningkatkan perkembangan fisik, mental, emosional, serta sosial dari tiap anggota keluarga.
b.    Bailon dan Maglaya ( 1978 ) :
Keluarga adalah dua atau lebih individu yang hidup dalam satu rumah tangga karena adanya hubungan darah, perkawinan, atau adopsi. Mereka saling berinteraksi satu dengan yang lain, mempunyai peran masing-masing dan menciptakan serta mempertahankan suatu budaya.
c.    Departemen Kesehatan RI ( 1988 )
Keluarga merupakan unit terkecil dari masyarakat yang terdiri dari kepala keluarga dan beberapa orang yang berkumpul dan tinggal di suatu tempat di bawah satu atap dalam keadaan saling ketergantungan.
d.   Burges (1963)
Burges memberikan pandangan tentang definisi keluarga yang berorientasi kepada tradisi, yaitu (Setiawati,2008 : 13) :


Masyarakat adalah sekumpulan individu yang hidup dan berkumpul yang bertempat tinggal atau mendiami suatu daerah. Setiap orang yang hidup di masyarakat tidak akan pernah bisa hidup sendiri. Mereka selalu melakukan hubungan interaksi sosial. Didalam masyarakat biasanya ada pemuka agama, sekumpulan remaja masjid, ibu pengajian, dan yang lainnya.

TUJUAN DAN FUNGSI MASYARAKAT
a.    Tujuan membangun masyarakat
1.      Untuk membangun rasa senasib dan sepenanggungan di antara mereka, khususnya manusia Indonesia yang mewujudkan rasa persatuan.
2.      Agar tertanam rasa toleransi di antara mereka, seorang hanya mempunyai arti bagaimana ia menjadi bagian dalam kelompok.
3.      Agar timbul kesadaran bahwa di antara mereka terdapat saling ketergantungan yang berkaitan dengan kepedulian sosial.
4.      Salah satu keberartian seseorang adanya nilai-nilai demokrasi yang tumbuh dan dimiliki sebagai sikap menghargai perasan dan pendapat sesama yang pada gilirannya menciptakan suatu kesatuan sosial.
b.   Fungsi Masyarakat
Masyarakat suatu tipe sistem sosial dapat dianalisis dari empat fungsinya yang diperlukan yakni:
1.      Fungsi pemeliharaan pola, Fungsi ini berkaitan dengan hubungan antara masyarakat sebagai suatu sistem sosial dengan subsistem kultural. Fungsi ini mempertahankan prinsip-prinsip tertinggi masyarakat sambil menyediakan dasar dalam berprilaku menuju realitas yang tinggi.
2.      Fungsi interaksi, Fungsi ini mencakup koordinasi yang diperlukan antara unit-unit yang menjadi bagian dari suatu stem sosial. Khususnya yang berkaitang dengan kontribusi unit-unit pada organisasi dan fungsinya unit-unit terhadap keselurahan sistem.
3.      Fungsi untuk tujuan/pencapaian tujuan, fungsi ini mengatur hubungan antar masyarakat sebagai sistem sosial dengan subtansi kepribadian. Fungsi ini tercemin dalam penyusunan skala prioritas dari segala tujuan yang hendak dicapai dan menentukan bagaimana suatu sistem mobilitas sumber daya serta tenaga yang bersedia untuk mencapai tujuan tersebut.
4.      Fungsi adaptasi, menyangkut hubungan antara masyarakat dengan sistem sosial dengan subsistem organisasi tindakan dengan  alam psiko-organik Secara umum fungsi ini menyangkut hubungan kemampuan masyarakat menyesuaikan diri terhadap lingkungan hidup.

Fungsi Keluarga adalah untuk menjaga,melindungi,mendidik, dan berbagi kehangatan kebersamaan. Disetiap individu yang tinggal didalam suatu keluarga harus memiliki sikap saling menyayangi,saling mengerti,dan saling tolong-menolong. Karena keluarga adalah suatu elemen yg harus dijaga keutuhannya. Setiap orang yang tinggal disuatu keluarga juga harus bisa menjaga nama baik keluarga dan martabat itu sendiri.

Ada beberapa peranan individu didalam keluarga, diantaranya :
Ø  Peran ayah, adalah mencari nafkah,pendidik,pelindung,dan sebagai pemberi rasa aman. Sebagai kepla keluarga juga seorang ayah harus bisa menjadi iman dan pemimpin yang baik bagi keluarganya.
Ø  Peran ibu, adalah untuk mengurusi urusan rumah tangga. Sperti mencuci,memasak dan yang lainnya, sebagai pengasuh dan pendidik anaknya. Selain itu untuk bagi para ibu yang berkarir, mereka juga harus bisa menyisihkan waktu untuk mengahabiskan waktu bersama keluarganya, bersama suami dan anak-anaknya.
Ø  Peran anak, adalah melakukan apa yang harus dilakukan, tentunya dilingkungan keluarga. Sebagai anak juga kita harus bisa membantu dan meringankan beban orang tua, dan yang paling utama kita harus bisa membahagiakannya.



Indikator keluarga sejahtera adalah sebagai berikut:

1.    Keluarga Pra Sejahtera
Keluarga prasejahtera belum dapat memenuhi salah satu atau lebih indikator keluarga sejahtera harapan.
2.    Keluarga sejahtera tahap I
a.       Melaksanakan ibadah menurut agama yang dianut masing-masing.
b.      Makan dua kali sehari atau lebih.
c.       Pakaian yang berbeda untuk berbagai keperluan.
d.      Rumah sebagian lantai bukan tanah.
e.       Kesehatan (bila anak sakit atau PUS ingin ber-KB dibawa ke sarana/ petugas kesehatan).
3.    Keluarga sejahtera tahap II
Bila keluarga sudah mampu melaksanakan indikator pada keluarga sejahtera tahap I dan sudah mampu melaksanakan indikator sebagai berikut :
a.       Anggota keluarga melaksanakan ibadah secara teratur menurut agama yang dianut masing-masing.
b.      Makan daging/ ikan/ telur sebagai lauk pauk minimal satu kali dalam seminggu.
c.       Memperoleh pakaian baru dalam satu tahun terakhir.
d.      Luas lantai tiap penghuni rumah 8 meter.
e.       Anggota keluarga sehat dalam 3 bulan terakhir, sehingga dapat melaksanakan peran dan fungsinya masing-masing.
f.       Minimal satu anggota keluarga 15 tahun ke atas mempunyai penghasilan yang tetap.
g.      Bisa baca tulis latin bagi seluruh anggota keluarga yang berumur 10 – 60 tahun.
h.      Anak usia sekolah (7 – 10 tahun) bersekolah.
i.        Anak hidup dua atau lebih, keluarga yang masih dalam masa pasangan usia subur saat ini memakai alat kontrasepsi.
4.    Keluarga sejahtera tahap III
Bila keluarga sudah mampu melaksanakan indikator pada keluarga sejahtera tahap II serta sudah mampu melaksanakan indikator sebagai berikut :
a.         Upaya keluarga untuk meningkatkan dan menambah pengetahuan agama.
b.        Keluarga mempunyai tabungan.
c.         Makan bersama minimal sekali sehari.
d.        Ikut serta sehari.
e.         Ikut serta dalam kegiatan masyarakat.
f.         Rekreasi bersama minimal 6 bulan sekali.
g.        Memperoleh berita dari surat kabar, TV, dll.
h.        Anggota keluarga mampu menggunakan sarana transportasi.
5.    Keluarga sejahtera tahap IV
Bila keluarga telah mampu memenuhi kebutuhan pada keluarga sejahtera tahap I, tahap II, tahap III, dan sudah mampu melaksanakan indikator sebagai berikut:
a.         Memberikan sumbangan secara teratur dan sukarela dalam bentuk material kepada masyarakat.
b.        Aktif sebagai pengurus dalam kegiatan kemasyarakatan atau yayasan sosial.

 
FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PERTUMBUHAN INDIVIDU

Ada beberapa faktor yang mempengaruhi pertumbuhan individu, yaitu:
1.    Faktor Biologis
Semua manusia normal dan sehat pasti memiliki anggota tubuh yang utuh seperti kepala, tangan , kaki dan lainya. Hal ini dapat menjelaskan bahwa beberapa persamaan dalam kepribadian dan perilaku. Namun ada warisan biologis yang bersifat khusus. Artinya, setiap individu tidak semua ada yang memiliki karakteristik fisik yang sama.
2.    Faktor Geografis
Setiap lingkungan fisik yang baik akan membawa kebaikan pula pada penghuninya. Sehingga menyebabkan hubungan antar individu bisa berjalan dengan baik dan mencimbulkan kepribadian setiap individu yang baik juga. Namun jika lingkungan fisiknya kurang baik dan tidak adanya hubungan baik dengan individu yang lain, maka akan tercipta suatu keadaan yang tidak baik pula.
3.    Faktor Kebudayaan Khusus
Perbedaan kebuadayaan dapat mempengaruhi kepribadian anggotanya. Namun, tidak berarti semua individu yang ada didalam masyarakat yang memiliki kebudayaan yang sama juga memiliki kepribadian yang sama juga.

       Dari semua faktor-faktor  di atas dan pengaruh dari lingkungan sekitar seperti keluarga dan masyarakat maka akan memberikan pertumbuhan bagi suatu individu. Seiring berjalannya waktu, maka terbentuklah individu yang sesuai dan dapat menyesuaikan dengan lingkungan sekitar.












Daftar Pustaka:




Jumat, 17 Oktober 2014

MEMBLUDAKNYA PENDUDUK, FAKTOR PENGARUH BUDAYA, DAN MASYARAKAT DI INDONESIA


 Cara mencegah membludaknya penduduk di Indonesia

Menurut saya cara yang paling ampuh untuk mengatasi membludaknya jumlah penduduk adalah dengan membuat aturan bahwa disetiap kepala keluarga hanya boleh memiliki 2 anak. Dan barangsiapa yang melanggar bisa atau dapat dikenakan sanksi atau denda. Mungkin dengan cara itu pemerintah bisa menekan membludaknya jumlah penduduk di Indonesia yang setiap tahunnya semakin meningkat.
Atau dengan opsi lain,yaitu dengan menerapkan atau lebih menggalakkan program pil KB(keluarga berencana) disetiap kepala keluarga. Mungkin dengan cara ini secara umum juga bisa menekan atau mengurangi jumlah angka kelahiran.
Opsi ketiga, menurut saya pemerintah harus memberlakukan minimal atau batasan seseorang untuk menikah. Contohnya : Wanita boleh menikah jika umurnya sudah meginjak atau memasuki 20 tahun. Atau laki-laki minimal boleh menikah jika umurnya sudah meginjak atau memasuki 22 tahun. Mungkin opsi tersebut juga bisa membantu mengurangi kepadatan atau membludaknya pertumbuhan penduduk di Indonesia.

Dan untuk mengatasi atau mencegah masalah membludaknya penduduk di Indonesia dalam bidang sosial dan ekonomi adalah dengan cara :
Ø  Membuat atau menambah lapangan kerja
Ø  Meningkatkan kesadaran atau kepedulian pendidikan itu sangatlah penting
Ø  Mengurangi kepadatan penduduk dengan program transmigrasi.
Ø  Meningkatkan potensi SDA(sumber daya alam) yg ada.
Ø  Meningkatkan atau mengolah tempat yang berpotensi untuk dijadikan tempat rekreasi.
Ø  Mengembangkan kebudayaan tradisional agar bisa dipentaskan dan menarik minat wisatawan lokal maupun mancanegara untuk berkunjung ke Indonesia.

Kebudayaan seperti apa yang dapat mempengaruhi kepribadian seseorang
Kebudayaan setiap orang atau individu menurut saya adalah tergantung dimana mereka saat kecil dilahirkan. Karena sejak kecil anak sudah diajarkan oleh kedua orangtuanya atau orang-orang terdekatnya. Seperti bahasa, anak kecil yang dilahirkan didaerah bandung pasti akan berbicara bahasa sunda sebagai bahasa daerahnya begitu juga yang lainnya.
Adapun faktor yang lainnya adalah:
1.      Faktor Biologis
    Faktor biologis merupakan faktor yang berhubungan dengan keadaan jasmani, atau seringkali pula disebut faktor fisiologis seperti keadaan genetik, pencernaan, pernafasaan, peredaran darah, kelenjar-kelenjar, saraf, tinggi badan, berat badan, dan sebagainya. Kita mengetahui bahwa keadaan jasmani setiap orang sejak dilahirkan telah menunjukkan adanya perbedaan-perbedaan. Hal ini dapat kita lihat pada setiap bayi yang baru lahir. Ini menunjukkan bahwa sifat-sifat jasmani yang ada pada setiap orang ada yang diperoleh dari keturunan, dan ada pula yang merupakan pembawaan anak/orang itu masing-masing. Keadaan fisik tersebut memainkan peranan yang penting pada kepribadian seseorang.
2.      Faktor Sosial
Faktor sosial yang dimaksud di sini adalah masyarakat ; yakni manusia-manusia lain disekitar individu yang bersangkutan. Termasuk juga kedalam faktor sosial adalah tradisi-tradisi, adat istiadat, peraturan-peraturan, bahasa, dan sebagainya yang berlaku dimasyarakat itu. Sejak dilahirkan, anak telah mulai bergaul dengan orang-orang disekitarnya. Dengan lingkungan yang pertama adalah keluarga. Dalam perkembangan anak, peranan keluarga sangat penting dan menentukan bagi pembentukan kepribadian selanjutnya. Keadaan dan suasana keluarga yang berlainan memberikan pengaruh yang bermacam-macam pula terhadap perkembangan kepribadian anak.
Pengaruh lingkungan keluarga terhadap perkembangan anak sejak kecil adalah sangat mendalam dan menentukan perkembangan pribadi anak selanjutnya. Hal ini disebabkan karena pengaruh itu merupakan pengalaman yang pertama, pengaruh yang diterima anak masih terbatas jumlah dan luasnya, intensitas pengaruh itu sangat tinggi karena berlangsung terus menerus, serta umumnya pengaruh itu diterima dalam suasana bernada emosional. Kemudian semakin besar seorang anak maka pengaruh yang diterima dari lingkungan sosial makin besar dan meluas. Ini dapat diartikan bahwa faktor sosial mempunyai pengaruh terhadap perkembangan dan pembentukan kepribadian.
3.      Faktor Kebudayaan
Perkembangan dan pembentukan kepribadian pada diri masing-masing orang tidak dapat dipisahkan dari kebudayaan masyarakat di mana seseorang itu dibesarkan. Beberapa aspek kebudayaan yang sangat mempengaruhi perkembangan dan pembentukan kepribadian antara lain:
a)      Nilai-nilai (Values)
Di dalam setiap kebudayaan terdapat nilai-nilai hidup yang dijunjung tinggi oleh manusia-manusia yang hidup dalam kebudayaan itu. Untuk dapat diterima sebagai anggota suatu masyarakat, kita harus memiliki kepribadian yang selaras dengan kebudayaan yang berlaku di masyarakat itu.
b)      Adat dan Tradisi.
Adat dan tradisi yang berlaku disuatu daerah, di samping menentukan nilai-nilai yang harus ditaati oleh anggota-anggotanya, juga menentukan pula cara-cara bertindak dan bertingkah laku yang akan berdampak pada kepribadian seseorang.
c)      Pengetahuan dan Keterampilan.
Tinggi rendahnya pengetahuan dan keterampilan seseorang atau suatu masyarakat mencerminkan pula tinggi rendahnya kebudayaan masyarakat itu. Makin tinggi kebudayaan suatu masyarakat makin berkembang pula sikap hidup dan cara-cara kehidupannya.
d)     Bahasa
Di samping faktor-faktor kebudayaan yang telah diuraikan di atas, bahasa merupakan salah satu faktor yang turut menentukan cirri-ciri khas dari suatu kebudayaan. Betapa erat hubungan bahasa dengan kepribadian manusia yang memiliki bahasa itu. Karena bahasa merupakan alat komunikasi dan alat berpikir yang dapat menunukkan bagaimana seseorang itu bersikap, bertindak dan bereaksi serta bergaul dengan orang lain.
4.      Daya Tarik
Orang yang dinilai oleh lingkungannya menarik biasanya memiliki lebih banyak karakteristik kepribadian yang diinginkan dari pada orang yang dinilai kurang menarik, dan bagi mereka yang memiliki karakteristik menarik akan memperkuat sikap sosial yang menguntungkan.
5.      Inteligens
Perhatian lebih terhadap anak yang pandai dapat menjadikan ia sombong, dan anak yang kurang pandai merasa bodoh. Apabila berdekatan dengan orang yang pandai tersebut, dan tidak jarang memberikan perlakuan yang kurang baik.
6.      Emosi
Ledakan emosional tanpa sebab yang tinggi dinali sebagai orang yang tidak matang. Penekanan ekspresi emosional membuat seseorang murung dan cenderung kasar, tidak mau bekerja sama dan sibuk sendiri.
7.      Nama
Walaupun hanya sekedar nama, tetapi memiliki sedikit pengaruh terhadap konsep diri, namun pengaruh itu hanya terasa apabila anak menyadari bagaimana nama itu mempengaruhi orang yang berarti dalam hidupnya. Nama yang dipakai memanggil ,mereka (karena nama itu mempunyai asosiasi yang menyenangkan atau tidak menyenangkan dalam pikiran orang lain) akan mewarnai penilainya orang terhadap dirinya.
8.      Keberhasilan dan Kegagalan
Keberhasilan dan kegagalan akan mempengaruhi konsep diri, kegagalan dapat merusak konsep diri, sedangkan keberhasilan akan menunjang konsep diri itu.
9.      Penerimaan Sosial
Anak yang diterima dalam kelompok sosialnya dapat mengembangkan rasa percaya diri dan kepandaiannya. Sebaliknya anak yang tidak diterima dalam lingkungan sosialnya akan membenci orang lain, cemberut, dan mudah tersinggung.
10.  Pengaruh Keluarga
Pengaruh keluarga sangat mempengaruhi kepribadian anak, sebab waktu terbanyak anak adalah keluarga dan di dalam keluarga itulah diletakkan sendi sendi dasar kepribadian.
11.  Perubahan Fisik
Perubahan kepribadian dapat disebabkan oleh adanya perubahan kematangan fisik yang mengarah kepada perbaikan kepribadian. Akan tetapi, perubahan fisik yang mengarah pada klimakterium dengan meningkatnya usia dianggap sebagai suatu kemunduran menuju ke arah yang lebih buruk.


Apa yg dimaksud dengan masyarakat?
Menurut saya masyarakayat adalah sekelompok orang atau sekumpulan lebih dari satu orang yang hidup berkumpul atau berkoloni yang setiap saatnya melakukan interaksi sosial. Dan setiap orang yang hidup di masyarakat tak pernah bisa lepas dari hubungan interaksi sosial. Mereka pun tak bisa hidup sendiri. Didalam masyarakat biasanya ada pemuka agama,sekumpulan karang taruna,kumpulan remaja masjid dan lainnya.
Masyarakat (yang diterjemahkan dari istilah society) adalah sekelompok orang yang membentuk sebuah sistem semi tertutup atau sebaliknya, dimana kebanyakan interaksi adalah antara individu-individu yang terdapat dalam kelompok tersebut. Kata "masyarakat" berakar dari bahasa Arab, musyarakah. Arti yang lebih luasnya, sebuah masyarakat adalah suatu jaringan hubungan-hubungan antar entitas-entitas. Masyarakat adalah sebuah kelompok atau komunitas yang interdependen atau individu yang saling bergantung antara yang satu dengan lainnya. Pada umumnya sebutan masyarakat dipakai untuk mengacu sekelompok individu yang hidup bersama dalam satu komunitas yang teratur.
Syaikh Taqyuddin An-Nabhani seorang pakar sosiologi menjabarkan tentang definisi masyarakat, "sekelompok manusia bisa disebut sebagai suatu masyarakat apabila mempunyai pemikiran, perasaan, serta sistem atau aturan yang sama". Dengan kesamaan itu, manusia lalu berhubungan saling berinteraksi antara sesama mereka berdasarkan kepentingan bersama.
Masyarakat sering dikelompokkan berdasarkan cara utamanya dalam mencari penghasilan atau kebutuhan hidup. Beberapa ahli ilmu sosial mengelompokkan masyarakat sebagai: masyarakat pastoral nomadis, masyarakat pemburu, masyarakat bercocoktanam, dan masyarakat agrikultural intensif disebut juga sebagai masyarakat peradaban. Sebagian pakar beranggapan masyarakat industri dan post-industri sebagai kelompok masyarakat yang terpisah dari kelompok masyarakat agrikultural tradisional.
Masyarakat bisa juga diorganisasikan atas dasar struktur politiknya: berdasarkan urutan kompleksitas dan besar, suku, terdapat masyarakat band, chiefdom, dan masyarakat negara.
Kata society berasal dari kata latin, societas, yang mempunyai makna hubungan persahabatan dengan yang lain. Societas berinduk pada kata socius yang memiliki arti teman, sehingga makna society berkaitan erat dengan kata sosial. Secara tersirat, kata society memiliki kandungan arti bahwa setiap anggotanya mempunyai perhatian dan kepentingan yang sama dalam mencapai tujuan bersama. Baca juga untuk referensi anda tentang definisi sosiologi.



Selasa, 30 September 2014

MANUSIA SEBAGAI MAKHLUK SOSIAL



MANUSIA SEBAGAI MAKHLUK SOSIAL


Nama         :  Achmad Nur Riansyah
NPM           : 10414131
Kelas           :1IB03                                            


1.               Secara kodrati, manusia merupakan makhluk monodualistis, artinya selain sebagai makhluk individu, manusia juga berperan sebagai makhluk sosial. Sebagai makhluk sosial, manusia dituntut untuk mampu bekerjasama dengan orang lain sehingga tercipta sebuah kehidupan yang damai.
Berikut ini adalah pengertian dan definisi makhluk sosial menurut para ahli:
#        Dr. JOHANNES GARANG
       Makhluk sosial adalah makhluk berkelompok dan tidak mampu hidup menyendiri.
#        NANA SUPRIATNA
Makhluk sosial adalah makhluk yang memiliki kecenderungan menyukai dan membutuhkan kehadiran sesamanya sebagai kebutuhan dasar yang disebut kebutuhan sosial (social needs)
#        WALUYO
Makhluk sosial adalah makhluk yang selalu berinteraksi dengan sesamanya, saling membutuhkan satu sama lain.
#        ARISTOTELES
Makhluk sosial merupakan zoon politicon, yang berarti menusia dikodratkan untuk hidup bermasyarakat dan berinteraksi satu sama lain
#        MOMON SUDARMA
Makhluk sosial merupakan makhluk yang dalam kesehariannya sangat membutuhkan peran makhluk yang lainnya.
#        MUHAMMAD ZUHRI
Makhluk sosial adalah makhluk yang tidak akan sanggup hidup sedniri, selalu bergantung pada orang lain dan apa yang dibutuhkannya dalam hidup juga dibutuhkan pula oleh orang lain
#        DELIARNOV
Makhluk sosial adalah makhluk yang mustahil dapat hidup sendiri serta membutuhkan sesamanya dalam melakukan aktivitas sehari0hari
#        LITURGIS
Makhluk sosial merupakan makhluk yang saling berhubungan satu sama lain serta tidak dapat melepaskan diri dari hidup bersama.

       Dan manusia disebut sebagai makhluk yang berbudaya tidak lain adalah makhluk yang senantiasa mendayagunakan akal budinya untuk menciptakan kebahagiaan, karena yang membahagiakan hidup manusia itu hakikatnya sesuatu yang baik,benar dan adil, maka hanya manusia yang selalu berusaha menciptakan kebaikan, kebenaran dan keadilan sajalah yang berhak menyandang gelar manusia berbudaya.
       Budaya adalah suatu cara hidup yang berkembang dan dimiliki bersama oleh sebuah kelompok orang dan diwariskan dari generasi ke generasi. Budaya terbentuk dari banyak unsur yang rumit, termasuk sistem agama dan politik, adat istiadat, bahasa, perkakas, pakaian, bangunan, dan karya seni. Dengan berbudaya, manusia dapat memenuhi kebutuhan dan menjawab tantangan hidupnya.
       Manusia berbeda dengan makhluk lainnya, manusia menjalani hidup sesuai dengan adab-adab yang diterapkan dilingkungan sekitar. Oleh karenanya manusia harus bersosialisasi dan memenuhi adab-adab yang telah disosialisasikan oleh orang-orang sebelumnya. Orang-orang yang tidak menjalankan atau menentang adab yang berlaku akan dianggap manusia yang biadap. Seiring dengan perkembangan pengetahuan dan peradaban, terjadilah evolusi budaya yang menyebabkan beberapa probematika yang harus kita kaji dan pikirkan bersama solusinya.
       Ada hakekatnya kebudayaan mempunyai dua segi, bagian yang tidak dapat dilepaskan hubungannya satu sama lain yaitu segi kebendaan dan segi kerohanian. Segi kebendaan yaitu meliputi segala benda buatan manusia sebagai perwujudan dari akalnya, serta bisa diraba. Segi kerohanian terdiri atas alam pikiran dan kumpulan perasaan yang tersusun teratur. Keduanya tidak bisa diraba.
       Budaya berasal dari bahasa sansekerta yaitu buddhayah, yang merupakan bentuk jamak dari buddhi(budi atau akal) diartikan sebagai hal-hal yang berkaitan dengan budi dan akal manusia. Dalam bahasa inggris, kebudayaan disebut culture, yang berasal dari bahasa latin colere, yaitu mengolah atau mengerjakan. Bisa diartikan juga sebagai menolah tanah atau bertani. Kata culture juga kadang diterjemahkan sebagai kata “kultur” dalam bahasa Indonesia.
       Kehidupan dan kebudayaan kita dalam keseharian kita sangat terikat satu sama lain. Tidak semua kebudayaan yang kita tahu itu adalah kebudayaan yang pantas kita tiru. Misalkan kebudayaan orang Amerika dan orang Indonesia sangatlah berbeda. Pasti ada perbedaan dari kedua kebudayaan tersebut dan kita sebagaia Orang Indonesia ada kebudayaan orang Amerika yang tidak patut kita contoh dan kita tiru.
       Di Indonesia sendiri bermacam budaya yang ada, pasti ada perbedaan satu dengan yang lainnya. Kebudayaan orang Jawa dengan Papua sangatlah berbeda. Dan itu mempengaruhi kehidupan masing-masing. Contoh yang paling mudah kita temukan adalah ketika orang yang satu bertemu dengan orang lain dan mereka tahu bahwa mereka berasal dari satu daerah yang sama, maka mereka akan berbicara menggunakan bahasa daerah mereka. Ini sudah menjadi darah daging untuk orang Indonesia, coba saja perhatikan. Karena mereka ingin menandakan darimana mereka berasal dengan bahasa yang mereka gunakan.
       Contoh lainnya, sejak kecil kita diajarkan untuk makan menggunakan tangan kanan itu merupakan suatu kebudayaan dan adab dari ajaran agama. Kenapa agama harus disebutkan? Karena kebudayaan berasal dari ajaran agama terlebih dahulu yang kemudian dikembangkan. Tidak hanya itu, memang kebudayaan dan ajaran agama itu sendiri adalah keterkaitan satu sama lain.
2.              Berkembangnya Kebudayaan barat yang makin merajalela di Indonesia, membuat kaum muda bangsa Indonesia lebih suka mempelajari budaya luar daripada budaya sendiri.
-            Banyaknya imigrasi antar negara
-            Berkembangnya pertukaran budaya
-            Perdagangan
-            penyebaran agama
-            peperangan.
       Perubahan budaya yang saya alami adalah contohnya seperti perubahan teknologi yang dahulu penggunaan ponsel jarang saya gunakan tapi seiring perubahan zaman yang makin canggih saya menjadi lebih sering menggunakan ponsel untuk berkomunikasi dengan orang sekitar dan memanfaatkannya untuk hal yang positif. Dan dengan adanya ponsel saya menjadi lebih mudah berkomunikasi dengan keluarga dan teman-teman.
       Dan saya juga merasakan perubahan dari permainan, yang dahulu saya masih suka bermain permainan tradisional seperti kelereng, layangan dan galaxin (gobak sodor). Sekarang saya lebih sering bermain permainan modern seperti PES (pro evolution soccer) dan lain-lain.
       Perubahan informasi, seperti yang saya alami sekarang, jika zaman SD dulu saya masih mencari tugas yang disuruh guru hanya melalui media koran/majalah. Tapi saat ini saya bisa mencari informasi dan tugas dengan mudah melalui media internet yang saat ini sangat mudah diakses dimana saja.
       Makanan, perubahan yang saya alami adalah jika saat zaman dulu saya masih sering jajan jajanan tradisional seperti ketan, lepet, cucur dan makanan tradisional lainnya. Tapi saat ini saya sudah jarang membeli makanan tersebut karena saat ini sangat susahmencari makanan tradisional seperti itu.



DAFTAR PUSTAKA: