KETAHANAN NASIONAL SUATU BANGSA
Angkatan Darat adalah jenis angkatan
bersenjata yang paling besar dan memiliki persenjataan serta metode operasi
tempur yang paling banyak dan beragam. Angkatan Darat bertujuan menentang
agresi musuh dalam pertempuran darat antarbenua, melindungi integritas wilayah
dan kepentingan nasional Rusia. RBTH memilih lima tipe senjata Angkatan Darat
Rusia yang paling menakutkan bagi musuh.
SAM
Buk-M3: Tembak dan Lupakan
Sistem pertahanan udara Buk-M3 tengah
diuji coba dan akan mulai beroperasi pada 2016. Ia dapat menghancurkan pesawat
taktis dan strategis, helikopter, rudal jelajah, dan pesawat tanpa awak pada
ketinggian 15 meter hingga 35 kilometer, dan pada jarak 40 kilometer. Misil ini
juga dilengkapi dengan sistem pemandu radio dan radar aktif. Buk-M3 menggunakan
pencegat misil antipesawat baru 9M317M yang memiliki strategi 'fire and
forget'.
SAM
Tor-M2: Perisai untuk Target Jarak Dekat
Parade
untuk memperingati 70 tahun kemenangan di Perang Patriotik Raya, Lapangan
Merah, Moskow. Dalam foto: sistem pertahanan udara taktis Tor-M2U. Foto:
PhotoXpress
Salah satu sistem misil pertahanan udara
jarak dekat yang paling efektif saat ini adalah sistem SAM dari keluarga
Tor-M2. Ia dapat melindungi konvoi persenjataan yang berada di jarak delapan
hingga sepuluh kilometer. Senjata ini memiliki kecepatan tembakan 2,5 detik dan
dapat menyerang misil antiradar yang terbang pada ketinggian yang sangat
rendah—kurang dari lima meter dari darat. Sistem ini dilengkapi dengan radar
dan elektronik yang memungkinkan ia mendeteksi dan memproses 144 target,
menampilkan informasi mengenai 20 target yang paling berbahaya, dan
menghancurkan empat dari 20 target tersebut sekaligus. Bobotnya yang ringan, 15
ton, cocok untuk diangkut oleh helikopter menuju tempat-tempat yang cukup
sulit, bahkan ke atap gedung atau bangunan.
BMPT-72:
Terminator Beroda Rantai
BMPT-72
"Terminator 2". Foto: Vladislav Belogrud /TASS
Terminator 2 dirancang pada 2013 untuk
melindungi tank dalam pertempuran. Memiliki persenjataan lengkap dan dapat meletuskan
tembakan massal yang intens, kendaraan ini bisa memojokkan musuh. Ia memiliki
dua senapan kembar berkaliber 30 mm, senapan mesin Kalashnikov, empat rudal
jelajah antitank Ataka dengan sistem pemandu laser. Senjata ini memiliki
jangkauan enam kilometer. BMPT-72 sangat efektif untuk pertempuran di
lingkungan urban, di mana tank dapat menjadi target granat. Tak seperti model
sebelumnya, senjata ini dipasang di atas sasis T-90, bukan T-72.
MANPADS
Verba: Teror Pesawat Tanpa Awak
Sistem
misil antipesawat portabel Verba. Foto: Vitaly Kuzmin / Wikipedia.org
Sistem misil antipesawat portabel Verba
dibuat pada 2011-2013 dan mulai beroperasi pada 2014. Sistem ini dapat
membedakan teman dari musuh dalam serangan berkat sistem elektroniknya. Hal
yang membuat sistem Verba lebih unggul dari sistem serupa buatan luar negeri
Stinger, Starstreak, dan pendahulunya, Igla, ialah kemampuan untuk melacak dan
menyerang misil beradiasi rendah dan pesawat tanpa awak. Hal ini memungkinkan
karena misil 9M336 memiliki alat penggerak triband infrared yang inovatif.
Pengembang MANPADS berhasil meningkatkan sensitivitas alat penggerak beberapa
kali lipat, membuatnya tahan dari intervensi. Sistem baru ini lebih cepat
sepuluh kali lipat dibanding sistem sebelumnya, Igla, yang memerlukan tiga
sampai lima menit untuk melakukan serangan.
MLRS
Tornado: Artileri Pintar
Sistem
peluncuran roket ganda "Tornado-G" terbaru, yang dibuat berdasarkan
MLRS "Grad", selama pengujian dalam persiapan awak tempur unit
artileri di brigade infanteri Distrik Militer Selatan. Foto: Dmitry
Rogulin/TASS
Tornado-G merupakan unit pendorong dan
menyediakan dukungan tembakan bagi unit infanteri. MLRS Tornado diuji coba
untuk pertama kali oleh pasukan Rusia pada 2011, terbukti lebih unggul dari
pendaulunya, Grad dan Smerch. Tak seperti pendahulunya, Tornado-G dilengkapi
dengan sistem pemandu satelit. Kini tiap misil dilengkapi dengan chip mikro
yang mengendalikan penerbangan. Saat ini, jangkauan tembak maksimum Tornado
ialah 90 kilometer.
Tornado dapat meninggalkan posisinya
bahkan sebelum misil yang ditembakkan menyentuh tanah. Saat misil terakhir
meledak, menghancurkan target, sistem ini mungkin sudah ada beberapa kilometer
dari lokasi penembakan.





Tidak ada komentar:
Posting Komentar