Jumat, 14 November 2014

MASYARAKAT PEDESAAN DAN PERKOTAAN.

 MASYARAKAT PEDESAAN DAN PERKOTAAN.

Menurut saya, masyarakat pedesaan adalah masyarakat yang tinggal, hidup atau berdomisili dipedesaan. Yang dimaksud desa adalah daerah yang lingkungannya jauh dari hiruk pikuk keramaian. Contoh: Mall, Bank, Rumah Sakit, Bioskop, dll.

Masyarakat Pedesaaan
A.  Pengertian Desa/pedesaan
Yang di maksud dengan desa menurut Sutardjo Kartohadi Kusuma mengemukakan sebagai berikut :
Desa adalah suatu kesatuan hokum di masa hokum di mana bertempat tinggal suatu masyarakat pemerintahan sendiri.

Adapun yang menjadi cirri-ciri masyarakat pedesaan antara lain :
a.    Di dalam masyarakat pedesaan di antara warganya mempunyai hubungan yang lebih mendalam dan erat bila di bandingkan dengan masyarakat pedesaan lainya di luar batas-batas wilayahnya.
b.    Sistem kehidupan umumnya berkelompok dengan dasar kekeluargaan
c.    Sebagian besar warga masyarakat pedesaan hidup dari pertanian.
d.   Masyarakat tersebut homogen seperti dalam hal mata pencarian , agama, adat istiadat, dsb.

B.  Hakikat dan Sifat Masyarakat Pedesaan
Seperti di kemukakan para ahli atau sumber bahwa masyarakat Indonesia lebih dari 80% tinggal di pedesaan denga mata pencarian yang bersifat agraris. Masyarakat pedesaan yang agraris biasanya di pandang antara sepintas kilas di nilai oleh orang-orang kota sebagai masyarakat tentang damai.

Tapi sebetulnya ketenangan masyarakat pedesaan itu hanyalah terbawa oleh sifat masyarakat itu yang oleh Ferdinand Tonies di istilahkan dengan masyarakat gemeinschaft (paguyuban). Dalam hal ini kita jumpai gejala-gejala social yang sering di istilahkan:
a.    konflik (pertengkaran)
b.    Kontraversi (pertentangan )
c.    Kompetisi(persiapan)

C.  Kegiatan Pada Masyarakat Pedesaan
Menurut Mubiyarto petani indonesia mempunyai sifat-sifat sebagai berikut:
a.    petani itu tidak kolot,tidak bodoh atau tidak malas.mereka sudah bekerja   keras sebisa-bisanya agar tidak mati kelaparan.
b.   sifat hidup penduduk desa atau para petani kecil(petani gurem)dengan rata-rata luas sawah kurang lebih 0,5 ha yang serba kekurangan adalah “nrimo”(menyerah kepada takdir)karena merasa tidak berdaya.


Menurut saya, masyarakat perkotaan adalah masyarakat yang hidup di hiruk pikuk keramaian. Yang segala sesuatunya sudah sangat mudah diakses atau ditemui.

Masyarakat Perkotaan
Kota menurut definisi universal adalah sebuah area urban yang berbeda dari desa ataupun kampong berdasarkan ukuranya,kepadatan penduduk,kepentingan atau status hukum.
Beberapa definisi (secara etimologis) “kota”dalam bahasa lain yang agak tepat dengan pengertian ini,seperti dalam bahasa Cina,kota artinya dinding dan dalam bahasa Belanda kuno,tuiin,bisa berarti pagar.Jadi dengan demikian kota adalah batas.Selanjutnya masyarakat perkotaan sering disebut juga urban community,Pengertian masyarakat kota lebih ditekankan pada sifat-sifat kehidupanya serta cirri-ciri kehidupanya yang berbeda dengan masyarakat pedesaan.
Ada beberapa ciri yamg menonjol  pada masyarakat kota.yaitu:
a. Kehidupan keagamaan berkurang bila dibandingkan dengan kehidupan keagamaan di desa.
b. Orang kota pada umumnya dapat mengurus dirinya sendiri tanpa harus bergantung padaorang lain.
c. Pembagian kerja diantara warga-warga kota juga lebih tegas dan mempunyai batas-batas yang nyata.
d. Kemungkinan-kemungkinan untuk mendapatkan pekerjaan juga lebih banyak diperoleh warga kota daripada warga desa.
e. Jalan pikiran rasional yang pada umumnya dianut masyarakat perkotaan,menyebabkan bahwa interaksi-interaksi yang terjadi lebih didasarkan pada factor kepentingan daripada factor pribadi.
f. Perubahan-perubahan social tampak dengan nyata di kota-kota,sebab masyarakat kota biasanya lebih terbuka dalam menerima hal-hal baru.

  • Kriteria Desa dan Kota
Ada beberapa ciri yang dapat digunakan sebagai petunjuk untuk membedakan antara desa dan kota.Antara lain sebagai berikut
Ø Kota memiliki penduduk yang jumlahnya lebih banyak dibandingkan desa.
Ø Lingkungan hidup di pedesaan sangat jauh berbeda dengan diperkotaan.Lingkungan pedesaan terasa lebih dekat dengan alam bebas,udaranya bersih,sinar matahari cukup dan lain sebagainya.Sedangkan dilingkungan perkotaan yang sebagian besar dilapisi beton dan aspal,bangunan-bangunan menjulang tinggi dan pemukiman yang padat.
Ø Kegiatan utama penduduk desa berada di sector ekonomi primer yaitu bidang agraris(pertanian)
Ø Corak kehidupan social di desa dapat dikatakan masih homogin(satu jenis),sebaliknya di kota sangat heterogin(beraneka ragam) karena disana saling bertemu berbagai suku bangsa,agama,kelompok dan masing-masing memiliki kepentingan yang berlainan.
Ø Sistem pelapisan social di kota jauh lebih kompleks daripada di desa.
Ø Mobilitas (kemampuan bergerak) social di kota jauh lebih besar daripada di desa.
Ø Bila terjadi pertentangan,di usahakan untuk dirukunkan,karena memang prinsip kerukunan inilah yang menjiiwai hubungan sosial pada masyarakat pedesaan,
Ø Jumlah angkatan kerja yang tidak mempunyai pekerjaan tetap di pedesaan jauh lebih besar daripada di perkotaan.
  • Perbedaan antara desa dan kota



  • Aspek Positif dan Negatif
Perkembangan kota merupakan manifestasi dari pola kehidupan sosial, ekonomi, kebudayaan dan politik. Kesemuanya ini akan dicerminkan dalam komponen – komponen yang memebentuk struktur kota tersebut. Jumlah dan kualitas komponen suatu kota sangat ditentukan oleh tingkat perkembangan dan pertumbuhan kota tersebut.
Secara umum dapat dikenal bahwa suatu lingkungan perkotaan , seyogyanya mengandung 5 unsur yang meliputi :
1.      Wisma : Untuk tempat berlindung terhadap alam sekelilingnya.
2.      Karya : Untuk penyediaan lapangan kerja.
3.      Marga : Untuk pengembangan jaringan jalan dan telekomunikasi.
4.      Suka : Untuk fasilitas hiburan, rekreasi, kebudayaan, dan kesenian.
5.      Penyempurnaan : Untuk fasilitas keagamaan, perkuburan, pendidikan, dan utilitas umum.



Untuk itu semua , maka fungsi dan tugas aparatur pemerintah kota harus ditingkatkan :
a.    Aparatur kota harus dapat menangani berbagai masalah yang timbul di kota . Untuk itu maka pengetahuan tentang administrasi kota dan perencanaan kota harus dimilikinya.
b.    Kelancaran dalam pelaksanaan pembangunan dan pengaturan tata kota harus dikerjakan dengan cepat dan tepat , agar tidak disusul dengan masalah lainnya.
c.    Masalah keamanan kota harus dapat ditangani dengan baik sebab kalau tidak , maka kegelisahan penduduk akan menimbulkan masalah baru.
d.   Dalam rangka pemekaran kota , harus ditingkatkan kerjasama yang baik antara para pemimpin di kota dengan para pemimpin di tingkat kabupaten tetapi juga dapat bermanfaat bagi wilayah kabupaten dan sekitarnya .

  • Aspek-aspek Negatif dan Positif
Ø Konflik ( Pertengkaran)
Ramalan orang kota bahwa masyarakat pedesaan adalah masyarakat yang tenang dan harmonis itu memang tidak sesuai dengan kenyataan sebab yang benar dalam masyarakat pedesaan adalah penuh masalah dan banyak ketegangan. Karena setiap hari mereka yang selalu berdekatan dengan orang-orang tetangganya secara terus-menerus dan hal ini menyebabkan kesempatan untuk bertengkar amat banyak sehingga kemungkinan terjadi peristiwa-peristiwa peledakan dari ketegangan amat banyak dan sering terjadi.
Pertengkaran-pertengkaran yang terjadi biasanya berkisar pada masalah sehari-hari rumah tangga dan sering menjalar ke luar rumah tangga. Sedang sumber banyak pertengkaran itu rupa-rupanya berkisar pada masalah kedudukan dan gengsi, perkawinan, dan sebagainya.
Ø Kontraversi (pertentangan)
Pertentangan ini bisa disebabkan oleh perubahan konsep-konsep kebudayaan (adat-istiadat), psikologi atau dalam hubungannya dengan guna-guna (black magic). Para ahli hukum adat biasanya meninjau masalah kontraversi (pertentangan) ini dari sudut kebiasaan masyarakat.
Ø Kompetisi (Persiapan)
Sesuai dengan kodratnya masyarakat pedesaan adalah manusia-manusia yang mempunyai sifat-sifat sebagai manusia biasanya yang antara lain mempunyai saingan dengan manifestasi sebagai sifat ini. Oleh karena itu maka wujud persaingan itu bisa positif dan bisa negatif. Positif bila persaingan wujudnya saling meningkatkan usaha untuk meningkatkan prestasi dan produksi atau output (hasil). Sebaliknya yang negatif bila persaingan ini hanya berhenti pada sifat iri, yang tidak mau berusaha sehingga kadang-kadang hanya melancarkan fitnah-fitnah saja, yang hal ini kurang ada manfaatnya sebaliknya menambah ketegangan dalam masyarakat.


Menurut saya, Perilaku urbanisasi terus terjadi karena kebutuhan ekonomi yang mendesak. Setiap individu yang tinggal di desa ingin mengadu nasib dikota besar karena ingin mendapatkan penghasilan yang tetap untuk mencukupi hidupnya, serta sanak keluarga. Biasanya urbanisasi terjadi disetiap tahun setelah hari raya umat beragama. Contohnya seperti keluarga yang telah bekerja dikota pulang kekampung, saat dari kampung ingin kembali kekota, orang tersebut membawa keluarganya yang ingin mengadu nasib atau bekerja dikota.
Peran pemerintah untuk mengurangi urbanisasi adalah dengan cara membuat perda atau UU mengenai syarat apa saja yang bisa atau dapat tinggal dikota. Contohnya adalah disetiap individu yang ingin hidup atau bertempat tinggal dikota harus memiliki KTP yang berasal dari kota atau tempat yang ingin dia tempati, bukan KTP didesa.
Sebab-Sebab Urbanisasi
Pada dasarnya ada 3 hal utama yang menyebabkan timbulnya urbanisasi :
1.      Adanya pertambahan penduduk secara alamiyah
2.      Terjadinya arus perpindahan dari desa ke kota
3.      Tertariknya pemukiman pedesaan kedalam lingkup kota, sebagai perkembangan kota yang sangat pesat di berbagai bidang, terutama yang berkaitan dengan tersedianya kesempatan kerja

Faktor-faktor pendorong (push factors) adalah factor-faktor yang ada pada masyarakat pedesaan sendiri mendorong penduduk  desa untuk meninggalkan daerah tempat kediamannya. Sedangkan factor-faktor penarik(pull factors) adalah faktor-faktor yang ada di perkotaan dan mampu menarik penduduk desa untuk pindah dan menetap di perkotaan.
Apabila dianalisa lebih jauh lagi, ternyata bahwa sebab-sebab yang mendorong orang-orang desa untuk meninggalkan tempat tinggal asalnya adalah sebagai berikut:
1.        Timbulnya kemiskinan di pedesaan.
2.        Penduduk desa,terutama kaum muda-mudi,merasa tertekan oleh adat istiadat yang ketat,mengakibatkan suatu cara hidup yang monoton.
3.        Di desa-desa tidak banyak kesempatan untuk menambah pengetahuan.
4.        Rekreasi,salah satu factor yang penting di bidang spiritual kurang sekali,dan kalau ada pekembangannya sangat lambat.
5.        Penduduk desa yang mempunyai keahlian lain dari petani,misalnya saja kerajinan tangan,menginginkan pasaran yang lebih luas bagi hasil kegiatannya yang hanya dapat di peroleh di kota.
6.        Kegagalan panen yang di sebabkan berbagai sebab
7.        pertentangan dalam lingkup social,baik antar kelompok,antar golongan,agama dll.

  • Factor-faktor tersebut antara lain:
1.      penduduk desa kebanyakan beranggapan bahwa di kota banyak pekerjaan dan lebih mudah untuk mendapatkan penghasilan.
2.      Usaha untuk mencari pekerjaan yang lebih sesuai denganpendidikan sebenarnya dilatarbelakangi oleh motif untuk mengangkat posisi social dengan cara pergi ke kota dan bekerja disana.
3.      Bagi orang-orang atau kelompok-kelompok tertentu,kota memberi kesempatan untuk menghindarkan diri dari control social yang terlalu ketat.
4.      Dikota lebih banyak kesempatan untuk mengembangkan usaha kerajinan rumah menjadi industri kerajinan,misalnya kerajinan membuat sepatu atau tas wanita.
5.      Kelebihan modal dikota lebih banyak daripada di desa.
6.      Pendidikan,terutama pendidikan lanjutan lebih banyak dikota dan lebih banyak didapat.
7.      Kota merupakan tempat yang lebih menguntungkan untuk mengembangkan jiwa dengan sebaik-baiknya dan seluas-luasnya
8.      Kota dianggap mempunyai tingkat kebudayaan yang lebih tinggi dan merupakan tempat pergaulan dengan segala macam orang dari segala lapisan masyarakat.

  •  Akibat-Akibat Urbanisasi
Hubungan antara desa dan kota bersifat timbal balik dalam arti baik desa maupun kota keduanya pengaruh mempengaruhi. Selanjutnya proses urbanisasiakan menimbulkan akibat lebih jauh lagi , antara lain:
1.      Terbentuknya suburb (tempat-tempat pemukiman baru di pinggirankota,akibat perluasan kota).
2.       Makin meningkatnya tuna karya,
3.       Pertambahan penduduk kota yang pesat  menimbulkan masalah perumahan.

  • Usaha-Usaha Menanggulangi Urbanisasi
Berbagai tindakan tersebut akan di uraikan secara singkat di bawah ini:
1.      Lokal jangka pendek
a.       Pembersihan daerah-daerah perkampungan melarat yang ada di tengah kota .
b.      Perbaikan kampong melarat.
c.       .membuat dan melaksanakan proyek sites and service atau proyek plottownship.
d.      Memperluas kesempatan kerja.
2.      Lokal jangka panjang
Salah satu diantaranya adalah penyusunan masterplan (rencana induk),yaitu himpunan rumusan  tindakan-tindakan  yang harus menjaga sejumlah factor-faktor.
3.      Nasional jangka pendek
Pemerintah dapat mengatur masalah migrasi(perpindahan) penduduk dari desa ke kota dengan peraturan perundang-undangan.
4.      Nasional jangka panjang
Dalam perencanaan tingkat nasional dalam berbagai sector,proses urbanisasi mendapat perhatiaan secukupnya.dalam rencana pengembangan kota misalnya saja dapat direncanakan tindakan-tindakan sebagai berikut:
a.       pemencaran pembangunan kota dengan membangun kota-kota baru.
b.      rencana pembangunan daerah
c.       mengendalikan industrialisasi di kota-kota besar

  • Urbanisme
Untuk membentuk definisi”urbanisme”harus ada criteria tertentu,dan ada yang berpendapat  sebagai berikut:
1.      adanya golongan penduduk di kota
2.      ada suatu system pendidikan
3.      adanya suatu kekuasaan politik
4.      ada golongan pedagang dan pelayanan.
Menurut King dan Culledge(1978),urbanisasi dapat dikenal melalui empat proses utama keruangan(four major spatial processes)yaitu:
1.      Adanya pemusatan kekuasaan pemerintah kota sebagai pengambil keputusan.
2.      Adanya arus modal dan investasi untik mengatur kemakmuran kotadan wilayah di sekitarnya.
3.      Difusi inovasi dan perubahan yang berpengaruh terhadap aspek social,ekonomi dll.
4.      Migrasi dan pemukiman baru dapat terjadi apabila pengaruh kotasecara terus menerus masuk ke daerah pedesaan.







 

Minggu, 09 November 2014

INDIVIDU,KELUARGA,DAN MASYARAKAT

INDIVIDU,KELUARGA,DAN MASYARAKAT

Individu adalah unit terkecil pembentuk masyarakat. Dalam ilmu sosial, individu berarti juga bagian terkecil dari kelompok masyarakat yang tidak dapat dipisah lagi menjadi bagian yang lebih kecil.
Dalam pandangan psikologi sosial, manusia itu disebut individu bila pola tingkah lakunya bersifat spesifik dirinya dan bukan lagi mengikuti pola tingkah laku umum. Ini berarti bahwa individu adalah seorang manusia yang tidak hanya memiliki peranan-peranan yang khsa didalam lingkungan sosialnya, meliankan juga mempunyai kepribadian serta pola tingkah laku spesifik dirinya. Didalam suatu kerumunan massa manusia cenderung menyingkirkan individualitasnya, karena tingkah laku yang ditampilkannya hamper identik dengan tingkah laku masa.


Keluarga adalah sekumpulan beberapa individu yg bertempat tinggal atau hidup di dalam satu rumah. Hubungan keluarga diawali dengan pernikahan. Dari pernikahan tersebut, satu pasangan dapat memiliki beberapa orang anak. Dan iulah awal mula terbentuknya keluarga. Dan yang bisa disebut keluarga adalah satu atau lebih individu yang memiliki pertalian darah.

1.        DEFINISI KELUARGA
a.    Duvall dan Logan ( 1986 )
Keluarga adalah sekumpulan orang dengan ikatan perkawinan, kelahiran, dan adopsi yang bertujuan untuk menciptakan, mempertahankan budaya, dan meningkatkan perkembangan fisik, mental, emosional, serta sosial dari tiap anggota keluarga.
b.    Bailon dan Maglaya ( 1978 ) :
Keluarga adalah dua atau lebih individu yang hidup dalam satu rumah tangga karena adanya hubungan darah, perkawinan, atau adopsi. Mereka saling berinteraksi satu dengan yang lain, mempunyai peran masing-masing dan menciptakan serta mempertahankan suatu budaya.
c.    Departemen Kesehatan RI ( 1988 )
Keluarga merupakan unit terkecil dari masyarakat yang terdiri dari kepala keluarga dan beberapa orang yang berkumpul dan tinggal di suatu tempat di bawah satu atap dalam keadaan saling ketergantungan.
d.   Burges (1963)
Burges memberikan pandangan tentang definisi keluarga yang berorientasi kepada tradisi, yaitu (Setiawati,2008 : 13) :


Masyarakat adalah sekumpulan individu yang hidup dan berkumpul yang bertempat tinggal atau mendiami suatu daerah. Setiap orang yang hidup di masyarakat tidak akan pernah bisa hidup sendiri. Mereka selalu melakukan hubungan interaksi sosial. Didalam masyarakat biasanya ada pemuka agama, sekumpulan remaja masjid, ibu pengajian, dan yang lainnya.

TUJUAN DAN FUNGSI MASYARAKAT
a.    Tujuan membangun masyarakat
1.      Untuk membangun rasa senasib dan sepenanggungan di antara mereka, khususnya manusia Indonesia yang mewujudkan rasa persatuan.
2.      Agar tertanam rasa toleransi di antara mereka, seorang hanya mempunyai arti bagaimana ia menjadi bagian dalam kelompok.
3.      Agar timbul kesadaran bahwa di antara mereka terdapat saling ketergantungan yang berkaitan dengan kepedulian sosial.
4.      Salah satu keberartian seseorang adanya nilai-nilai demokrasi yang tumbuh dan dimiliki sebagai sikap menghargai perasan dan pendapat sesama yang pada gilirannya menciptakan suatu kesatuan sosial.
b.   Fungsi Masyarakat
Masyarakat suatu tipe sistem sosial dapat dianalisis dari empat fungsinya yang diperlukan yakni:
1.      Fungsi pemeliharaan pola, Fungsi ini berkaitan dengan hubungan antara masyarakat sebagai suatu sistem sosial dengan subsistem kultural. Fungsi ini mempertahankan prinsip-prinsip tertinggi masyarakat sambil menyediakan dasar dalam berprilaku menuju realitas yang tinggi.
2.      Fungsi interaksi, Fungsi ini mencakup koordinasi yang diperlukan antara unit-unit yang menjadi bagian dari suatu stem sosial. Khususnya yang berkaitang dengan kontribusi unit-unit pada organisasi dan fungsinya unit-unit terhadap keselurahan sistem.
3.      Fungsi untuk tujuan/pencapaian tujuan, fungsi ini mengatur hubungan antar masyarakat sebagai sistem sosial dengan subtansi kepribadian. Fungsi ini tercemin dalam penyusunan skala prioritas dari segala tujuan yang hendak dicapai dan menentukan bagaimana suatu sistem mobilitas sumber daya serta tenaga yang bersedia untuk mencapai tujuan tersebut.
4.      Fungsi adaptasi, menyangkut hubungan antara masyarakat dengan sistem sosial dengan subsistem organisasi tindakan dengan  alam psiko-organik Secara umum fungsi ini menyangkut hubungan kemampuan masyarakat menyesuaikan diri terhadap lingkungan hidup.

Fungsi Keluarga adalah untuk menjaga,melindungi,mendidik, dan berbagi kehangatan kebersamaan. Disetiap individu yang tinggal didalam suatu keluarga harus memiliki sikap saling menyayangi,saling mengerti,dan saling tolong-menolong. Karena keluarga adalah suatu elemen yg harus dijaga keutuhannya. Setiap orang yang tinggal disuatu keluarga juga harus bisa menjaga nama baik keluarga dan martabat itu sendiri.

Ada beberapa peranan individu didalam keluarga, diantaranya :
Ø  Peran ayah, adalah mencari nafkah,pendidik,pelindung,dan sebagai pemberi rasa aman. Sebagai kepla keluarga juga seorang ayah harus bisa menjadi iman dan pemimpin yang baik bagi keluarganya.
Ø  Peran ibu, adalah untuk mengurusi urusan rumah tangga. Sperti mencuci,memasak dan yang lainnya, sebagai pengasuh dan pendidik anaknya. Selain itu untuk bagi para ibu yang berkarir, mereka juga harus bisa menyisihkan waktu untuk mengahabiskan waktu bersama keluarganya, bersama suami dan anak-anaknya.
Ø  Peran anak, adalah melakukan apa yang harus dilakukan, tentunya dilingkungan keluarga. Sebagai anak juga kita harus bisa membantu dan meringankan beban orang tua, dan yang paling utama kita harus bisa membahagiakannya.



Indikator keluarga sejahtera adalah sebagai berikut:

1.    Keluarga Pra Sejahtera
Keluarga prasejahtera belum dapat memenuhi salah satu atau lebih indikator keluarga sejahtera harapan.
2.    Keluarga sejahtera tahap I
a.       Melaksanakan ibadah menurut agama yang dianut masing-masing.
b.      Makan dua kali sehari atau lebih.
c.       Pakaian yang berbeda untuk berbagai keperluan.
d.      Rumah sebagian lantai bukan tanah.
e.       Kesehatan (bila anak sakit atau PUS ingin ber-KB dibawa ke sarana/ petugas kesehatan).
3.    Keluarga sejahtera tahap II
Bila keluarga sudah mampu melaksanakan indikator pada keluarga sejahtera tahap I dan sudah mampu melaksanakan indikator sebagai berikut :
a.       Anggota keluarga melaksanakan ibadah secara teratur menurut agama yang dianut masing-masing.
b.      Makan daging/ ikan/ telur sebagai lauk pauk minimal satu kali dalam seminggu.
c.       Memperoleh pakaian baru dalam satu tahun terakhir.
d.      Luas lantai tiap penghuni rumah 8 meter.
e.       Anggota keluarga sehat dalam 3 bulan terakhir, sehingga dapat melaksanakan peran dan fungsinya masing-masing.
f.       Minimal satu anggota keluarga 15 tahun ke atas mempunyai penghasilan yang tetap.
g.      Bisa baca tulis latin bagi seluruh anggota keluarga yang berumur 10 – 60 tahun.
h.      Anak usia sekolah (7 – 10 tahun) bersekolah.
i.        Anak hidup dua atau lebih, keluarga yang masih dalam masa pasangan usia subur saat ini memakai alat kontrasepsi.
4.    Keluarga sejahtera tahap III
Bila keluarga sudah mampu melaksanakan indikator pada keluarga sejahtera tahap II serta sudah mampu melaksanakan indikator sebagai berikut :
a.         Upaya keluarga untuk meningkatkan dan menambah pengetahuan agama.
b.        Keluarga mempunyai tabungan.
c.         Makan bersama minimal sekali sehari.
d.        Ikut serta sehari.
e.         Ikut serta dalam kegiatan masyarakat.
f.         Rekreasi bersama minimal 6 bulan sekali.
g.        Memperoleh berita dari surat kabar, TV, dll.
h.        Anggota keluarga mampu menggunakan sarana transportasi.
5.    Keluarga sejahtera tahap IV
Bila keluarga telah mampu memenuhi kebutuhan pada keluarga sejahtera tahap I, tahap II, tahap III, dan sudah mampu melaksanakan indikator sebagai berikut:
a.         Memberikan sumbangan secara teratur dan sukarela dalam bentuk material kepada masyarakat.
b.        Aktif sebagai pengurus dalam kegiatan kemasyarakatan atau yayasan sosial.

 
FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PERTUMBUHAN INDIVIDU

Ada beberapa faktor yang mempengaruhi pertumbuhan individu, yaitu:
1.    Faktor Biologis
Semua manusia normal dan sehat pasti memiliki anggota tubuh yang utuh seperti kepala, tangan , kaki dan lainya. Hal ini dapat menjelaskan bahwa beberapa persamaan dalam kepribadian dan perilaku. Namun ada warisan biologis yang bersifat khusus. Artinya, setiap individu tidak semua ada yang memiliki karakteristik fisik yang sama.
2.    Faktor Geografis
Setiap lingkungan fisik yang baik akan membawa kebaikan pula pada penghuninya. Sehingga menyebabkan hubungan antar individu bisa berjalan dengan baik dan mencimbulkan kepribadian setiap individu yang baik juga. Namun jika lingkungan fisiknya kurang baik dan tidak adanya hubungan baik dengan individu yang lain, maka akan tercipta suatu keadaan yang tidak baik pula.
3.    Faktor Kebudayaan Khusus
Perbedaan kebuadayaan dapat mempengaruhi kepribadian anggotanya. Namun, tidak berarti semua individu yang ada didalam masyarakat yang memiliki kebudayaan yang sama juga memiliki kepribadian yang sama juga.

       Dari semua faktor-faktor  di atas dan pengaruh dari lingkungan sekitar seperti keluarga dan masyarakat maka akan memberikan pertumbuhan bagi suatu individu. Seiring berjalannya waktu, maka terbentuklah individu yang sesuai dan dapat menyesuaikan dengan lingkungan sekitar.












Daftar Pustaka: