1.
Asas-asas Pengetahuan
Lingkungan
A.
Pengertian
Ekologi dan Ilmu Lingkungan Secara Umum
Pengertian
ekologi adalah ilmu yang mempelajari tentang
hubungan timbal balik antara makhluk hidup dengan lingkungannya. Istilah
ekologi pertama kali digunakan oleh Haeckel, seorang ahli Biologi, dalam pertengahan tahun 1960-an.
Istilah ini berasal dari bahasa Yunani yaitu: "oikos" yang berarti rumah, dan "logos" berarti ilmu. Karena itu secara harfiah, pengertian ekologi adalah ilmu tentang makhluk hidup dalam
rumahnya atau dapat diartikan juga sebagai ilmu tentang rumah tangga makhluk
hidup.
Ilmu
Lingkungan
adalah suatu interdisipliner bidang akademik yang mengintegrasikan ilmu-ilmu
fisika dan , (termasuk fisika , kimia , biologi , ilmu tanah , geologi , dan
geografi ) untuk mempelajari lingkungan, dan penyelesaian masalah lingkungan.
Ilmu lingkungan juga tidak lepas dari perilaku manusia itu sendiri sebagai suatu
komponen lingkungan yang paling dominan. Sebab, manusia senantiasa mengolah,
mengambil dan mengembangkan sesuatu yang ada di alam itu sendiri.
B. Pengertian Ekologi Menurut Para Ahli
Selain definisi umum mengenai pengertian ekologi, ada
pula pengertian ekologi yang dikemukakan menurut para ahli. Pengertian ekologi
menurut definisi para ahli adalah sebagai berikut...
Ø Pengertian
Ekologi Menurut Miller (1975)
Menurut
Miller tentang pengertian ekologi yang menggemukakan bahwa ekologi adalah suatu
ilmu mengenai hubungan timbal balik diantara organisme serta sesamanya dan juga
dengan lingkungannya.
Ø Pengertian
Ekologi Menurut Otto Soemarwoto,
Pengertian
ekologi adalah suatu ilmu mengenaihubungan timbal balik diantara makhluk hidup
dengan lingkungan sekitarnya.
Ø Pengertian
Ekologi Menurut C. Elton
Ekologi
adalah suatu ilmu yang mengkaji sejarah alam atau juga perkehidupan alam dengan
secara ilmiah
Ø Pengertian
Ekologi Menurut Resosoedarmo
Pengertian
ekologi adalah suatu ilmu yang mempelajari tentang hubungan timbal balik antara
makhluk hidup dengan lingkungan.
Ø Pengertian
Ekologi Menurut Andrewartha
Ekologi adalah suatu ilmu yang membahas penyebaran dan
juga kemelimpahan organisme
Ø Pengertian
Ekologi Menurut Krebs
Ekologi adalah suatu ilmu pengetahuan yang mengkaji suatu
interaksi yang menentukan adanya penyebaran dan juga kemelimpahan organisme
Ø Pengertian
Ekologi Menurut Eugene P. Odum
Ekologi adalah suatu kajian terstruktur serta fungsi
alam, tentang suatu struktur dan juga interaksi diantara sesama organisme dengan
lingkungannya.
C. Perbedaan
Ekologi dan Ilmu Lingkungan
llmu lingkungan adalah ilmu yang
mempelajari tentang kedudukan manusia yang pantas dilingkungannya. Sedangkan
ekologi adalah ilmu yg mempelajari tentang interaksi antar makhluk hidup maupun
interaksi antar makhluk hidup dengan lingkunganya. Perbedaannya terletak pada
misi utk mencari pengetahuan menyeluruh tentang alam & dampak perlakuan
manusia terhadap lingkungannya, guna menimbulkan kesadaran dan taggung jawab
dalam pengelolaan lingkungan.
D. Asas-asas Pengetahuan Lingkungan
v ASAS 1
Semua energi yang memasuki sebuah
organisme, populasi, atau ekosistem dapat dianggap sebagai energi yang
tersimpan atau terlepaskan. Energi dapat diubah dari satu bentuk ke bentuk
lain,tetapi tidak dapat hilang, dihancurkan, atau diciptakan.
v ASAS 2
Tidak ada sistem perubahan energi yang betul-betul
efisien.
Hukum
Termodinamika Kedua
Semua sistem
biologi kurang efisien (hanya sebagian energi dipindahkan & digunakan oleh
organisme,populasi,ekosistem lain) Kecenderungan umum, energi berdegradasi ke
dalam bentuk panas yg tidak balik+berradiasi ke angkasa
v ASAS 3
Materi,energi,ruang,waktu,dan keanekaragaman,semuanya termasuk kategori sumber daya alam.
Materi,energi,ruang,waktu,dan keanekaragaman,semuanya termasuk kategori sumber daya alam.
Sumber alam :
Segala
sesuatu yg diperlukan oleh organisme hidup,populasi,ekosistem yg pengadaannya
hingga ke tingkat yg optimum, akan meningkatkan pengubahan energi
Materi : hutan, laut,tambang
Energi : gas bumi,air, minyak bumi,
matahari
Ruang : membantu/menghambat proses
kawin
Waktu : migrasi ke tempat
kondusif,mengejar teknologi moderen negara berkembang
v ASAS 4
Kalau
pengadaan semua kategori sumber daya alam sudah mencapai optimum, pengaruh
kenaikan berikutnya justru akan menurunkan pertumbuhan suatu populasi organisme.
kenaikan yang melampaui batas maksimum, bahkan akan menimbulkan kesan merusuk
atau meracuni
v ASAS 5
Ada dua jenis sumber alam,yaitu
sumber alam yang pengadaannya dapat merangsang penggunaan seterusnya, dan yang
tidak mempunyai daya rangsang penggunaan lebih lanjut.
Masalah : masy tradisional vs modern
v ASAS 6
Individu dan spesies yang mempunyai
lebih banyak keturunan daripada saingannya,cenderung berhasil mengalahkan
saingannya itu.
·
Berdasar pada teori Darwin & Wallace Organisme
yang adaptif yang akan menang persaingan Suatu spesies/komunitas dapat bertahan
dalam lingkungan tertentu, yaitu dalam keseimbangan alam secara
keseluruhan,mempunyai daya biak tinggi
v ASAS 7
Kemantapan keanekaragaman suatu komunitas lebih tinggi di alam lingkungan
yang “mudah diramal”.
·
“Mudah diramal” : Ada keteraturan yang pasti pola
faktor lingkungan dalam kurun waktu lama
v ASAS 8
Sebuah habitat dapat jenuh atau
tidak oleh keanekaragaman takson,bergantung kepada bagaimana nicia dalam
lingkungan hidup itu dapat memisahkan takson tersebut.
·
Nicia : keadaan lingkungan yg khas
·
Setiap spesies mempunyai nicia tertentu, sehingga
spesies tersebut dapat hidup berdampingan dengan spesies lainà lingkungan
ditempati jumlah spesies banyak
·
Spesies makan yang sama+toleran terhadap lingkungan à
lingkungan ditempati jumlah spesies sedikit
v ASAS 9
Keanekaragaman komunitas apa saja sebanding dengan biomasa dibagi
produktivitasnya.
·
Terdapat hubungan antara biomasa, aliran energi, dan
keanekaragaman dalam suatu sistem biologi
·
Efisiensi penggunaan aliran energi dalam sistem
biologi akan meningkat dengan meningkatnya kompleksitas organisasi sistem
biologi itu
v ASAS 10
Pada lingkungan yang stabil perbandingan antara biomasa dengan
produktivitas (B/P) dalam perjalanan waktu naik mencapai sebuah asimtot.
v ASAS 11
Sistem yang sudah mantap(dewasa) mengeksploitasi sistem yang belum
mantap(belum dewasa).
·
Hama tikus,serangga dari hutan rawa menyerang tanaman
pertanian di lahan transmigran
·
Orang desa bermigrasi ke kota
·
Hubungan negara maju-berkembang, menguntungkan negara
maju
v ASAS 12
·
Kesempurnaan adaptasi suatu sifat atau tabiat
bergantung kepada kepentingan relatifnya di dalam keadaan suatu lingkungan.
·
Reaksi terhadap perubahan lingkungan : populasi dalam
lingkungan belum mantap< lingkungan sudah mantap
·
Kalau terjadi perubahan drastis lingkungan,ekosistem
sudah mantap lebih terancam,karena genetik populasi kaku terhadap perubahan
v ASAS 13
Lingkungan yg secara fisik mantap
memungkinkan terjadinya penimbunan keanekaragaman biologi dalam ekosistem yg
mantap(dewasa),yg kemudian dapat menggalakkan kemantapan populas.
·
Dalam ekosistem mantap à aliran energi yang masuk
meningkat
·
Bila terjadi masalah pada satu jalur, jalur lain akan
mengambil alih/berperan
v ASAS 14
Derajat pola keteraturan
naik-turunnya populasi bergantung kepada jumlah keturunan dalam sejarah
populasi sebelumnya yang nanti akan mempengaruhi populasi itu.
2.
Sumber
Daya Alam
A. Pengertian sumber daya alam
Sumber
daya alam adalah sesuatu yang dapat dimanfaatkan untuk berbagai kepentingan dan
kebutuhan hidup manusia agar hidup lebih sejahtera yang ada di sekitar alam
lingkungan hidup kita. Sumber daya alam bisa terdapat di mana saja seperti di
dalam tanah, air, permukaan tanah, udara, dan lain sebagainya. Contoh dasar
sumber daya alam seperti barang tambang, sinar matahari, tumbuhan, hewan dan
banyak lagi lainnya.
A. Sumber
daya alam berdasarkan jenis :
-
sumber daya alam hayati / biotik adalah
sumber daya alam yang berasal dari makhluk hidup.contoh : tumbuhan, hewan,mikro
organisme, dan lain-lain
-
sumber daya alam non hayati / abiotik adalah
sumber daya alam yang berasal dari bendamati.contoh : bahan tambang, air,
udara, batuan, dan lain-lain
B. Sumber
daya alam berdasarkan sifat pembaharuan :
-
sumber daya alam yang dapat diperbaharui
/ renewable
yaitu sumber daya alam yang dapat digunakan berulang-ulang kali dan dapat dilestarikan.
yaitu sumber daya alam yang dapat digunakan berulang-ulang kali dan dapat dilestarikan.
contoh : air,
tumbuh-tumbuhan, hewan, hasil hutan, dan lain-lain
-
sumber daya alam yang tidak dapat
diperbaharui / non renewable
ialah sumber daya alam yang tidak dapat di daur ulang atau bersifat hanya dapat digunakan sekali saja atau tidak dapat dilestarikan serta dapat punah.
contoh : minyak bumi, batubara, timah, gas alam.
ialah sumber daya alam yang tidak dapat di daur ulang atau bersifat hanya dapat digunakan sekali saja atau tidak dapat dilestarikan serta dapat punah.
contoh : minyak bumi, batubara, timah, gas alam.
-
Sumber daya alam yang tidak terbatas
jumlahnya / unlimited
contoh : sinar matahari, arus air laut, udara, dan lain lain.
contoh : sinar matahari, arus air laut, udara, dan lain lain.
C.
Sumber daya alam berdasarkan kegunaan atau
penggunaannya
-
sumber daya alam penghasil bahan baku adalah
sumber daya alam yang dapat digunakan untuk menghasilkan benda atau barang lain
sehingga nilai gunanya akan menjadi lebih tinggi. contoh : hasil hutan, barang
tambang, hasil pertanian, dan lain-lain
-
sumber daya alam penghasil energi adalah sumber
daya alam yang dapat menghasilkan atau memproduksi energi demi kepentingan umat
manusia di muka bumi. misalnya : ombak, panas bumi, arus air sungai, sinar
matahari, minyak bumi, gas bumi, dan lain sebagainya.
B. Sumber
daya alam di indonesia
Sebagai negara tropis yang memiliki
ribuan pulau dan lautan yang luas, Indonesia mempunyai kekayaan alam yang
sangat berlimpah. Di daratan, suhu dan curah hujan yang tinggi memungkinkan
penduduknya dapat menanam berbagai macam komoditas pertanian dan perkebunan.
Curah hujan yang tinggi juga menjamin tetap tersedianya air untuk kepentingan
budi daya perikanan darat. Wilayah Indonesia yang tergolong luas juga
menyimpan kekayaan berupa lahan yang masih belum dimanfaatkan.
Banyak pulau yang masih belum
dihuni hingga di masa mendatang masih terbuka luas untuk dikembangkan dengan
berbagai produk pertanian. Lahan yang luas juga menarik para pengusaha baik
dari dalam maupun luar negeri untuk membuka perkebunan di berbagai wilayah
Indonesia. Selain lahan yang masih luas, Indonesia juga memiliki laut
yang luas (2/3 bagian) dan garis pantai yang sangat panjang. Laut di Indonesia
dengan berbagai sumber daya yang terkandung di dalamnya belum dimanfaatkan
secara maksimal oleh penduduk. Sebagian besar penduduk Indonesia masih
berorientasi ke darat.
Padahal, potensi sumber daya laut,
khususnya ikan, masih melimpah ruah. Garis pantai yang sangat panjang juga
menjadi modal untuk mengembangkan budi daya perikanan. Potensi dan
Sebaran Sumber Daya Alam Indonesia Sumber daya alam Indonesia yang banyak dan
beraneka ragam sudah dikenal oleh bangsa lain sejak dulu. Bangsa India dan Cina
bahkan sudah mengadakan hubungan dagang dengan bangsa Indonesia sejak abad ke-2
Masehi. Komoditas perdagangan dari Indonesia yang terkenal antara lain emas,
cengkih, lada, kayu cendana, dan kapur barus. Komoditas tersebut termasuk yang
diperdagangkan di pasaran internasional dengan nilai yang tinggi. Ketika
hubungan dagang dengan pedagang Cina mulai terjalin, para pedagang Indonesia
diharapkan mampu menyediakan barang dagangan yang bisa menyamai kedudukan
barang-barang dagangan dari Asia Barat.
Kekayaan bumi Indonesia mampu
menyediakan banyak barang seperti bahan wangi-wangian, misalnya berbagai jenis
kemenyan dan kayu harum seperti cendana, kapur barus, dan berbagai jenis
rempah-rempah. Barang komoditas tersebut mampu menembus pasaran Cina.
Sumber daya alam di Indonesia dapat dikelompokkan menjadi sumber daya udara,
sumber daya tanah, sumber daya air, sumber daya hutan, sumber daya tambang dan
sumber daya laut. Gambaran tentang setiap sumber daya alam disampaikan pada
bagian berikut ini. 1. Potensi Sumber Daya Udara Potensi Sumber Daya Udara
Udara tidak tampak mata, tidak berbau, dan tidak ada berasa. Kehadiran udara
hanya dapat dilihat dari adanya angin (udara yang bergerak) yang menggerakkan
benda-benda, seperti pohon yang tertiup angin, air yang bergelombang, dan
lain-lain.
Walaupun demikian, udara merupakan
salah satu jenis sumber daya alam, sama seperti air, tanah, bahan tambang,
laut, dan hutan. Mengapa udara termasuk salah satu jenis sumber daya
alam? Udara mempunyai banyak fungsi bagi kehidupan manusia dan makhluk hidup
lainnya. Manusia dan hewan pasti membutuhkan udara untuk bernapas. Tumbuhan juga
membutuhkan udara untuk melakukan proses pembentukan zat makanan karbohidrat
oleh tumbuhan (fotosintesis). Zat makanan yang dihasilkan sangat bermanfaat
untuk kehidupan manusia dan binatang.
Udara juga berfungsi melindungi
kehidupan di permukaan bumi dari sinar ultraviolet dan benda-benda dari angkasa
luar yang jatuh ke bumi. Lapisan udara atau atmosfer yang menyelubungi bumi
menyaring radiasi ultraviolet yang dapat mengganggu kehidupan di permukaan
bumi. Benda-benda angkasa yang jatuh ke bumi juga akan hancur di udara sebelum
mencapai ke bumi. Bayangkanlah apa yang akan terjadi jika tidak ada
udara. Benda-benda dari angkasa luar akan banyak yang sampai ke bumi sehingga
akan membahayakan kehidupan manusia dan makhluk hidup lainnya.
Udara terdiri atas tiga unsur
utama, yaitu (1) udara kering, (2) uap air, dan (3) aerosol. Udara keringadalah
unsur utama pembentuk udara, terdiri atas nitrogen, oksigen, dan lain- lain.
Sebagian besar unsur penyusun udara kering adalah nitrogen, baru berikutnya
oksigen dan sejumlah unsur lainnya yang kecil persentasenya. Walaupun volumenya
kecil, tetapi unsur-unsur itu memiliki fungsi masing-masing yang sangat
dibutuhkan untuk kehidupan. Di dalam udara terdapat uap air yang berasal
dari hasil penguapan (evaporasi). Proses pemanasan oleh cahaya matahari
mengakibatkan tubuh-tubuh air (mis: sungai, danau, dan laut) sebagian akan
berubah menjadi uap air yang mengisi udara di atasnya. Karena itu, uap air
tersebar tidak merata di permukaan bumi.
Persebaran uap air bergantung pada
intensitas penyinaran matahari dan keberadaan tubuh-tubuh air di suatu wilayah.
Selain udara kering dan uap air, dalam udara juga terdapat benda-benda
berukuran kecil yang karena beratnya sangat ringan yang disebut aerosol, ia
mampu melayang- layang di udara. Aerosol dapat berupa partikel berbentuk garam,
garam natrium, karbon, sulfat, nitrat, kalsium, kalium, silikat,
partikel-partikel dari gunung berapi, dan lain-lain. Aerosol dengan mudah dapat
kita lihat ketika ada cahaya matahari yang masuk lewat celah-celah pada suatu
bangunan.
Benda-benda kecil itu
melayang-layang dan akan terlihat dengan jelas. Tanpa semua unsur penyusun
udara tersebut, tentu kehidupan tidak berjalan seperti yang kita saksikan saat
ini. Uap air dalam udara sangat bermanfaat untuk proses terbentuknya hujan.
Aerosol sangat bermanfaat untuk kondensasi dan pembentukan hujan. Ketika uap
air berubah menjadi titik air, uap air perlu tempat untuk bertengger. Tempat
itu adalah partikel-partikel yang melayang di udara atau aerosol. Tanpa adanya
aerosol, hujan akan sulit terjadi. Melihat begitu pentingnya udara bagi
kehidupan, tepat jika dikatakan bahwa udara merupakan salah satu jenis sumber
daya alam.
Bagi negara Indonesia, ruang udara
menyangkut kedaulatan negara. Hal ini karena ruang udara merupakan salah satu
unsur pembentuk wilayah suatu negara selain daratan. Karena itu, diperlukan
pengaturan pemanfaatan ruang udara, misalnya untuk kepentingan lalu lintas
dirgantara. Sebagai contoh, pesawat militer tidak diperbolehkan melewati
wilayah udara suatu negara tanpa izin negara yang bersangkutan. 2. Potensi
Sumber Daya Tanah Tanah merupakan tempat manusia melakukan berbagai aktivitas
sehari-hari. Manusia bercocok tanam, membangun rumah, membangun jalan,
dan lain-lain di atas tanah. Tanah juga dijadikan bahan untuk membuat bangunan,
jalan, dan lain-lain. Perhatikanlah tanah di sekitarmu! Termasuk jenis tanah
apa? Seperti apakah warnanya? Apakah warna tanah selalu sama di berbagai
lokasi? Jika tidak, bagaimana warna tanah yang pernah kamu lihat? Ya, ternyata
tanah beragam cirinya, tidak hanya warna, tetapi juga kedalaman, tekstur,
struktur, usia, dan lain-lain. Bagaimanakah proses terbentuknya tanah?
Tanah asalnya terbentuk dari bahan induk atau batuan.
Bahan induk dapat berupa batuan
beku maupun batuan sedimen. Tanah yang terbentuk dari batuan beku asalnya dari
lava yang keluar dari gunung berapi lalu membeku. Batuan yang telah membeku
tersebut kemudian terkena pengaruh cuaca, terutama panas dan hujan. Batuan
kemudian hancur dan terbentuklah tanah. Hancurnya batuan juga dapat
terjadi disebabkan adanya tumbuhan yang akarnya mampu menghancurkan batuan.
Tanah juga terbentuk dari batuan sedimen. Batuan sedimen tersebut mengalami
pemadatan, mengeras, dan kemudian hancur oleh pengaruh cuaca.
Tanah yang terbentuk dari batuan
sedimen berbeda dengan tanah yang terbentuk dari batuan beku. Tanah yang terus
menerus mengalami proses pelapukan akan makin tebal atau dalam. Dengan
demikian, usia tanah dapat ditentukan dengan melihat ketebalan atau kedalaman
tanahnya, makin tebal atau dalam, makin tua usia tanah tersebut. Usia tanah
dapat juga dilihat dari warna dan banyaknya lapisan atau horizon tanahnya.
Warna tanah berubah sehingga tanah yang memiliki banyak horizon tanah dapat
dikatakan tanah tersebut telah mengalami perkembangan lanjut atau berusia tua.
Biasanya, tanah yang berusia tuawarnanya kemerah-merahan, sedangkan tanah
yang lebih muda berwarna abu-abu atau kehitaman sesuai dengan batuan yang
menjadi bahan atau asal dari pembentukan tanah tersebut.
Berdasarkan sifat batuan induknya,
secara umum tanah di Indonesia dapat dibedakan menjadi:
1)
tanah
dengan bahan induk vulkanik
2)
tanah
dengan bahan induk bukan vulkanik
3)
tanah
organik atau humus.
a.
Tanah
dengan Bahan Induk Vulkanik Tanah vulkanik awalnya terbentuk dari material
vulkanik yang dikeluarkan saat gunung berapi meletus. Material vulkanik yang
dikeluarkan dari gunung berapi terdiri atas lava (magma yang mencapai permukaan
bumi melalui letusan gunung berapi) dan lahar (campuran air dan batuan yang
menuruni lereng gunung berapi sebagai akibat adanya gaya gravitasi). Istilah
lava juga bisa berarti aliran batuan yang cair yang mengalir dari kawah. Tanah
vulkanik terbentuk dari material vulkanik yang melalui proses panjang pelapukan
yang sangat lama. Biasanya, tanah vulkanik lebih subur jika dibandingkan dengan
jenis tanah lainnya. Itulah yang menyebabkan daerah yang berada di sekitar
gunung berapi menjadi daerah pertanian yang subur. Di manakah sebaran tanah
vulkanik di Indonesia? Sebaran tanah vulkanik tentu saja bersesuaian dengan
sebaran gunung berapi di Indonesia. Sebaran gunung berapi di Indonesia umumnya
terdapat di Jawa, Sumatra, Bali, dan Nusa Tenggara serta sejumlah daerah
di Sulawesi dan Maluku. Dengan demikian, sebaran tanah vulkanik berada di Pulau
Sumatra sepanjang Bukit Barisan, Pulau Jawa kecuali di utara Pegunungan Kendeng
(Bojonegoro), Pulau Bali, Nusa Tenggara Barat, dan Nusa Tenggara Timur kecuali
Pulau Sumba dan Timor. Selain itu, tanah vulkanik juga terdapat di Maluku
kecuali di Kepulauan Kei dan Aru, serta bagian utara Sulawesi.
b.
Tanah
dengan Bahan Induk Bukan Vulkanik (Tanah Tertier) Bahan induk dari tanah ini
bukan hasil aktivitas atau letusan gunung berapi. Jika kita memperhatikan peta
sebaran tanah di Indonesia, sebaran tanah yang berbahan induk bukan vulkanik
terletak di daerah berikut. Sebelah timur dari rangkaian pegunungan di Sumatra
(Pegunungan Bukit Barisan), Kepulauan Riau, Bangka, Belitung, dan lain-lain.
Bagian utara Jawa Timur (sebelah utara Pegunungan Kendeng) dan Madura. Bagian
kecil dari Bali dan Nusa Tenggara Timur (Sumba, Timor). Sebagian besar wilayah
Sulawesi. Kalimantan dan sebagian besar Papua. Sebagian besar Maluku.
c.
Tanah
Organik Tanah organik (humus) adalah tanah yang terbentuk dari tumpukan
sisa-sisa tumbuhan. Di Indonesia, tanah organik dikenal dengan istilah lain
yaitu tanah gambut. Jenis tanah organik banyak ditemukan di rawa-rawa yang luas
seperti di sepanjang pesisir Kalimantan, di pantai timur Sumatra,di sekitar
muara Membramo, dan di sebelah utara Merauke, Papua. Warna tanah gambut ini
adalah cokelat kelam hitam sampai berwarna hitam.
4)
Potensi
Sumber Daya Air Potensi dan sebaran sumber daya alam air di Indonesia
selengkapnya dapat dibaca pada materi Potensi Sumber Daya Air
5)
Potensi
Sumber Daya Hutan Potensi dan sebaran sumber daya alam hutan di Indonesia
selengkapnya dapat dibaca pada materi Potensi Sumber Daya Hutan .
6)
Potensi
Sumber Daya Tambang Potensi dan sebaran sumber daya alam tambang di Indonesia
selengkapnya dapat dibaca pada materi Potensi Sumber Daya Tambang.
7)
Potensi
dan Persebaran Sumber Daya Laut
Potensi
dan sebaran sumber daya alam laut di Indonesia selengkapnya dapat dibaca pada
materi Potensi Sumber Daya Laut Rangkuman Potensi dan Sebaran Sumber Daya Alam
Indonesia Sumber daya alam adalah semua bahan yang ditemukan manusia dalam alam
yang dapat dipakai untuk kepentingan hidupnya. Sumber daya alam dapat
dikelompokkan menjadi berbagai golongan berdasarkan kemungkinan pemulihan,
materi, dan macam habitatnya.
Indonesia
memiliki kekayaan alam yang sangat berlimpah. Kekayaan sumber daya alam Indonesia tidak
hanya berupa bahan tambang, tetapi juga hutan, air, tanah yang subur dan laut
yang luas. Indonesia merupakan salah satu negara di dunia yang kaya akan bahan
tambang. Beraneka bahan tambang tersedia untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri
maupun luar negeri. Namun demikian, karena pengambilan yang terus-menerus,
sebagian sumber daya alam tersebut sudah sangat berkurang. Indonesia memiliki
laut yang luas dan garis pantai yang sangat panjang. Selain ikan yang
berlimpah, ditemukan pula berbagai jenis bahan tambang di dasar laut.
Di
sepanjang pesisir juga terdapat kekayaan alam berupa hutan mangrove, terumbu
karang, rumput laut, dan tentu saja keindahan alam yang dapat dikembangkan
untuk kepentingan pariwisata. Potensi ikan Indonesia sangat berlimpah. Laut
Indonesia memiliki angka potensi lestari yang sangat besar sehingga peluang
untuk meningkatkan jumlah tangkapan yang diperbolehkan juga masih sangat besar.
Hutan mangrove tidak hanya memiliki fungsi ekologis, tetapi juga fungsi
ekonomis. Fungsi ekologis hutan mangrove adalah sebagai habitat atau tempat
hidup binatang laut untuk berlindung, mencari makan atau berkembang biak serta
melindungi pantai dari abrasi air laut.
Fungsi
ekonomis hutan mangrove berupa nilai ekonomi dari kayu dan makhluk hidup yang
ada di dalamnya, misalnya udang dan jenis ikan lainnya. Sebagai negara
kepulauan, Indonesia memiliki terumbu karang terluas di dunia. Kekayaan terumbu
karang Indonesia tidak hanya dari luasnya, tetapi juga keanekaragaman hayati
yang hidup di dalamnya. Uji Pemahaman Materi Kandungan sumber daya alam apa
saja yang terdapat di provinsi tempat tinggalmu? Apa saja yang termasuk dalam
kategori potensi sumber daya pertanian? Jelaskan bagaimana cara pemanfaatannya!
Apa saja yang termasuk dalam kategori potensi sumber daya kelautan? Jelaskan
bagaimana cara pelestariannya! Sumber daya alam gas dan minyak bumi yang
dimiliki Indonesia jumlahnya terbatas. Apa yang terjadi jika sumber daya alam
tersebut habis? Sebagai negara yang kaya dengan sumber daya alam, kemanfaatan
apa saja yang dapat diambil dari sumber daya alam tersebut bagi kehidupan di
Indonesia?
Ingat
dalam pengolahan dan pemanfaatan sumber daya alam jangan dieksploitasi agar
tidak terjadi kerusakan ekosistem yang akan menghancurkan habitat sumber daya
alam Indonesia.
C. SUMBER DAYA ALAM DAN PERTUMBUHAN EKONOMI
Semakin
cepat pertumbuhan ekonomi akan semakin banyak barang sumber daya yang
diperlukan dalam proses produksi. Pada gilirannya akan mengurangi tersedianya
sumber daya alam yang ada di dalam bumi karena barang sumber daya itu harus
diambil dari tempat persediaan sumber daya alam. Dengan demikian dapat
dikatakan ada hubungan yang positif antara jumlah dan kuantitas barang sumber
daya dan pertumbuhan ekonomi, taetapi sebaliknya ada hubungan yang negatif
antara pertumbuhan ekonomi dan tersedianya sumber daya alam yang ada di dalam
bumi.
Antara
pertumbuhan ekonomi dan persediaan sumberdaya mempunyai hubungan yang negatif
artinya semakin cepat pertumbuhan ekonomi suatu perekonomian akan semakin
menipis tersedianya sumberdaya alam di negara yang bersangkutan. Pembangunan
berwawasan lingkungan adalah pembangunan yang memperlakukan sumberdaya alam dengan
melihat hasil positif maupun negatifnya. Sesungguhnya ada dua pola penting
dalam melaksanakan pembangunan yang didasarkan atas Rencana Umum Tata Ruang
(RUTR) dan pola pembangunan yang didasarkan atas Analisis Mengenai Dampak
Lingkungan (AMDAL).
Terdapat hubungan
yang positif antara pembangunan ekonomi dan pencemaran lingkungan, semakin giat
pembangunan ekonomi maka semakin tinggi pula derajat pencemaran lingkungan.
1)
ISU TENTANG SUMBER DAYA ALAM
a.
Sebagai isu pertama dapat dikemukakan pertanyaan
mengenai “berapa lama dan dalam keadaan bagaimana kehidupan manusia dapat
berlangsung terus di bumi ini dengan persediaan tertentu dari sumber daya yang
melekat disuatu tempat (insitu resources), yang dapat diperbaharui tetapi dapat
rusak, serta terbatasnya sistem lingkungan hidup.
b.
Isu kedua mengenai lokasipersediaan yang diketahui.
Misalnya persediaan minyak dunia banyak dan terus ditemukan, tetapi persediaan
tadi semakin jauh dari para konsumen, terutama negara-negara barat.
c.
Isu ketiga adalah adanya pengalaman sejarah mengenai
pergeseran dari sumber daya yang dapat diperbaharui(renewable resources) ke
sumber daya yang tidak dapat diperbaharui(stock resources).
d.
Isu keempat berhubungan dengan kebijaksanaan penggunaan
sumber daya alam pada masa lampau di mana banyak tindakan yang tidak bijaksana,
berpandangan dekat eksploitasi yang terlalu rakus terhadap sumber daya alam.
e.
Isu kelima apakah kita telah benar-benar mengerti
peranan dan pentingnya sumber daya alam dan lingkungan sebagai faktor-faktor
penting bagi pertumbuhan ekonomi dimasa lampau.
f.
Isu keenam ialah bahwa kita semakin tergantung pada
sumberdaya alam yang semakin rendah kualitasnya. Isu ketujuh ialah semakin
memburuknya keadaan lingkungan sebagi akibat kemiskinan yang berkelanjutan dan
pembangunan yang tidak berwawasan lingkungan.
g.
Isu kedelapan ialah tentang peranan yang diberikan
kepada mekanisme pasar dalam menentukan bagaimana sumber daya alam itu dikelola
sepanjang waktu.
2)
EKONOMIKA DAN SUMBER DAYA ALAM
Ekonomika
diartikan sebagai ilmu yang mampu memberikan informasi yang baik dan berguna
dalam pengambilan keputusan, baikm untuk pribadi, lebih-lebih untuk pemerintah
ataupun untuk para wakil rakyat (DPR). Kita mengetahui bahwa setiap aspek yang
dibicarakan oleh sub disiplin ekonomika tentu menyangkut penggunaan sumber daya
alam. Kebijakan ekonomi makro sering kali menyangkut masalah permintaan
terhadap barang-barang sumber daya alam baik dalam negeri maupun dari luar
negeri. Sebaliknya tersedianya serta biaya pengambilan barang sumber daya alam
ini mempengaruhi tingkat kegiatan ekonomi makro.
Demikian
pula neraca perdagangan internasional suatu negara sangar dipengaruhi oleh
tersedianya sumber daya alam di negara tersebut. Seperti minyak bumi, gas alam,
maupun komoditi pertanian. Lebih tampak jelas lagi tingkat pendapatan per
kapita suatu propinisi sangat dipengaruhi oleh tersedianya sumber daya alam di
propinsi masing- masing.
Dalam
hubungan dengan berbagai isu tersebut, maka ekonomika lebih tepat kalau
diharapkan sebagai ilmu yang mampu menganalisis keadaan yang ada (positif), dan
kemudian memberikan informasi tentang implikasi yang dapat timbul dari adanya
berbagai alternatif kebijakan, atau keputusan mengenai penggunaan sumber daya
alam dan selanjutnya dihubungkan dengan penggunaan sumber daya alam yang
semestinya (normatif). Jadi jelasnya ekonomika sumber daya Alam dapat diartikan
sebagai ilmu yang memperhatikan baik rencana maupun penilaian terhadap
alternatif kebijakan sumber daya alam.
D. SUMBER DAYA ALAM HAYATI DAN NON
HAYATI 2
A. Pengelompokan
sumber daya alam
Berdasarkan jenisnya,
sumber daya alam dapat dibedakan menjadi sumber daya alam hayati dan sumber
daya alam non hayati. Sedangkan berdasarkan sifatnya, sumber daya alam dapat
dibedakan menjadi sumber daya alam yang dapat diperbaharui dan sumber daya alam
yang tidak dapat diperbaharui.
1.
Sumber daya alam hayati
Sumber daya alam hayati
adalah sumber daya alam yang berasal dari makhluk hidup, misalnya tumbuhan dan
hewan.
a. Sumber
daya alam dari tumbuhan
-
Bahan pangan Sayuran adalah contoh bahan
pangan dari tumbuhan, misalnya bayam, kangkung, wortel, seledri, dan
lainnya. Nasi dibuat dari beras; beras berasal dari padi. Roti dibuat
dari terigu; terigu berasal dari biji gandum. Kecap, tahu, tempe, dan oncom
berasal dari kedelai. Cokelat berasal dari biji cokelat. Permen dibuat
dari gula; gula berasal dari tebu. Agar-agar berasal dari rumput laut.
Minyak goreng berasal dari kelapa sawit dan jagung.
Minyak goreng berasal dari kelapa sawit dan jagung.
-
Bahan sandang
Pakaian yang kamu
pakai, pasti ada yang terbuat dari kain katun.
Kain katun terbuat dari serat kapas.
Serat kapas berasal dari buah kapas.
Berbagai kasur, bantal, dan guling diisi dengan kapuk.
Kapuk berasal dari buah kapuk.
Kain katun terbuat dari serat kapas.
Serat kapas berasal dari buah kapas.
Berbagai kasur, bantal, dan guling diisi dengan kapuk.
Kapuk berasal dari buah kapuk.
-
Peralatan rumah tangga
Bagian tumbuhan yang
paling banyak dimanfaatkan untuk membuat peralatan rumah tangga adalah
kayu. Kayu dipotong dan dihaluskan menjadi balok dan papan. Balok
dan papan digunakan untuk membuat kusen, tiang, pintu, meja, kursi, lemari, dan
patung.
Kayu juga menjadi bagian penting untuk membuat gagang pisau, pigura, dan pensil. Kertas juga dibuat dari kayu. Selain kayu, bagian tumbuhan yang banyak dimanfaatkan adalah batang bambu dan rotan.
Bambu dan rotan dimanfaatkan untuk membuat meja, kursi, dan lemari. Ban sepeda dan ban mobil terbuat dari karet.
Karet berasal dari getah pohon karet.
Kayu juga menjadi bagian penting untuk membuat gagang pisau, pigura, dan pensil. Kertas juga dibuat dari kayu. Selain kayu, bagian tumbuhan yang banyak dimanfaatkan adalah batang bambu dan rotan.
Bambu dan rotan dimanfaatkan untuk membuat meja, kursi, dan lemari. Ban sepeda dan ban mobil terbuat dari karet.
Karet berasal dari getah pohon karet.
-
Produk kesehatan dan perawatan tubuh
Jamu termasuk obat tradisional. Jamu dibuat dari berbagai tanaman obat, misalnya kencur, jahe, kunyit, kumis kucing, dan pace (mengkudu). Berbagai produk perawatan tubuh menggunakan sari tumbuhan sebagai bahan utamanya. Sampo dibuat dari lidah buaya, urang aring, kelapa, dan kemiri. Sabun mandi dibuat dari sari lidah buaya, apel, bunga mawar, dan avokad.
Jamu termasuk obat tradisional. Jamu dibuat dari berbagai tanaman obat, misalnya kencur, jahe, kunyit, kumis kucing, dan pace (mengkudu). Berbagai produk perawatan tubuh menggunakan sari tumbuhan sebagai bahan utamanya. Sampo dibuat dari lidah buaya, urang aring, kelapa, dan kemiri. Sabun mandi dibuat dari sari lidah buaya, apel, bunga mawar, dan avokad.
b. Sumber
daya alam dari hewan
-
Bahan pangan
Hewan menghasilkan
bahan makanan yang lezat, misalnya daging, telur, dan susu. Keju
merupakan produk olahan susu.
Daging dapat berasal dari ayam, sapi, kambing, kerbau, dan ikan.
Telur dapat berasal dari ayam, bebek, dan burung puyuh.
Susu dapat berasal dari sapi dan kambing.
Daging dapat berasal dari ayam, sapi, kambing, kerbau, dan ikan.
Telur dapat berasal dari ayam, bebek, dan burung puyuh.
Susu dapat berasal dari sapi dan kambing.
-
Bahan sandang
Beberapa bahan sandang
bermutu tinggi berasal dari hewan. Kain sutra berasal dari serat kepompong
ulat sutra. Wol berasal dari serat rambut (bulu) domba. Kulit sapi, kerbau,
ular, dan buaya bernilai tinggi.
Kulit hewan-hewan itu dapat dibuat menjadi jaket, pelapis sofa dan jok mobil, sepatu, dan tas. Produk kesehatan
Berbagai bagian tertentu dari hewan dipercaya merupakan obat mujarab. Ada yang memanfaatkan madu yang dihasilkan lebah sebagai obat. Susu kambing juga bermanfaat untuk kesehatan saluran pencernaan. Banyak orang meyakini bahwa air liur burung walet mampu meningkatkan stamina tubuh dan keindahan kulit.
Kulit hewan-hewan itu dapat dibuat menjadi jaket, pelapis sofa dan jok mobil, sepatu, dan tas. Produk kesehatan
Berbagai bagian tertentu dari hewan dipercaya merupakan obat mujarab. Ada yang memanfaatkan madu yang dihasilkan lebah sebagai obat. Susu kambing juga bermanfaat untuk kesehatan saluran pencernaan. Banyak orang meyakini bahwa air liur burung walet mampu meningkatkan stamina tubuh dan keindahan kulit.
2.
Sumber daya alam non hayati
Sumber daya alam non
hayati berasal dari benda tak hidup, antara lain tanah, batuan, dan bahan
tambang.
a. Bahan
bangunan
Sekolah dibangun dengan
menggunakan batu bata, pasir, semen, genting, dan tiang besi. Batu bata
dan genting dibuat dari tanah liat.
Pasir berasal dari hancuran batuan. Semen dibuat dari batu kapur dan hancuran batuan lain. Tiang besi dibuat dari logam besi.
Pasir berasal dari hancuran batuan. Semen dibuat dari batu kapur dan hancuran batuan lain. Tiang besi dibuat dari logam besi.
b. Peralatan
rumah tangga
Saat ini, bahan yang
sering digunakan untuk membuat berbagai peralatan rumah tangga adalah
plastik. Plastik berasal dari bahan kimia buatan yang diolah di pabrik. Berbagai
benda dari plastik antara lain ember, baskom, sendok, sedotan, dan kantong
plastik. Sendok dan garpu dibuat dari logam besi.
Panci dan penggorengan
dari logam alumunium. Kalung, gelang, dan cincin dari emas dan perak. Kabel
listrik terbuat dari logam tembaga.
Ada berbagai jenis bahan bakar misalnya minyak tanah, gas, bensin, solar, dan batu bara. Minyak tanah digunakan untuk kompor dan lampu minyak.
Gas digunakan untuk kompor gas. Bensin digunakan untuk mobil dan motor. Solar digunakan untuk mesin disel.
Batu bara digunakan sebagai bahan bakar industri logam.
Ada berbagai jenis bahan bakar misalnya minyak tanah, gas, bensin, solar, dan batu bara. Minyak tanah digunakan untuk kompor dan lampu minyak.
Gas digunakan untuk kompor gas. Bensin digunakan untuk mobil dan motor. Solar digunakan untuk mesin disel.
Batu bara digunakan sebagai bahan bakar industri logam.
3.
Sumber daya alam yang dapat diperbaharui
Sumber daya alam yang
dapat diperbaharui adalah sumber daya alam yang akan tetap tersedia, meskipun
digunakan terus-menerus. Contoh hewan, tumbuhan, air, udara, dan cahaya
matahari. Tumbuhan dan hewan selalu ada karena dapat
berkembangbiak. Air selalu ada selama ada daur air.
Angin dan cahaya matahari juga selalu ada.
Angin dan cahaya matahari juga selalu ada.
4.
Sumber daya alam yang tidak dapat
diperbaharui
Sumber daya alam yang tidak dapat diperbaharui adalah sumber daya alam yang jika digunakan terus-menerus akan habis. Sumber daya alam tersebut dapat habis karena tidak dapat diperbanyak dan jumlahnya terbatas di alam.
Contoh bahan tambang misalnya minyak bumi, batu bara, besi, emas, perak, tembaga, dan lain sebagainya.
Sumber daya alam yang tidak dapat diperbaharui adalah sumber daya alam yang jika digunakan terus-menerus akan habis. Sumber daya alam tersebut dapat habis karena tidak dapat diperbanyak dan jumlahnya terbatas di alam.
Contoh bahan tambang misalnya minyak bumi, batu bara, besi, emas, perak, tembaga, dan lain sebagainya.
B. Hubungan
sumber daya alam dengan teknologi
1.
Pengolahan kayu menjadi kertas
Kertas dibuat dari
serat selulosa. Selulosa adalah zat serat yang berasal dari tumbuhan. Selulosa
banyak terkandung dalam batang berkayu.
Setelah kayu dikupas kulitnya, potongan kayu dicampur dengan bahan kimia menjadi pulp (bubur kayu). Pulp dibersihkan dengan bahan pemutih untuk menghasilkan kertas putih. Kemudian, pulp dicampur dan dikocok dengan air. Dalam tahap itu, berbagai bahan lain ditambahkan untuk meningkatkan mutu kertas. Akhirnya, berbagai bahan yang telah tercampur tadi dimasukkan ke dalam mesin pembuat kertas. Pengisap dalam mesin pembuat kertas membuang kelebihan air sehingga menjadi bahan berbentuk lembaran.
Lembaran yang masih basah ini digilas untuk menghasilkan kertas.
Setelah kayu dikupas kulitnya, potongan kayu dicampur dengan bahan kimia menjadi pulp (bubur kayu). Pulp dibersihkan dengan bahan pemutih untuk menghasilkan kertas putih. Kemudian, pulp dicampur dan dikocok dengan air. Dalam tahap itu, berbagai bahan lain ditambahkan untuk meningkatkan mutu kertas. Akhirnya, berbagai bahan yang telah tercampur tadi dimasukkan ke dalam mesin pembuat kertas. Pengisap dalam mesin pembuat kertas membuang kelebihan air sehingga menjadi bahan berbentuk lembaran.
Lembaran yang masih basah ini digilas untuk menghasilkan kertas.
2.
Pengolahan padi menjadi nasi
Nasi dibuat dari beras
yang dimasak dengan air mendidih. Beras berasal dari biji padi yang telah
dikupas kulitnya. Awalnya, biji padi dirontokkan dari batang padi. Biji
padi yang masih terbungkus kulit ini disebut gabah.
Gabah dimasukkan dalam mesin pengupas menjadi beras.
Beras kemudian dimasak dengan menggunakan penanak nasi menjadi nasi yang siap dimakan.
Gabah dimasukkan dalam mesin pengupas menjadi beras.
Beras kemudian dimasak dengan menggunakan penanak nasi menjadi nasi yang siap dimakan.
3.
Pengolahan serat menjadi kain katun,
wol, dan sutra
4.
Tekstil (bahan sandang) dapat dibuat
dari berbagai serat, yaitu kapas, wol, dan sutra. Kapas, wol, dan sutra
diperoleh dari tumbuhan dan hewan.
Kapas berasal dari buah kapas. Wol berasal dari rambut (bulu) biri-biri.
Sutra berasal dari kepompong ulat sutra. Buah kapas, rambut biri-biri, dan kepompong dipintal dengan alat pintal menjadi gulungan benang.
Benang-benang tersebut ditenun menjadi lembaran kain atau bahan sandang (tekstil).
Kapas berasal dari buah kapas. Wol berasal dari rambut (bulu) biri-biri.
Sutra berasal dari kepompong ulat sutra. Buah kapas, rambut biri-biri, dan kepompong dipintal dengan alat pintal menjadi gulungan benang.
Benang-benang tersebut ditenun menjadi lembaran kain atau bahan sandang (tekstil).
Setiap jenis bahan sandang
mempunyai ciri tertentu. Bahan dari kapas amat nyaman digunakan di daerah
tropis, seperti di Indonesia. Bahan sandang dari kapas disebut kain katun. Bahan
dari wol cocok untuk digunakan di daerah dingin, misalnya di pegunungan dan di
Benua Eropa. Bahan wol sangat sesuai untuk baju hangat dan jas. Bahan sutra amat
lembut dan nyaman dipakai. Bahan sutra harganya amat mahal. Bahan sutra
biasanya digunakan untuk membuat baju pesta.
C. Peran
masyarakat dalam pelestarian sumber daya alam
Untuk menyelamatkan
lingkungan dari tumpukan sampah, kamu dapat memulainya dengan melakukan hal-hal
sederhana seperti berikut ini :
1.
Mengurangi penggunaan kantong plastik
baru.
2.
Memisahkan sampah yang dapat terurai dan
tidak terurai saat membuang sampah.
3.
Memanfaatkan benda semaksimal mungkin
sehingga mengurangi sampah.
4.
Mengolah sampah basah menjadi pupuk
kompos untuk menyuburkan tanah.
E.
LANDASAN
KEBIJAKSANAAN PENGELOLAAN SUMBER DAYA ALAM
a)
Arah Kebijakan Bidang Pengelolaan Sumberdaya Alam dan
Lingkungan Hidup dalam GHBN 1999 – 2004
1.
Mengelola sumber daya alam dan memelihara daya
dukungnya agar bermanfaat bagi peningkatan kesejahteraan rakyat dari generasi ke
generasi.
2.
Meningkatkan pemanfaatan potensi sumber daya alam dan
lingkungan hidup dengan melakukan konservasi, rehabilitasi dan penghematan
penggunaan, dengan menerapkan teknologi ramah lingkungan.
3.
Menerapkan indikator-indikator yang memungkinkan
pelestarian kemampuan keterbaharuan dalam pengelolaan sumber daya alam yang
dapat diperbaharui untuk mencegah kerusakan yang tidak dapat balik.
4.
Mendelegasikan secara bertahap wewenang pemerintah
pusat kepada pemerintah daerah dalam pelaksanaan pengelolaan sumber daya alam
secara selektif dan pemeliharaan lingkungan hidup sehingga kualitas ekosistem
tetap terjaga, yang diatur dengan undang-undang.
5.
Mendayagunakan sumber daya alam untuk sebesar-besarnya
kemakmuran rakyat dengan memperhatikan kelestarian fungsi dan keseimbangan
lingkungan hidup, pembangunan yang berkelanjutan, kepentingan ekonomi dan
budaya masyarakat lokal serta penataan ruang, yang pengusahaannya diatur dengan
undang-undang.
b)
Arah kebijakan dalam pengelolaan sumber daya
alam dalam TAP MPR No. IX/MPR/2001 tentang Pembaruan Agraria dan
Pengelolaan Sumber Daya Alam :
1.
Melakukan pengkajian ulang terhadap berbagai peraturan
perundang-undangan yang berkaitan dengan pengelolaan sumber daya alam dalam
rangka sinkronisasi kebijakan antarsektor yang berdasarkan prinsip-prinsip
sebagaimana dimaksud Pasal 5 Ketetapan ini.
2.
Mewujudkan optimalisasi pemanfaatan berbagai sumber
daya alam melalui identifikasi dan inventarisasi kualitas dan kuantitas sumber
daya alam sebagai potensi dalam pembangunan nasional.
3.
Memperluas pemberian akses informasi kepada masyarakat
mengenai potensi sumber daya alam di daerahnya dan mendorong terwujudnya
tanggung jawab sosial untuk menggunakan teknologi ramah lingkungan termasuk
teknologi tradisional.
4.
Memperhatikan sifat dan karakteristik dari berbagai
jenis sumber daya alam dan melakukan upaya-upaya meningkatkan nilai tambah dari
produk sumber daya alam tersebut.
5.
Menyelesaikan konflik-konflik pemanfaatan sumber daya
alam yang timbul selama ini sekaligus dapat mengantisipasi potensi konflik di
masa mendatang guna menjamin terlaksananya penegakan hukum dengan didasarkan
atas prinsip-prinsip sebagaimana dimaksud Pasal 5 Ketetapan ini.
6.
Menyusun strategi pemanfaatan sumber daya alam yang
didasarkan pada optimalisasi manfaat dengan memperhatikan kepentingan dan
kondisi daerah maupun nasional.
c)
Parameter Kebijakan PSDA bagi Pembangunan
Berkelanjutan
Reformasi pengelolaan sumber daya
alam sebagai prasyarat bagi terwujudnya pembangunan berkelanjutan dapat dinilai
dengan baik apabila terumuskan parameter yang memadai. Secara implementatif,
parameter yang dapat dirumuskan diantaranya:
1.
Desentralisasi dalam pengelolaan sumber daya alam dan
lingkungan hidup dengan mengikuti prinsip dan pendekatan ekosistem, bukan
administratif.
2.
Kontrol sosial masyarakat dengan melalui pengembangan
transparansi proses pengambilan keputusan dan peran serta masyarakat . Kontrol
sosial ini dapat dimaknai pula sebagai partisipasi dan kedaulatan yang dimiliki
(sebagai hak) rakyat. Setiap orang secara sendiri-sendiri maupun berkelompok
memiliki hak yang sama dalam proses perencanaan, pengambilan keputusan,
pelaksanaan, pengawasan serta evaluasi pada pengelolaan dan pelestarian sumber
daya alam dan lingkungan hidup.
3.
Pendekatan utuh menyeluruh atau komprehensif dalam
pengelolaan sumber daya alam dan lingkungan hidup. Pada parameter ini,
pengelolaan sumber daya alam dan lingkungan hidup harus menghilangkan
pendekatan sektoral, namun berbasis ekosistem dan memperhatikan keterkaitan dan
saling ketergantungan antara faktor-faktor pembentuk ekosistem dan antara satu
ekosistem dengan ekosistem lainnya.
4.
Keseimbangan antara eksploitasi dengan konservasi
dalam pengelolaan sumber daya alam dan lingkungan hidup sehingga tetap terjaga
kelestarian dan kualitasnya secara baik.
5.
Rasa keadilan bagi rakyat dalam pemanfaatan sumber
daya alam dan lingkungan hidup. Keadilan ini tidak semata bagi generasi
sekarang semata, tetapi juga keadilan untuk generasi mendatang sesudah kita
yang memiliki hak atas lingkungan hidup yang baik.
F. KARAKTERISTIK EKOLOGI SUMBER DAYA
ALAM
Ruang
Lingkup Ekologi Penerapan ekologi di bidang pertanian dan perkebunan di
antaranya adalah penggunaan kontrol biologi untuk pengendalian populasi hama guna
meningkatkan produktivitas. Ekologi berkepentingan dalam menyelidiki interaksi
organisme dengan lingkungannya. Pengamatan ini bertujuan untuk menemukan
prinsip-prinsip yang terkandung dalam hubungan timbal balik tersebut.
Dalam studi ekologi digunakan metoda pendekatan secara rnenyeluruh pada komponen-kornponen yang berkaitan dalam suatu sistem. Ruang lingkup ekologi berkisar pada tingkat populasi, komunitas, dan ekosistem.
Dalam studi ekologi digunakan metoda pendekatan secara rnenyeluruh pada komponen-kornponen yang berkaitan dalam suatu sistem. Ruang lingkup ekologi berkisar pada tingkat populasi, komunitas, dan ekosistem.
1.
ASAS
PENGELOLAHAN LINGKUNGAN
Pemerintah tidak memiliki dan
menerapkan asas-asas umum kebijakan lingkungan ( General Principles of
Environmental Policy )
contoh Asas pengelolahan yang baik adalah dengan memanfaatkan alam dengan sebaik mungkin.kelestarian ya pun harus terjaga dan perlu di utamakan.
Bagaimana hidup kita adalah tergantung pada alam sekitar.
contoh Asas pengelolahan yang baik adalah dengan memanfaatkan alam dengan sebaik mungkin.kelestarian ya pun harus terjaga dan perlu di utamakan.
Bagaimana hidup kita adalah tergantung pada alam sekitar.
2. PERMASALAHAN KETERBATASAN SUMBER DAYA ALAM DALAM
PEMBANGUNAN
Pengelolaan lingkungan hidup tetap
mengacu pada Undang-undang No 23 tahun 1997 tentang Pengelolaan Lingkungan
Hidup dan juga Undang-undang No 32.Walaupun alam indonesia memepunyai
keterbatasan penyadiaan bagi kita, misalnya minyak bumi atau sumber daya alam
yang tidak dapat diperbarui lainya.kita sebagai manusia perlu mengatasi masalah
seperti ini.misalnya saja mengganti dengan sumber daya yang dapat diperbarui.
3. PERAN TEKNOLOGI DALAM SUMBER DAYA ALAM
Teknologi sangat berpengaruh bagi
kelestarian sumber daya alam.tetapi ada teknologi yang menghabiskan sumber daya
alam yang tidak dapat diperbarui.mungkin teknologi yang seperti ini membuat
alam makin kehilangan kelestarianya tetapi, ada juga teknologi yang
menghasilkan sumber daya alam pengganti yang habis(tidak dapat diperbarui). Kekayaan
alam Indonesia yang sangat melimpah jika dibandingkan dengan beberapa negara
maju yang ada saat ini, seperti Jepang, Singapura dan lain-lain, dapat
dibayangkan apabila kemampuan meguasai teknologinya lebih maju maka tentunya akan
mampu menjadi salah satu negara yang makmur dengan masyarakat yang sejahtera
sebagai negara maju
G. DAYA DUKUNG LINGKUNGAN
Menurut
Soerjani et al. (1987), pengertian daya dukung lingkungan adalah batas teratas
dari pertumbuhan suatu populasi saat jumlah populasi tidak dapat didukung lagi
oleh sarana, sumber daya dan lingkungan yang ada. Menurut Khana
dalam KLH (2010) daya dukung lingkungan dapat didefinisikan sebagai
kemampuan untuk mendapatkan hasil atau produk di suatu daerah dari sumber daya
alam yang terbatas dengan mempertahankan jumlah dan kualitas sumber dayanya.
Sesuai
dengan pengertian di atas, dapat disimpulkan bahwa daya dukung lingkungan tidak
hanya diukur dari kemampuan lingkungan dan sumberdaya alam dalam mendukung
kehidupan manusia, tetapi juga dari kemampuan menerima beban pencemaran dan
bangunan.
Menurut UU
No. 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup,
Lingkungan Hidup adalah kesatuan ruang dengan semua benda, daya, keadaan, dan
makhluk hidup, termasuk manusia dan perilakunya, yang mempengaruhi alam itu
sendiri, kelangsungan perikehidupan, dan kesejahteraan manusia serta makhluk
hidup lain.
Pengertian
(Konsep) dan Ruang Lingkup Daya Dukung Lingkungan Menurut UU No. 23/ 1997, daya
dukung lingkungan hidup adalah kemampuan lingkungan hidup untuk mendukung
perikehidupan manusia, makhluk hidup lain, dan keseimbangan antarkeduanya.
Menurut Soemarwoto (2001), daya dukung lingkungan pada hakekatnya adalah daya
dukung lingkungan alamiah, yaitu berdasarkan biomas tumbuhan dan hewan yang
dapat dikumpulkan dan ditangkap per satuan luas dan waktu di daerah itu.
Menurut Khanna (1999), daya dukung lingkungan hidup terbagi menjadi 2 (dua)
komponen, yaitu kapasitas penyediaan (supportive capacity) dan kapasitas
tampung limbah (assimilative capacity).
Sedangkan
menurut Lenzen (2003), kebutuhan hidup manusia dari lingkungan dapat dinyatakan
dalam luas area yang dibutuhkan untuk mendukung kehidupan manusia. Luas area
untuk mendukung kehidupan manusia ini disebut jejak ekologi (ecological
footprint). Lenzen juga menjelaskan bahwa untuk mengetahui tingkat
keberlanjutan sumber daya alam dan lingkungan, kebutuhan hidup manusia
kemudian
dibandingkan dengan luas aktual lahan produktif. Perbandingan antara jejak
ekologi dengan luas aktual lahan produktif ini kemudian dihitung sebagai
perbandingan antara lahan tersedia dan lahan yang dibutuhkan. Carrying capacity
atau daya dukung lingkungan mengandung pengertian kemampuan suatu tempat dalam
menunjang kehidupan mahluk hidup secara optimum dalam periode waktu yang
panjang. Daya dukung lingkungan dapat pula diartikan kemampuan lingkungan
memberikan kehidupan organisme secara sejahtera dan lestari bagi penduduk yang
mendiami suatu kawasan.
Definisi
Daya Dukung Lingkungan/Carrying Capacity yang lain adalah sebagai
berikut:
1)
Jumlah organisme atau spesies khusus secara maksimum
dan seimbang yang dapat didukung oleh suatu lingkungan
2)
Jumlah penduduk
maksimum yang dapat didukung oleh suatu lingkungan tanpa merusak lingkungan
tersebut
3)
Jumlah makhluk hidup yang dapat bertahan pada suatu
lingkungan dalam periode jangka panjang tampa membahayakan lingkungan tersebut
4)
Jumlah populasi maksimum dari organisme khusus yang
dapat didukung oleh suatu lingkungan tanpa merusak lingkungan tersebut
5)
Rata-rata kepadatan suatu populasi atau ukuran
populasi dari suatu kelompok manusia dibawah angka yang diperkirakan akan
meningkat, dan diatas angka yang diperkirakan untuk menurun disebabkan oleh
kekurangan sumber daya. Kapasitas pembawa akan berbeda untuk tiap kelompok
manusia dalam sebuah lingkungan tempat tinggal, disebabkan oleh jenis makanan,
tempat tinggal, dan kondisi sosial dari masing-masing lingkungan tempat tinggal
tersebut.
Dengan
demikian, daya dukung lingkungan hidup terbagi menjadi dua komponen yaitu
kapasitas penyediaan (supportive capacity) dan kapasitas tampung limbah
(assimilative capacity).
H. KETERBATASAN KEMAMPUAN MANUSIA
Manusia
adalah makhluk yang dilahirkan paling sempurna. Manusia memiliki kemampuan
kognitif untuk memproses informasi yang diperoleh dari lingkungan di
sekelilingnya melalui indera yang dimilikinya, membuat persepsi terhadap
apa-apa yang dilihat atau dirabanya, serta berfikir untuk memutuskan aksi apa
yang hendak dilakukan untuk mengatasi keadaan yang dihadapinya. Hal-hal yang
dapat mempengaruhi kemampuan kognitif pada manusia meliputi tingkat
intelejensi,kondisi fisik, serta kecepatan sistem pemrosesan informasi pada
manusia. Bila kecepatan sistem pemrosesan informasi terganggu, maka akan
berpengaruh pada reaksi manusia dalam mengatasi berbagai kondisi yang dihadapi.
Keterbatasan
kognitif terjadi apabila terdapat masalah atau gangguan pada kemampuan
kognitif. Masalah yang dialami bisa terjadi sejak lahir, atau terjadi perubahan
pada tubuh manusia seperti terluka, terserang penyakit, mengalami kecelakaan
yang dapat menyebabkan kerusakan salah satu indera, fisik atau juga mental.
Akibat dari adanya keterbatasan kognitif ini, manusia menjadi tidak mampu untuk
memproses informasi dengan sempurna. Dengan ketidaksempurnaan ini maka manusia
yang memiliki keterbatasan kognitif mengalami masalah dalam meraba, mempelajari
atau berfikir untuk bereaksi terhadap keadaan yang dihadapinya.
Persepsi
dalam arti sempit melibatkan pengalaman kita tapi secara psikis pengertian itu
tidaklah tepat. Tetapi lebih tepatnya persepsi merupakan proses yang
menggabungkan dan mengorganisir data-data indera kita ( penginderaan) untuk
dikembangkan sedemikian rupa sehingga kita dapat menyadari di sekeliling kita,
termasuk sadar dengan diri kita sendiri. Dan didalam mempersepsi keadaan
sekitar maka kita harus melibatkan indra kita maka akan lahir sebuah argumen
yang berasal dari informasi yang dikumpulkan dan diterima oleh alat reseptor
sensorik kita sehingga kita dapat menggabungkan atau mengelompokkan data yang
telah kita terima sebelumnya melalui pengalaman awal kita.
Daftar Pustaka :
Tidak ada komentar:
Posting Komentar