Senin, 03 Oktober 2016

ALIRAN UANG (CASH FLOW) DAN TRANSFORMASI KARAKTERISTIK ALTERNATIF PROYEK KE DALAM DIMENSI MONETER



1.      ALIRAN UANG (CASH FLOW) DAN PENYESUAIANNYA

Pengertian Cash Flow
Cash flow (aliran kas) merupakan sejumlah uang kas yang keluar dan yang masuk sebagai akibat dari aktivitas perusahaan dengan kata lain adalah aliran kas yang terdiri dari aliran masuk dalam perusahaan dan aliran kas keluar perusahaan serta berapa saldonya setiap periode.
Hal utama yang perlu selalu diperhatikan yang mendasari dalam mengatur arus kas adalah memahami dengan jelas fungsi dana/uang yang kita miliki, kita simpan atau investasikan. Secara sederhana fungsi itu terbagi menjadi tiga yaitu :
1.      fungsi likuiditas, yaitu dana yang tersedia untuk tujuan memenuhi kebutuhan sehari-hari dan dapat dicairkan dalam waktu singkat relatif tanpa ada pengurangan investasi awal
2.      fungsi anti inflasi, dana yang disimpan guna menghindari resiko penurunan pada daya beli di masa datang yang dapat dicairkan dengan relatif cepat.
3.      capital growth, dana yang diperuntukkan untuk penambahan/perkembangan kekayaan dengan jangka waktu relatif panjang
Aliran kas yang berhubungan dengan suatu proyek dapat di bagi menjadi tiga kelompok :
·         Aliran kas awal (Initial Cash Flow) merupakan aliran kas yang berkaitan dengan pengeluaran untuk kegiatan investasi misalnya; pembelian tanah, gedung, biaya pendahuluan dsb. Aliran kas awal dapat dikatakan aliran kas keluar (cash out flow).
·         Aliran kas operasional (Operational Cash Flow) merupakan aliran kas yang berkaitan dengan operasional proyek seperti; penjualan, biaya umum, dan administrasi. Oleh sebab itu aliran kas operasional merupakan aliran kas masuk (cash in flow) dan aliran kas keluar (cash out flow).
·         Aliran kas akhir (Terminal Cash Flow) merupakan aliran kas yang berkaitan dengan nilai sisa proyek (nilai residu) seperti sisa modal kerja, nilai sisa proyek yaitu penjualan peralatan proyek.
·         Cash flow mempunyai beberapa keterbatasan-keterbatasan antara lain;
a) Komposisi penerimaan dan pengeluaran yang dimasukan dalam cash flow hanya yang  bersifat tunai.
b) Perusahaan hanya berpusat pada target yang mungkin kurang fleksibel
c) Apabila terdapat perubahan pada situasi internal maupun eksternal dari perusahaan yang dapat mempengaruhi estimasi arus kas masuk dan keluar yang seharusnya diperhatikan, maka akan terhambat karena manager hanya akan terfokus pada budget kas misalnya; kondisi ekonomi yang kurang stabil, terlambatnya customer dalam memenuhi kewajibanya
CAdapun kegunaan dalam menyusun estimasi cash flow dalam perusahaan sangat berguna bagi beberapa pihak terutama manajement. Diantaranya:
1) Memberikan seluruh rencana penerimaan kas yang berhubungan dengan rencana keuangan perusahaan dan transaksi yang menyebabkan perubahan kas.
2) Sebagian dasar untuk menaksir kebutuhan dana untuk masa yang akan datang dan memperkirakan jangka waktu pengembalian kredit.
3) Membantu menager untuk mengambil keputusan kebijakan financial.
4) Untuk kreditur dapat melihat kemampuan perusahaan untuk membayar kredit yang diberikan kepadanya..

Ø  PENYUSUNAN ALIRAN UANG DAN PERHITUNGANNYA
Ø  A.    Prosedur Penyusunan Laporan Aliran Uang
Ø  Dalam Pernyataan Standar Akuntansi (PSAK) No. 2 yang dapat dipergunakan perusahaan terdapat dua metode untuk menyajikan laoran aliran uang, yaitu :
Ø  1.      Metode Langsung
Ø  Metode langsung menggolongkan berbagai kategori utama dari kegiatan operasi. Metode langsung lebih mudah untuk dimengerti, dan memberikan informasi yang lebih banyak untuk mengambil keputusan.
Ø  2.      Metode Tidak Langsung
Ø  Penyusunan laporan aliran uang dengan menggunakan metode ini diawali dengan laba bersih dan menyesuaikan laba bersih tersebut sehingga diperoleh aliran uang dari aktivitas operasi.
Ø  Kedua metode tersebut mendatangkan jumlah sub-total yang sama untuk kegiatan operasi, kegiatan investasi, kegiatan pendanaan dan aliran uang bersih selama periode tertentu. Metode tersebut berbeda hanya dalam cara menunjukkan aliran uang dari kegiatan operasi.
Ø  Langkah-Langkah Penyusunan Cash Flow
Ø  Ada empat langka dalam penyusunan cash flow, yaitu :
Ø  1. Menentukan minimum uang
Ø  2. Menyusun estimasi penerimaan dan pengeluaran
Ø  3. Menyusun perkiraan kebutuhan dana dari hutang yang dibutuhkan untuk menutupi defisit uang dan membayar kembali pinjaman dari pihak ketiga.
Ø  4. Menyusun kembali keseluruhan penerimaan dan pengeluaran setelah adanya transaksi finansial dan budget uang yang final.
Ø   
Ø  B. Rumus Untuk Perhitungan Aliran Uang
Ø  1. RAB = RAP + Profit RAP = RAB – 10% RAB RAP = 0,9 RAB
Ø  2. Cash flow ditinjau berdasarkan system pembayaran mingguan, dan termin progress 25%. Dengan pembanding tanpa uang muka, dan dengan uang muka 20%, dan 30%.
Ø  3. Profit yang didapatkan kontraktor : Profit = 10% RAB Profit = 0,1 RAB
Ø  4. Besarnya tagihan kontraktor kepada owner : Tagihan = prestasi Tagihan = RAP + Profit Tagihan = RAB
Ø  5. Asumsi owner melakukan penahanan sebesar 5% dari tagihan (Halphin & Woodhead). Sehingga besarnya penahanan adalah : Penahanan = 0,05 Tagihan Penahanan = 0,05 RAB
Ø  6. Pembayaran dari owner kepada kontraktor dilakukan setelah pekerjaan kontruksi selesai. Besarnya pembayaran adalah : Pembayaran = Tagihan – 0,05 Tagihan Pembayaran = Tagihan – Penahanan
Ø  7. Overdraft merupakan selisih antara biaya yang diperlukan dengan pembayaran : Overdraft = RAP – Pembayaran
Ø  8. Bunga Overdraft = 12% per tahun = 1% per bulan

2.TRANSFORMASI KARAKTERISTIK ALTERNATIF PROYEK KE DALAM DIMENSI MONETER

Dalam perkembangan sejarah perdaban manusia, peranan uang dirasakan sangat penting. Hampir tidak ada satu pun bagian dari kehidupan ekonomi manusia yang tidak terkait dengan keberadaan uang. Pengalaman menunjukkan bahwa jumlah uang yang beredar di luar kendali dapat menimbulkan konsekuensi atau pengaruh yang buruk bagi perekonomian secara keseluruhan. Konsekuensi atau pengaruh buruk dari kurang terkendalinya perkembangan jumlah uang yang beredar tersebut antara lain dapat dilihat pada kurang terkendalinya perkembangan variable - variabel ekonomi utama, yaitu tingkat produksi ( Output ) dan harga ( Price Stability ).

     Peningkatan jumlah uang beredar yang berlebihan dapat mendorong peningkatan harga melebihi tingkat yang diharapkan ( Inflation ) sehingga dalam jangka panjang dapat mengganggu pertumbuhan ekonomi. Sebaliknya, apabila peningkatan jumlah uang beredar sangat rendah, kesejahteraan masyarakat secara keseluruhan pada gilirannya akan mengalami penurunan. Kondisi tersebut antara lain melatarbelakangi upaya - upaya yang dilakukan oleh pemerintah, dalam hal ini otoritas moneter ( Central Banking ) suatu Negara dalam mengendalikan jumlah uan beredar dalam perekonomian. Kegiatan pengendalian jumlah uang beredar tersebut lazimnya disebut dengan kebijakan moneter, yang pada dasarnta merupakan salah satu bagian integral dari kebijakan ekonomi makro yang ditempuh oleh otoritas moneter.

     Kebijakan moneter konvensional ( kebijakan moneter yang telah atau sedang digunakan ) pada nyatanya belum mampu mewujudkan tujuan jangka pendek ( Tingkat Produksi dan Stabilitas Harga ) ataupun jangka panjang ( National Welfare ). Justru sebaliknya, yang terjadi di Negara sedang berkembang ( NSB ) ialah krisis ekonomi dari sisi moneter yang berlangsung secara kontinuitas, tingkat harga yang berfluktuatif mengarah pada inflasi yang tinggi karena tidak didukung dengan tingkat produksi yan optimal, kemiskinan yang tidak pernah selesai akibat decoupling ( sektor moneter unequivalent, sektor riil ), pengangguran merajalela karena tidak didukungnya dunia usaha oleh kebijakan perbankan, dan pada akhirnya Negara sedang berkembang ( NSB ) mengalami kesulitan untuk melakukan eksplorasi pembangunan ekonomi menuju negara maju karena terjerat permasalahan ekonomi fundamental ( Inflasi, pendapatan nasional rendah, ataupun utang ).

     Kegagalan kebijakan moneter konvensional ini tidak lain disebabkan oleh instrument dari kebijakan moneter itu sendiri. Amunisi kebijakan moneter konvensional yang teguh dengan instrument suku bunga dan pada instrument lain yang dikaitkan pula dengan suku bunga diduga sebagai penyebab dari kegagalan kebijakan moneter seutuhnya. Sehingga strategi yang signifikam untuk mengembalikan hakikat kebijakan moneter dalam mengatur jumlah uang beredar demi tercapainya optimalisasi tingkat produksi dan stabilitasi harga dalam rangka mewujudkan kesejahteraan ialah merubah instrumen kebijakan moneter yang berdasarkan pada bunga kepada instrumen kebijakan moneter yang terhindar atau terlepas dari bunga ( riba ).





Rabu, 22 Juni 2016

KETAHANAN NASIONAL RUSIA



KETAHANAN NASIONAL SUATU BANGSA

Angkatan Darat adalah jenis angkatan bersenjata yang paling besar dan memiliki persenjataan serta metode operasi tempur yang paling banyak dan beragam. Angkatan Darat bertujuan menentang agresi musuh dalam pertempuran darat antarbenua, melindungi integritas wilayah dan kepentingan nasional Rusia. RBTH memilih lima tipe senjata Angkatan Darat Rusia yang paling menakutkan bagi musuh.

SAM Buk-M3: Tembak dan Lupakan
Sistem pertahanan udara Buk-M3 tengah diuji coba dan akan mulai beroperasi pada 2016. Ia dapat menghancurkan pesawat taktis dan strategis, helikopter, rudal jelajah, dan pesawat tanpa awak pada ketinggian 15 meter hingga 35 kilometer, dan pada jarak 40 kilometer. Misil ini juga dilengkapi dengan sistem pemandu radio dan radar aktif. Buk-M3 menggunakan pencegat misil antipesawat baru 9M317M yang memiliki strategi 'fire and forget'.
SAM Tor-M2: Perisai untuk Target Jarak Dekat





Parade untuk memperingati 70 tahun kemenangan di Perang Patriotik Raya, Lapangan Merah, Moskow. Dalam foto: sistem pertahanan udara taktis Tor-M2U. Foto: PhotoXpress

Salah satu sistem misil pertahanan udara jarak dekat yang paling efektif saat ini adalah sistem SAM dari keluarga Tor-M2. Ia dapat melindungi konvoi persenjataan yang berada di jarak delapan hingga sepuluh kilometer. Senjata ini memiliki kecepatan tembakan 2,5 detik dan dapat menyerang misil antiradar yang terbang pada ketinggian yang sangat rendah—kurang dari lima meter dari darat. Sistem ini dilengkapi dengan radar dan elektronik yang memungkinkan ia mendeteksi dan memproses 144 target, menampilkan informasi mengenai 20 target yang paling berbahaya, dan menghancurkan empat dari 20 target tersebut sekaligus. Bobotnya yang ringan, 15 ton, cocok untuk diangkut oleh helikopter menuju tempat-tempat yang cukup sulit, bahkan ke atap gedung atau bangunan.

BMPT-72: Terminator Beroda Rantai


BMPT-72 "Terminator 2". Foto: Vladislav Belogrud /TASS
Terminator 2 dirancang pada 2013 untuk melindungi tank dalam pertempuran. Memiliki persenjataan lengkap dan dapat meletuskan tembakan massal yang intens, kendaraan ini bisa memojokkan musuh. Ia memiliki dua senapan kembar berkaliber 30 mm, senapan mesin Kalashnikov, empat rudal jelajah antitank Ataka dengan sistem pemandu laser. Senjata ini memiliki jangkauan enam kilometer. BMPT-72 sangat efektif untuk pertempuran di lingkungan urban, di mana tank dapat menjadi target granat. Tak seperti model sebelumnya, senjata ini dipasang di atas sasis T-90, bukan T-72.
MANPADS Verba: Teror Pesawat Tanpa Awak


Sistem misil antipesawat portabel Verba. Foto: Vitaly Kuzmin / Wikipedia.org
Sistem misil antipesawat portabel Verba dibuat pada 2011-2013 dan mulai beroperasi pada 2014. Sistem ini dapat membedakan teman dari musuh dalam serangan berkat sistem elektroniknya. Hal yang membuat sistem Verba lebih unggul dari sistem serupa buatan luar negeri Stinger, Starstreak, dan pendahulunya, Igla, ialah kemampuan untuk melacak dan menyerang misil beradiasi rendah dan pesawat tanpa awak. Hal ini memungkinkan karena misil 9M336 memiliki alat penggerak triband infrared yang inovatif. Pengembang MANPADS berhasil meningkatkan sensitivitas alat penggerak beberapa kali lipat, membuatnya tahan dari intervensi. Sistem baru ini lebih cepat sepuluh kali lipat dibanding sistem sebelumnya, Igla, yang memerlukan tiga sampai lima menit untuk melakukan serangan.
MLRS Tornado: Artileri Pintar

Sistem peluncuran roket ganda "Tornado-G" terbaru, yang dibuat berdasarkan MLRS "Grad", selama pengujian dalam persiapan awak tempur unit artileri di brigade infanteri Distrik Militer Selatan. Foto: Dmitry Rogulin/TASS

Tornado-G merupakan unit pendorong dan menyediakan dukungan tembakan bagi unit infanteri. MLRS Tornado diuji coba untuk pertama kali oleh pasukan Rusia pada 2011, terbukti lebih unggul dari pendaulunya, Grad dan Smerch. Tak seperti pendahulunya, Tornado-G dilengkapi dengan sistem pemandu satelit. Kini tiap misil dilengkapi dengan chip mikro yang mengendalikan penerbangan. Saat ini, jangkauan tembak maksimum Tornado ialah 90 kilometer.
Tornado dapat meninggalkan posisinya bahkan sebelum misil yang ditembakkan menyentuh tanah. Saat misil terakhir meledak, menghancurkan target, sistem ini mungkin sudah ada beberapa kilometer dari lokasi penembakan.

BAB 3 KETAHANAN NASIONAL



BAB 3. KETAHANAN NASIONAL
2.1 Beberapa Ancaman Dalam dan Luar Negeri
Beberapa ancaman dalam dan luar negeri telah dapat diatasi bangsa Indonesia dengan adadnya tekad bersama-sama menggalang kesatuan dan kecintaan bangsa. Berbagai pemberontakan PKI, RMS (Republik Maluku Selatan), PRRI Permesta dan juga gerakan sparatis di Timor- Timur yang pernah menyatakan dirinya berintegrasi dengan Indonesia, meskipun akhirnya kenyataan politik menyebabkan lepasnya kembali daerah tersebut. Ancaman sparatis dawasa ini ditunjukan dengan banyaknya wilayah atau propinsi di Indonesia yang menginginkan dirinya merdeka lepas dari Indonesia seperti Aceh, Riau, Irian Jaya, dan beberapa daerah lain begitu pila beberapa aksi provokasi yang mengganggu kestabilan kehidupan sampai terjadinya berbagai kerusuhan yang diwarnai nuansa etnis dan agama dan gangguan dari luar adalah gangguan dari negara lain yang ingin menguasai pulau-pulau kecil yang masih berada di didalam wilayah NKRI namun dekat dengan wilayah negara lain. Bangsa Indonesia telah berusaha menghadapi semua ini dengan semangat persatuan dan keutuhan, meskipun demikian gangguan dan ancaman akan terus ada selama perjalanan bangsa, maka diperlukan kondisi dinamis bangsa yang dapat mengantisipasi keadaan apapun terjadi dinegara ini.
2.2 Asas – Asas Ketahanan Nasional
Asas ketahanan nasional adalah tata laku yang didasari nilai-nilai yang tersusun berlandaskan Pancasil, UUD 1945 dan Wawasan Nusantara. Asas-asas tersebut adalah sebagai berikut (Lemhannas, 2000: 99 – 11).
a) . Asas kesejahtraan dan keamanan
Asas ini merupakan kebutuhan yang sangat mendasar dan wajib dipenuhi bagi individu maupun masyarakat atau kelompok. Didalam kehidupan nasional berbangsa dan bernegara, unsur kesejahteraan dan keamanan ini biasanya menjadi tolak ukur bagi mantap/tidaknya ketahanan nasional.
b). Asas komprehensif/menyeluruh terpadu
Artinya, ketahanan nasional mencakup seluruh aspek kehidupan. Aspek-aspek tersebut berkaitan dalam bentuk persatuan dan perpaduan secara selaras, serasi, dan seimbang.
c). Asas kekeluargaan
Asas ini bersikap keadilan, kebersamaan, kesamaan, gotong royong, tenggang rasa dan tanggung jawab dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Dalam hal hidup dengan asas kekeluargaan ini diakui adanya perbedaan, dan kenyataan real ini dikembangkan secara serasi dalam kehidupan kemitraan dan dijaga dari konflik yang bersifat merusak/destruktif.
2.3 Sifat-sifat Ketahanan Nasional
Beberapa sifat ketahanan nasional yang ada mingkin akan kami jabarkan seperti dibawah ini :
Ø Mandiri
Maksudnya adalah percaya pada kemampuan dan kekuatan sendiri dan tidak mudah menyerah. Sifat ini merupakan prasyarat untuk menjalin suatu kerjasama. Kerjasama perlu dilandasi oleh sifat kemandirian, bukan semata-mata tergantung oleh pihak lain
Ø Dinamis
Artinya tidak tetap, naik turun tergantung situasi dan kondisi bangsa dan negara serta lingkungan strategisnya. Dinamika ini selalu diorientasikan kemasa depan dan diarahkan pada kondisi yang lebih baik.
Ø Wibawa
Keberhasilan pembinaan ketahanan nasional yang berlanjut dan berkesinambungan tetap dalam rangka meningkatkan kekuatan dan kemampuan bangsa. Dengan ini diharapkan agar bangsa Indonesia mempunyai harga diri dan diperhatikan oleh bangsa lain sesuai dengan kualitas yang melekat padanya. Atas dasar pemikiran diatas, maka berlaku logika, semakin tinggi tingkat ketahanan nasional, maka akan semakin tinggi wibawa negara dan pemerintah sebagai penyelenggara kehidupan nasional.
Ø Konsultasi dan kerjasama
Hal ini dimaksudkan adanya saling menghargai dengan mengandalkan pada moral dan kepribadian bangsa. Hubungan kedua belah pihak perlu diselenggarakan secara komunikatif sehingga ada keterbukaan dalam melihat kondisi masing-masing didalam rangka hubungan ini diharapkan tidak ada usaha mengutamakan konfrontasi serta tidak ada hasrat mengandalkan kekuasaan dan kekuatan fisik semata.
2.4 Kedudukan dan Fungsi Ketahanan Nasional
Kedudukan dan fungsi ketahanan nasional dapat dijelaskan sebagai berikut :
a). Kedudukan :
ketahanan nasional merupakan suatu ajaran yang diyakini kebenarannya oleh seluruh bangsa Indonesia serta merupakan cara terbaik yang perlu di implementasikan secara berlanjut dalam rangka membina kondisi kehidupan nasional yang ingin diwujudkan, wawasan nusantara dan ketahanan nasional berkedudukan sebagai landasan konseptual, yang didasari oleh Pancasil sebagai landasan ideal dan UUD sebagai landasan konstisional dalam paradigma pembangunan nasional.
b). Fungsi :
Ketahanan nasional nasional dalam fungsinya sebagai doktrin dasar nasional perlu dipahami untuk menjamin tetap terjadinya pola pikir, pola sikap, pola tindak dan pola kerja dalam menyatukan langkah bangsa yang bersifat inter – regional (wilayah), inter – sektoral maupun multi disiplin. Konsep doktriner ini perlu supaya tidak ada cara berfikir yang terkotak-kotak (sektoral). Satu alasan adalah bahwa bila penyimpangan terjadi, maka akan timbul pemborosan waktu, tenaga dan sarana, yang bahkan berpotensi dalam cita-cita nasional. Ketahanan nasional juga berfungsi sebagai pola dasar pembangunan nasional. Pada hakikatnya merupakan arah dan pedoman dalam pelaksanaan pembangunman nasional disegala bidang dan sektor pembangunan secara terpadu, yang dilaksanakan sesuai dengan rancangan program.
2.5 Ketahanan Nasional dan Konsepsi Ketahanan Nasional
Ketahanan nasional adalah kondisi dinamis suatu bangsa yang meliputi segenap kehidupan nasional yang terintegrasi, berisi keuletan dan ketangguhan yang mengandung kemampuan mengembangkan kekuatan nasional dalam menghadapi dan mengatasi segala tantangan, ancaman, hambatan dan gangguan, baik yang datang dari dalam maupun dari luar, untuk menjamin identitas, integrasi dan kelangsungan hidup bangsa dan negar serta perjuangan mencapai tujuan nasional dapat dijelaskan seperti dibawah ini :
Ø Ketangguhan
Adalah kekuatan yang menyebabkan seseorang atau sesuatu dapat bertahan, kuat menderita atau dapat menanggulangi beban yang dipikulnya.
Ø Keuletan
Adalah usaha secara giat dengan kemampuan yang keras dalam menggunakan kemampuan tersebut diatas untuk mencapai tujuan.
Ø Identitas
Yaitu ciri khas suatu bangsa atau negara dilihat secara keseluruhan. Negara dilihat dalam pengertian sebagai suatu organisasi masyarakat yang dibatasi oleh wilayah dengan penduduk, sejarah, pemerintahan, dan tujuan nasional serta dengan peran internasionalnya.
Ø Integritas
Yaitu kesatuan menyeluruh dalam kehidupan nasional suatu bangsa baik unsur sosial maupun alamiah, baik bersifat potensional maupun fungsional.
Ø Ancaman
Yang dimaksud disini adalah hal/usaha yang bersifat mengubah atau merombak kebijaksanaan dan usaha ini dilakukan secara konseptual, kriminal dan politis.
Ø Hambatan dan gangguan
Adalah hal atau usaha yang berasal dari luar dan dari diri sendiri yang bersifat dan bertujuan melemahkan atau menghalangi secara tidak konsepsional.
3.1 Kesimpulan
Negara Indonesia adalah negara yang solid terdiri dari berbagai suku dan bangsa, terdiri dari banyak pulau-pulau dan lautan yang luas. Jika kita sebagai warga negara ingin mempertahankan daerah kita dari ganguan bangsa/negara lain, maka kita harus memperkuat ketahanan nasional kita. Ketahanan nasional adalah cara paling ampuh, karena mencakup banyak landasan seperti : Pancasila sebagai landasan ideal, UUD 1945 sebagai landasan konstitusional dan Wawasan Nusantara sebagai landasan visional, jadi dengan demikian katahanan nasional kita sangat solid.