I.
PERTAMBANGAN
A.
MASALAH LINGKUNGAN DALAM
PEMBANGUNAN PERTAMBAHAN ENERGI
Tahap
Persiapan Penambangan (Mining Development)• Pembukaan atau pembersihan lahan
(land clearing)sebaiknya dilaksanakan secara bertahap, artinya hanyabagian
lahan yang akan langsung atau segeraditambang. Setelah penebasan atau
pembabatan selesai,maka tanah pucuk (top soil) yang berhumus danbiasanya subur
jangan dibuang bersama-sama dengantanah penutup yang biasanya tidak subur,
melainkanharus diselamatkan dengan cara menimbun ditempatyang sama, kemudian
ditanami dengan tumbuh-tumbuhan penutup yang sesuai (rumput-rumputan
dansemak-semak), sehingga pada saatnya nanti masihdapat dimanfaatkan untuk
keperluan reklamasi lahanbekas tambang.
Pada
saat mengupas tanah penutup (striping of overburden)jalan-jalan angkut yang
dilalui alat-alat angkut akanberdebu, oleh sebab itu perlu disiram air secara
berkala. Bilakeadaan lapangan memungkinkan, hasil pengupasan tanahpenutup
jangan diibuang kearah lembah-lembah yangcuram, karena hal ini akan memperbesar
erodibilitas lahanyang berarti akan menambah jumlah tanah yang akan terbawaair
sebagai lumpur dan menurunkan kemantapan lereng (slopestability). Bila tumpukan
tanah tersebut berada ditempatpenimbunan yang relatif datar, maka tumpukan itu
harusdiusahakan berbentuk jenjang- jenjang (benches) dengankemiringan
keseluruhan (overall bench slope) yang landai.Disamping itu cara pengupasan
tanah penutup sebaiknyamemakai metoda nisbah pengupasan yang konstan
(constantstripping ratio method) atau metoda nisbah pengupasan yangsemakin
besar (increasing stripping ratio method) sehinggaluas lahan yang terkupas
tidak sekaligus besar.
Tahap
Penambangan.
Untuk metoda penambangan bawah tanah (underground mining) dampaknegatifnya
terhadap lingkungan hidup agak terbatas. Yang perludiperhatikan dan diwaspadai
adalah dampak pembuangan batuan samping(country rock/waste) dan air berlumpur
hasil penirisan tambang (minedrainage). Kecuali untuk metode ambrukan (caving
method) yang dapatmerusak bentang alam (landscape) atau morfologi, karena
terjadinyaamblesan (surface subsidence). Metoda penambangan bawah tanah
yangdapat mengurangi timbulnya gas-gas beracun dan berbahaya adalahpenambangan
dengan “auger” (auger mining), karena untukpemberaiannya (loosening) tidak
memakai bahan peledak.• Untuk menekan terhamburnya debu ke udara, maka harus
dilakukanpenyiraman secara teratur disepanjang jalan angkut,
tempat-tempatpemuatan, penimbunan dan peremukan (crushing). bahkan disetiap
tempatperpindahan (transfer point) dan peremukan sebaiknya diberi
bangunanpenutup serta unit pengisap debu• Untuk menghindari timbulnya getaran
(ground vibration) dan lemparanbatu (fly rock) yang berlebihan sebaiknya
diterapkan cara-cara peledakanyang benar, misalnya dengan menggunakan detonator
tunda (milliseconddelay detonator) dan peledakan geometri (blasting geometry)
yang tepat.
Lumpur
dari penirisan tambang tidak boleh langsung dibuang kebadan air (sungai, danau
atau laut), tetapi harus ditampung lebih dahulu di dalam kolam-kolam
pengendapan (settling pond) atau unit pengolahan
limbah (treatment plant) terutama sekali bila badan air bebas itu dipakai untuk
keperluan domestik oleh penduduk yangbermukim di sekitarnya. Segera melaksanakan
cara-cara reklamasi/ rehabilitasi/restorasi yang baik terhadap lahan-lahan
bekas penambangan. Misalnya dengan meratakan daerah-daerah
penimbunan tanah penutup atau bekas penambangan
yang telah ditimbun kembali (back filled areas) kemudian ditanami vegetasi
penutup (ground cover vegetation) yang nantinya
dapat dikembangkan lebih lanjut menjadi lahan pertanianatau perkebunan.
Sedangkan cekungan-cekungan bekas penambangan
yang berubah menjadi genangan-genangan air atau kolam-kolam besar sebaiknya
dapat diupayakan agar dapat dikembangkan pula menjadi tempat budi-daya ikanatau
tempat rekreasi.
Program
Lingkungan Sehat bertujuan untuk mewujudkan mutulingkungan hidup yang lebih
sehat melalui pengembangansystem kesehatan kewilayahan untuk
menggerakkanpembangunan lintas sektor berwawasan kesehatan.Adapun kegiatan
pokok untuk mencapai tujuan tersebut meliputi:(1). Penyediaan Sarana Air Bersih
dan Sanitasi Dasar (2)Pemeliharaan dan Pengawasan Kualitas Lingkungan
(3)Pengendalian dampak risiko lingkungan (4) Pengembanganwilayah
sehat.Pencapaian tujuan penyehatan lingkungan merupakan akumulasiberbagai
pelaksanaan kegiatan dari berbagai lintas sektor, peranswasta dan masyarakat
dimana pengelolaan kesehatanlingkungan merupakan penanganan yang
palingkompleks, kegiatan tersebut sangat berkaitan antara satu denganyang
lainnya yaitu dari hulu berbagai lintas sector ikut sertaberperan
(Perindustrian, KLH, Pertanian, PU dll) baik kebijakandan pembangunan fisik
dan Departemen Kesehatansendiriterfokus
kepada hilirnya yaitu pengelolaan dampak kesehatan.
Sebagai
gambaran pencapaian tujuan program lingkungan sehat disajikandalam per kegiatan
pokok melalui indikator yang telah disepakati sertabeberapa kegiatan yang
dilaksanakan sebagai berikut:1. Penyediaan Air Bersih dan SanitasiAdanya
perubahan paradigma dalam pembangunan sektor air minum danpenyehatan lingkungan
dalam penggunaan prasarana dan sarana yangdibangun, melalui kebijakan Air
Minum dan Penyehatan Lingkungan
yangditandatangani oleh Bappenas, Departemen Kesehatan, Departemen DalamNegeri
serta Departemen Pekerjaan Umum sangat
cukup signifikan terhadap
penyelenggaraan kegiatan penyediaan air bersih dan sanitasikhususnya di daerah.
Strategi pelaksanaan yang diantaranya meliputipenerapan pendekatan tanggap
kebutuhan, peningkatan sumber daya manusia,
kampanye kesadaran masyarakat, upaya peningkatan penyehatanlingkungan,
pengembangan kelembagaan dan penguatan sistem monitoringserta evaluasi pada
semua tingkatan proses pelaksanaan menjadi acuan polapendekatan kegiatan
penyediaan Air Bersih dan
Sanitasi.
Direktorat
Penyehatan Lingkungan sendiri guna pencapaianakses air bersih dan sanitasi
diperkuat oleh tiga SubditPenyehatan Air Bersih, Pengendalian Dampak Limbah,
Serta Penyehatan
Sanitasi Makanan dan Bahan
Panganjugadidukung oleh kegiatan dimana Pemerintah Indonesiabekerjasama dengan
donor agency internasional, sepertiADB, KFW German, WHO, UNICEF, dan World
Bank yangdiimplementasikan melalui kegiatan
CWSH, WASC, ProAir, WHO, WSLIC-2 dengan kegiatan yang dilaksanakanadalah
pembinaan dan pengendalian sarana dan prasaranadasar pedesaan masyarakt miskin
bidang kesehatan dengantujuan meningkatkan status kesehatan, produktifitas,
dankualitas hidup masyarakat yang berpenghasilan rendah dipedesaan khususnya
dalam pemenuhan penyediaan air bersihdan sanitasi.
Pengalaman
masa lalu yang menunjukkan prasaranadan sarana air minum yang tidak dapat
berfungsi secaraoptimal untuk saat ini dikembangkan melaluipendekatan
pembangunan yang melibatkan masyarakat(mulai dari perencanaan, konstruksi,
kegiatanoperasional serta pemeliharaan). Disadaribahwa dari perkembangan
pelaksanaan kegiatan yangdilakukan serta didukung oleh berbagai lintas
sektorterkait (Bappenas, Depdagri dan PU) melalui kegiatanCWSH, WASC, Pro Air,
WSLIC-2 terdapat beberapakemajuan yang diperoleh khususnya dalam
peningkatancakupan pelayanan air minum dan sanitasi dasar sertasecara tidak
langsung meningkatkan derajat kesehatan.
Berdasarkan
sumber BPS tahun 2006, pada tabel berikut: akses rumahtangga terhadap pelayanan
air minum s/d tahun 2006, terjadi peningkatancakupan baik di perkotaan maupun
perdesaan, yaitu di atas 70%. Biladibandingkan dengan tahun 2005 terjadi
penurunan hal ini disebabkanoleh adanya perubahan kriteria penentuan akses air
minum. Terlihat padagrafik 2.97 berikut:Grafik 2.97Akses Rumah Tangga Terhadap
Air MinumTahun 1995 s/d 2006Dari segi kualitas pelayanan Air
Minum yang merupakan tupoksi
dariDepartemenKesehatan, Direktorat Penyehatan Lingkungan telah melakukan
berbagaikegiatan melalui pelatihan surveilans kualitas air bagi para petugasProvinsi/Kabupaten/Kota/Puskesmas,
bimbingan teknis programpenyediaan air bersih dan sanitasi kepada para
pengelola program dijajaran provinsi dan kabupaten/kota hal ini bertujuan untuk
peningkatankualitas pengelola program dalam memberikan air yang aman
untukdikonsumsi oleh masyarakat.
Untuk
indikator kualitas air yang dilaporkan baikdari air bersih maupun air minum
yang dilihatdari aspek Bakteriologis (E.Coli dan TotalColiform) terlihat adanya
penurunan pencapaiancakupan, hal ini karena baru 11 provinsi yangmelaporkan dan
terlihat masih dibawah nilaitarget cakupan yang ditetapkan tahun 2006(Target
Air minum 81% dan air bersih 56,5%)dengan keadaan ini perlu adanya penguatan
darijajaran provinsi melalui peningkatan kapasitas(pendanaan, laboratorium
yangterakreditasi, kemampuan petugas) dan regulasisehingga daerah dapat lebih
meningkatkankegiatan layanan terkait kualitas air minum.
B.
CARA PENGELOLAAN
PEMBANGUNAN PERTAMBANGAN
Perlindungan
dan pengelolaan lingkungan hidup adalah upaya sistematis dan terpadu yang
dilakukan untuk melestarikan fungsi lingkungan hidup dan mencegah terjadinya
pencemaran atau kerusakan lingkungan hidup yang meliputi perencanaan,
pemanfaatan, pengendalian, pemeliharaan, pengawasan, dan penegakan hukum.
Usaha
pertambangan, sebagai motor penggerak pembangunan dalam sector ekonomi ,
merupakan dua sisi yang sangat dilematis dalam kerangka pembangunan di Indonesia.
Sesuatu yang disadari termasuk salah kegiatan yang banyak menimbulkan kerusakan
dan pencemaran lingkungan hidup, Keadaan demikian
akan menimbulkan benturan kepentingan usaha pertambangan disatu pihak dan dan
usaha menjaga kelestarian alam lingkungan dilain pihak , untuk itu keberadaan
UU No.32 Tahun 2009, ada menjadi instrument pencegahan
pencemaran dan/atau kerusakan lingkungan hidup terhadap usaha dan/atau kegiatan
yang berdampak penting terhadap lingkungan berupa:
KHLS (Kajian Lingkungan hidup Strategis)
1.
Tata ruang
2.
Baku mutu lingkungan
3.
Kreteria baku kerusakan
lingkungan
4.
Amdal
5.
UKL-UPL
6.
Perizinan
7.
Instrumen ekonomi
lingkungan hidup
8.
Peraturan
perundang-undangan berbasis lingkungan hidup
9.
Anggaran berbasis
lingkungan hidup
10.
Analisis resiko lingkungan
hidup
11.
Audit lingkungan hidup
12.
Instrument lain sesuai
dengan kebutuhan dan/atau perkembangan ilmu pengetahuan.
PENYEHATAN LINGKUNGAN PERTAMBANGAN.
Eksplorasi
Kegiatan
eksplorasi tidak termasuk kedalam kajian studi AMDAL karena merupakan rangkaian
kegiatan survey dan studi pendahuluan yang dilakukan sebelum berbagai kajian
kelayakan dilakukan. Yang termasuk sebagai kegiatan ini adalah
·
pengamatan melalui udara
·
survey geofisika
·
studi sedimen di aliran
sungai dan
·
studi geokimia yang lain,
Diperkirakan lebih dari 2/3
kegiatan ekstaksi bahan mineral didunia dilakukan dengan pertambangan terbuka.
Teknik tambang terbuka biasanya dilakukan dengan open-pit mining, strip mining,
dan quarrying,
1.
metode strip mining
(tambang bidang).
Dengan
menggunakan alat pengeruk, penggalian dilakukan pada suatu bidang galian yang
sempit untuk mengambil mineral. Setelah mineral diambil, dibuat bidang galian
baru di dekat lokasi galian yang lama. Batuan limbah yang dihasilkan digunakan
untuk menutup lubang yang dihasilkan oleh galian sebelumnya. Teknik tambang
seperti ini biasanya digunakan untuk menggali deposit batubara yang tipis dan
datar yang terletak didekat permukaan tanah.
2.
Teknik pertambangan
quarrying
Bertujuan untuk mengambil
batuan ornamen, bahan bangunan seperti pasir, kerikil, batu untuk urugan jalan,
semen, beton dan batuan urugan jalan makadam.
Powered By Capricornus Tambang bawah tanah
digunakan jika zona mineralisasi terletak jauh di dalam tanah sehingga jika
digunakan teknik pertambangan terbuka jumlah batuan penutup yang harus
dipindahkan sangat besar. Produktifitas tambang tertutup 5 sampai 50 kali lebih
rendah dibanding tambang terbuka, karena ukuran alat yang digunakan lebih kecil
dan akses ke dalam lubang tambang lebih terbatas.
Kegiatan ekstraksi
meng-hasilkan limbah dan produk samping dalam jumlah yang sangat banyak. Limbah
utama yang dihasilkan adalah batuan penutup dan limbah batuan. Batuan penutup
(overburden) dan limbah batuan adalah lapisan batuan yang tidak mengandung
mineral, yang menutupi atau berada diantara zona mineralisasi atau batuan yang
mengandung mineral dengan kadar rendah sehingga tidak ekonomis untuk diolah.
Batuan penutup umumnya
terdiri dari tanah permukaan dan vegetasi sedangkan batuan limbah meliputi
batuan yang dipindahkan pada saat pembuatan terowongan, pembukaan dan
eksploitasi singkapan bijih serta batuan yang berada bersamaan dengan singkapan
bijih.
Ø Pengolahan
Bijih dan Operasional Pabrik
pengolahan
bijih pada umumnya terdiri dari proses benefication – dimana bijih yang
ditambang diproses menjadi konsentrat bijih untuk diolah lebih lanjut atau
dijual langsung, Prosesbenefication
terdiri dari kegiatan persiapan, penghancuran dan atau penggilingan,
peningkatan konsentrasi dengan gravitasi atau pemisahan secara magnetis atau
dengan menggunakan metode flotasi (pengapungan), yang diikuti dengan
pengawaairan (dewatering) dan penyaringan.
Ø Pengolahan
metalurgi
bertujuan
untuk mengisolasi logam dari konsentrat bijih dengan metode pyrometallurgi,
hidrometalurgi atau elektrometalurgi baik dilaku-kan sebagai proses tunggal
maupun kombinasi. Proses pyrometalurgi seperti roasting (pembakaran) dan
smelting menyebabkan terjadinya gas buang ke atmosfir
Metode
hidrometalurgi pada umumnya menghasilkan bahan pencemar dalam bentuk cair yang
akan terbuang ke kolam penampung tailing jika tidak digunakan kembali
(recycle). Angin dapat menyebarkan tailing kering yang menyebabkan terja-dinya
pencemaran udara. Bahan-bahan kimia yang digunakan di dalam proses pengolahan
(seperti sianida, merkuri, dan asam kuat) bersifat berbahaya.
Ø Proses
pengolahan batu bara
pada
umumnya diawali oleh pemisahan limbah dan batuan secara mekanis diikuti dengan
pencucian batu bara untuk menghasilkan batubara berkualitas lebih tinggi.
Dampak potensial akibat proses ini adalah pembuangan batuan limbah dan batubara
tak terpakai, timbulnya debu dan pembuangan air pencuci.
Isu-isu penting yang perlu
dipertimbangkan dalam evaluasi alternatif pembuangan tailing meliputi :
1.
Karakteristik geokimia area
yang akan digunakan sebagai tempat penimbunan tailing dan potensi migrasi
lindian dari tailing.
2.
Daerah rawan gempa atau
bencana alam lainnya yang mempengaruhi keamanan lokasi dan desain teknis .
3.
Konflik penggunaan lahan
terhadap perlindungan ekologi peninggalan budaya, pertanian serta kepentingan
lain seperti perlindungan terhadap ternak, binatang liar dan penduduk local.
4.
Karakteristik kimia pasir,
lumpur, genangan air dan kebutuhan untuk pengolahannya.
Reklamasi
setelah pasca tambang.
Ø
Decomisioning Dan Penutupan
Tambang
Setelah ditambang selama masa tertentu
cadangan bijih tambang akan menurun dan tambang harus ditutup karena tidak
ekonomis lagi. Karena tidak mempertimbangkan aspek lingkungan, banyak lokasi
tambang yang ditelantarkan dan tidak ada usaha untuk rehabilitasi. Pada
prinsipnya kawasan atau sumberdaya alam yang dipengaruhi oleh kegiatan
pertambangan harus dikembalikan ke kondisi yang aman dan produktif melalui
rehabilitasi.
Tujuan jangka pendek
rehabilitasi adalah membentuk bentang alam (landscape) yang stabil terhadap
erosi. Selain itu rehabilitasi juga bertujuan untuk mengembalikan lokasi
tambang ke kondisi yang memungkinkan untuk digunakan sebagai lahan produktif.
Ø
Metode Pengelolaaan
Lingkungan
Mengingat besarnya dampak
yang disebabkan oleh aktifitas tambang, diperlukan upaya-upaya pengelolaan yang
terencana dan terukur. Pengelolaan lingkungan di sektor pertambangan biasanya
menganut prinsip Best Management Practice.
US EPA (1995) merekomendasikan beberapa upaya yang dapat digunakan sebagai
upaya pengendalian dampak kegiatan tambang terhadap sumberdaya air, vegetasi
dan hewan liar. Beberapa upaya pengendalian tersebut adalah :
1.
Menggunakan struktur
penahan sedimen untuk meminimalkan jumlah sedimen yang keluar dari lokasi
penambangan
2.
Mengembangkan rencana
sistim pengedalian tumpahan untuk meminimalkan masuknya bahan B3 ke badan air
3.
Hindari kegiatan konstruksi
selama dalam tahap kritis
4.
Mengurangi kemungkinan
terjadinya keracunan akibat sianida terhadap burung dan hewan liar dengan
menetralisasi sianida di kolam pengendapan tailing atau dengan memasang pagar
dan jaring untuk
5.
Mencegah hewan liar masuk
kedalam kolam pengendapan tailing
6.
Minimalisasi penggunaan
pagar atau pembatas lainnya yang menghalangi jalur migrasi hewan liar. Jika
penggunaan pagar tidak dapat dihindari gunakan terowongan, pintu-pintu, dan
jembatan penyeberangan bagi hewan liar.
7.
Batasi dampak yang
disebabkan oleh frakmentasi habitat minimalisasi jumlah jalan akses dan tutup
serta rehabilitasi jalan-jalan yang tidak digunakan lagi.
8.
Larangan berburu hewan liar
di kawasan tambang.
C.
KECELAKAAN YG TERJADI DI DUNIA PERTAMBANGAN
Seorang pekerja tambang meninggal dunia dan
beberapa pekerja lainnya luka-luka dalam serangkaian kecelakaan kerja yang
terjadi di areal pertambangan PT Freeport Indonesia di Distrik Tembagapura,
Kabupaten Mimika, sejak Sabtu (24/1/2015) kemarin. Suardi Ilyas (27) pekerja
tambang perusahaan Kontraktor PT Panca Duta Karya Abadi, meninggal dunia
setelah menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit SOS Tembagapura, Minggu
(25/1/2015).
Setelah disalatkan di Mushola RS Tembagapura,
jenasah Suardilangsung
dikirim Bandara Mozes Kilangin Timika dan selanjutnya akan dikirim ke Sulawesi Selatan untuk
dimakamkan. Kepala Bidang Humas Polda Papua, Kombes Patrige Renwarin mengatakanSuardi sempat kritis setelah
tertabrak Truk UTE Getman Boom UG di Engros Yard Mill tambang
bawah tanah Mil 74 Tembagapura, Sabtu (24/1/2015) siang sekitar pukul 13.30
WIT.
“Dalam kecelakaan tersebut, Suardi mengalami luka di
bagian dada. Pihak perusahaan sempat berencana mengevakuasi keJakarta,
tapi kondisinya memburuk dan akhirnya meninggal dunia. Sementara pengendara
truk dan saksi mata, sudah dimintai keterangan di Mapolsek Tembagapura,” jelas
Patrige.
Kecelakaan lain juga terjadi di areal
pertambangan PT Freeport Indonesia. Sebuah truk mini jenis pick up milik PT
Sandvic terguling setelah menabrak tanggul pembatas jalan di jalan tambang Mil
73 Distrik Tembagapura, Minggu (25/1/2015) pagi. Menurut Patrige, truk mini
yang dikemudikan I Gede Christian Hadinata dan seorang penumpang Darwis dilaporkan mengalami
kecelakaan Minggu pagi
sekitar pukul 09.10 WIT.
“Tim pengawas jalan tambang yang datang ke
lokasi kejadian langsung mengevakuasi pengemudi dan penumpang ke RS SOS
Tembagapura. Dari tes alkohol terhadap pengemudi, hasilnya negatif,” jelas
Patrige.
Dijelaskan Patrige akibat kejadian ini, pengemudi
mengalami luka memar di pergelangan tangan kiri dan kanan, sementara penumpang
tidak mengalami cedera. “Terkait kejadian ini, belum diketahui penyebab
sehingga mini truk menabrak pembatas jalan,” jelas Patrige.
D.
PENYEHATAN LINGKUNGAN
PERTAMBANGAN.,
PENCEMARAN, DAN PENYAKIT YG TIMBUL DALAM PEMBANGUNAN PERTAMBANGAN
Menurut
saya pertambangan memang sangat berperan penting bagi jaman sekarang. Soalnya
semua kehidupan di bumi ini menggunakan bahan-bahan yang ada di pertambangan.
Contohnya;
A.
Biji besi digunakan sebagai
bahan dasar membuat alat-alat rumah tangga,mobil,motor,dll
B.
Alumunium digunakan sebagai
bahan dasar membuat pesawat
C.
Emas digunakan untuk
membuat kalung,anting,cincin
D.
Tembaga digunakan sebagai
bahan dasar membuat kabel
E.
Dan masih banyak lagi
seperti perak,baja,nikel,batu bara,timah,pasir kaca,dll
Seperti yang dikatakan bahwa dimana ada suatu aktivitas pasti disitu ada kerusakan lingkungan.
Seperti yang dikatakan bahwa dimana ada suatu aktivitas pasti disitu ada kerusakan lingkungan.
Dan kerusakan lingkungan di
pertambangan adalah;
1.
Pembukaan lahan secara luas
Dalam masalah ini biasanya
investor membuka lahan besar-besaran,ini menimbulkan pembabatan hutan di area
tersebut. Di takutkan apabila area ini terjadi longsor banyak memakan korban
jiwa.
2.
Menipisnya SDA yang tidak
bisa diperbarui.
Hasil petambangan merupakan
Sumber Daya yang Tidak Dapat diperbarui lagi. Ini menjadi kendala untuk
masa-masa yang akan datang. Dan bagi penerus atau cicit-cicitnya.
3.
Masyarakat dipinggir area
pertambangan menjadi risih.
Biasanya pertambangan
membutuhkan alat-alat besar yang dapat memecahkan telinga. Dan biasanya
kendaraan berlalu-lalang melewati jalanan warga. Dan terkadang warga menjadi
kesal.
4.
Pembuangan limbah
pertambangan yang tidak sesuai tempatnya.
Dari sepenggetahuan saya
bahwa ke banyakan pertambangan banyak membuang limbahnya tidak sesuai
tempatnya. Biasanya mereka membuangnya di kali,sungai,ataupun laut. Limbah
tersebut tak jarang dari sedikit tempat pertambangan belum di filter. Hal ini
mengakibatkan rusaknya di sector perairan.
5.
Pencemaran udara atau
polusi udara.
Di saat pertambangan
memerlukan api untuk meleburkan bahan mentah,biasanya penambang tidak
memperhatikan asap yang di buang ke udara. Hal ini mengakibatkan rusaknya ozon.
Sejauh mana Anda mengetahui tentang cara
pengelolaan pembangunan Pertambangan?
Dari petinjauan saya,bahwa pengelolaan
pembangunan pertambangan membutuhkan dana dari investor,tenaga kerja yang
terlatih,alat-alat pertambangan,dan area pertambangan. Dari survey saya,
pertambangan di Indonesia ada dua jenis, yang pertama lewat jalan illegal,yang
kedua non-ileggal. Biasanya yang membedakan illegal dan non-illegal adalah hak
pertambangan meliputi pajak negara.
Penanaman modal untuk pertambangan terhitung
milyaran ataupun trilyunan. Sedangkan area pertambangan di Indonesia tersebar
dimana-mana. Investor-investor yang menanamkan modalnya biasanya takut
bangkrut,dikarenakan rupiah sangat kecil nilainya.
Sebutkan
beberapa jenis kecelakaan yang sering terjadi di pertambangan?
Dari pengalaman yang terjadi, di area
pertambangan biasanya tertimbun dalam area tersebut. Ini biasanya dikarenakan
gempa atau retaknya lapisan tanah. Adapun kecelakaan dikarenakan lalai atau
ceroboh disaaat bekerja. Hal ini sering terjadi di area pertambangan,dan tak
ada satu orang pun yang tewas karena hal seperti itu.
Biasanya dapat dilihat bahwa dari sisi
keamanan belum terjamin keselamatannya. Hal ini menjadi bertambahnya angka
kematian di area pertambangan. Memang jelas berbeda dari pertambangan yang terdapat
di negara meju. Negara mereka menggunakan alat-alat yang lebih canggih lagi
dari pada negara kita. Dan tingkat keselamatan jauh lebih aman dari pada di
negara ini.
Program Lingkungan Sehat
bertujuan untuk mewujudkan mutu lingkungan hidup yang lebih sehat melalui
pengembangan system kesehatan kewilayahan untuk menggerakkan pembangunan lintas
sektor berwawasan kesehatan
Adapun kegiatan pokok untuk mencapai tujuan tersebut meliputi:
Adapun kegiatan pokok untuk mencapai tujuan tersebut meliputi:
1) Penyediaan Sarana Air
Bersih dan Sanitasi Dasa
2) Pemeliharaan dan Pengawasan
Kualitas Lingkungan
3) Pengendalian dampak risiko
lingkungan
4) Pengembangan wilayah sehat.
Pencapaian tujuan
penyehatan lingkungan merupakan akumulasi berbagai pelaksanaan kegiatan dari
berbagai lintas sektor, peran swasta dan masyarakat dimana pengelolaan
kesehatan lingkungan merupakan penanganan yang paling kompleks, kegiatan
tersebut sangat berkaitan antara satu dengan yang lainnya yaitu dari hulu
berbagai lintas sector ikut serta berperan (Perindustrian, KLH, Pertanian, PU
dll) baik kebijakan dan pembangunan fisik dan Departemen Kesehatan sendiri terfokus kepada hilirnya yaitu
pengelolaan dampak kesehatan.
Sebagai gambaran pencapaian
tujuan program lingkungan sehat disajikan dalam per kegiatan pokok melalui
indikator yang telah disepakati serta beberapa kegiatan yang dilaksanakan
sebagai berikut:
Penyediaan
Air Bersih dan Sanitasi
Adanya perubahan paradigma
dalam pembangunan sektor air minum dan penyehatan lingkungan dalam penggunaan
prasarana dan sarana yang dibangun, melalui kebijakan Air Minum dan Penyehatan Lingkungan yang
ditandatangani oleh Bappenas, Departemen Kesehatan, Departemen Dalam Negeri
serta Departemen Pekerjaan Umum sangat cukup signifikan terhadap
penyelenggaraan kegiatan penyediaan air bersih dan sanitasi khususnya di
daerah. Strategi pelaksanaan yang diantaranya meliputi penerapan pendekatan
tanggap kebutuhan, peningkatan sumber daya manusia, kampanye kesadaran
masyarakat, upaya peningkatan penyehatan lingkungan, pengembangan kelembagaan
dan penguatan sistem monitoring serta evaluasi pada semua tingkatan proses
pelaksanaan menjadi acuan pola pendekatan kegiatan penyediaan Air Bersih dan Sanitasi.
Direktorat Penyehatan
Lingkungan sendiri guna pencapaian akses air bersih dan sanitasi diperkuat oleh
tiga Subdit Penyehatan Air Bersih, Pengendalian Dampak Limbah, Serta Penyehatan
Sanitasi Makanan dan Bahan Pangan juga didukung oleh kegiatan dimana Pemerintah Indonesia bekerjasama dengan donor agency
internasional, seperti ADB, KFW German, WHO, UNICEF, danWorld Bank yang diimplementasikan melalui
kegiatan CWSH, WASC, Pro Air, WHO, WSLIC-2 dengan kegiatan yang dilaksanakan
adalah pembinaan dan pengendalian sarana dan prasarana dasar pedesaan masyarakt
miskin bidang kesehatan dengan tujuan meningkatkan status kesehatan,
produktifitas, dan kualitas hidup masyarakat yang berpenghasilan rendah di
pedesaan khususnya dalam pemenuhan penyediaan air bersih dan sanitasi.
Pengalaman masa lalu yang
menunjukkan prasarana dan sarana air minum yang tidak dapat berfungsi secara
optimal untuk saat ini dikembangkan melalui pendekatan pembangunan yang
melibatkan masyarakat (mulai dari perencanaan, konstruksi, kegiatan operasional
serta pemeliharaan).
Disadari bahwa dari
perkembangan pelaksanaan kegiatan yang dilakukan serta didukung oleh berbagai
lintas sektor terkait (Bappenas, Depdagri dan PU) melalui kegiatan CWSH, WASC,
Pro Air, WSLIC-2 terdapat beberapa kemajuan yang diperoleh khususnya dalam
peningkatan cakupan pelayanan air minum dan sanitasi dasar serta secara tidak
langsung meningkatkan derajat kesehatan.
Berdasarkan sumber BPS
tahun 2006, pada tabel berikut: akses rumah tangga terhadap pelayanan air minum
s/d tahun 2006, terjadi peningkatan cakupan baik di perkotaan maupun perdesaan,
yaitu di atas 70%. Bila dibandingkan dengan tahun 2005 terjadi penurunan hal
ini disebabkan oleh adanya perubahan kriteria penentuan akses air minum.
Dari segi kualitas
pelayanan Air Minum yang merupakan tupoksi dari Departemen Kesehatan, Direktorat
Penyehatan Lingkungan telah melakukan berbagai kegiatan melalui pelatihan surveilans
kualitas air bagi para petugas Provinsi/Kabupaten/Kota/Puskesmas, bimbingan
teknis program penyediaan air bersih dan sanitasi kepada para pengelola program
di jajaran provinsi dan kabupaten/kota hal ini bertujuan untuk peningkatan
kualitas pengelola program dalam memberikan air yang aman untuk dikonsumsi oleh
masyarakat.
Untuk indikator kualitas
air yang dilaporkan baik dari air bersih maupun air minum yang dilihat dari
aspek Bakteriologis (E.Coli dan Total Coliform) terlihat adanya penurunan
pencapaian cakupan, hal ini karena baru 11 provinsi yang melaporkan dan
terlihat masih dibawah nilai target cakupan yang ditetapkan tahun 2006 (Target
Air minum 81% dan air bersih 56,5%) dengan keadaan ini perlu adanya penguatan
dari jajaran provinsi melalui peningkatan kapasitas (pendanaan, laboratorium
yang terakreditasi, kemampuan petugas) dan regulasi sehingga daerah dapat lebih
meningkatkan kegiatan layanan terkait kualitas air minum.
PENCEMARAN DAN
PENYAKIT-PENYAKIT YANG MUNGKIN TIMBUL KARENA AKTIFITAS PERTAMBANGAN
Menurut saya pertambangan
memang sangat berperan penting bagi jaman sekarang. Soalnya semua kehidupan di
bumi ini menggunakan bahan-bahan yang ada di pertambangan. Contohnya;
a)
Biji besi digunakan sebagai bahan dasar membuat alat-alat rumah tangga,mobil,motor,dll
b)
Alumunium digunakan sebagai bahan dasar membuat pesawat
c)
Emas digunakan untuk membuat kalung,anting,cincin
d)
Tembaga digunakan sebagai bahan dasar membuat kabel
e)
Dan masih banyak lagi seperti perak,baja,nikel,batu bara,timah,pasir
kaca,dll
Seperti yang dikatakan
bahwa dimana ada suatu aktivitas pasti disitu ada kerusakan lingkungan. Dan
kerusakan lingkungan di pertambangan adalah;
1.
Pembukaan lahan secara luas
Dalam masalah ini biasanya
investor membuka lahan besar-besaran,ini menimbulkan pembabatan hutan di area
tersebut. Di takutkan apabila area ini terjadi longsor banyak memakan korban
jiwa.
2. Menipisnya SDA yang tidak
bisa diperbarui.
Hasil petambangan merupakan
Sumber Daya yang Tidak Dapat diperbarui lagi. Ini menjadi kendala untuk
masa-masa yang akan datang. Dan bagi penerus atau cicit-cicitnya.
3. Masyarakat dipinggir area
pertambangan menjadi risih.
Biasanya pertambangan
membutuhkan alat-alat besar yang dapat memecahkan telinga. Dan biasanya
kendaraan berlalu-lalang melewati jalanan warga. Dan terkadang warga menjadi
kesal.
4. Pembuangan limbah
pertambangan yang tidak sesuai tempatnya.
Dari sepenggetahuan saya
bahwa ke banyakan pertambangan banyak membuang limbahnya tidak sesuai
tempatnya. Biasanya mereka membuangnya di kali,sungai,ataupun laut. Limbah
tersebut tak jarang dari sedikit tempat pertambangan belum di filter. Hal ini
mengakibatkan rusaknya di sector perairan.
5. Pencemaran udara atau
polusi udara.
Di saat pertambangan
memerlukan api untuk meleburkan bahan mentah,biasanya penambang tidak
memperhatikan asap yang di buang ke udara. Hal ini mengakibatkan rusaknya ozon.
Sejauh mana Anda mengetahui tentang
cara pengelolaan pembangunan Pertambangan?
Dari petinjauan saya,bahwa
pengelolaan pembangunan pertambangan membutuhkan dana dari investor,tenaga
kerja yang terlatih,alat-alat pertambangan,dan area pertambangan. Dari survey
saya, pertambangan di Indonesia ada dua jenis, yang pertama lewat jalan
illegal,yang kedua non-ileggal. Biasanya yang membedakan illegal dan
non-illegal adalah hak pertambangan meliputi pajak Negara.
Penanaman modal untuk
pertambangan terhitung milyaran ataupun trilyunan. Sedangkan area pertambangan
di Indonesia tersebar dimana-mana. Investor-investor yang menanamkan modalnya
biasanya takut bangkrut,dikarenakan rupiah sangat kecil nilainya.
Dari pengalaman yang
terjadi, di area pertambangan biasanya tertimbun dalam area tersebut. Ini
biasanya dikarenakan gempa atau retaknya lapisan tanah. Adapun kecelakaan
dikarenakan lalai atau ceroboh disaaat bekerja. Hal ini sering terjadi di area
pertambangan,dan tak ada satu orang pun yang tewas karena hal seperti itu.
Biasanya dapat dilihat
bahwa dari sisi keamanan belum terjamin keselamatannya. Hal ini menjadi
bertambahnya angka kematian di area pertambangan. Memang jelas berbeda dari
pertambangan yang terdapat di negara meju. Negara mereka menggunakan alat-alat
yang lebih canggih lagi dari pada negara kita. Dan tingkat keselamatan jauh
lebih aman dari pada di negara ini.
II.
INDUSTRI
A.
Masalah Lingkungan Dalam
Pembangunan Industri
Lingkungan merupakan suatu topik yang tidak
akan pernah mati untuk dibahas. Lingkungan adalah kombinasi antara
kondisi fisik yang mencakup keadaan sumber daya alam
seperti tanah, air, energi surya, mineral, serta flora dan
fauna yang tumbuh di atas tanah maupun di dalam lautan, dengan kelembagaan yang
meliputi ciptaan manusia seperti keputusan bagaimana menggunakan lingkungan
fisik tersebut.
Lingkungan terdiri dari
komponen abiotik dan biotik. Komponen abiotik adalah segala yang
tidak bernyawa seperti tanah, udara, air, iklim, kelembaban, cahaya, bunyi.
Sedangkan komponen biotik adalah segala sesuatu yang bernyawa seperti tumbuhan,
hewan, manusia dan mikro-organisme (virus dan bakteri).
Kita sebagai salah satu makhluk hidup di
dunia tidak akan bisa terpisah dari lingkungan. Lingkungan ini banyak di
manfaatkan oleh seluruh makhluk hidup, salah satunya oleh manusia lingkungan di
jadikan kerabat untuk melakukan kegiatan pembangunan industri.
Namun di balik semua kegiatan pembangunan
industri terdapat banyak masalah yang harus di tindak lanjuti. Misalnya saja
pencemaran lingkungan sebagai dampak dari proses pertambangan umumnya
disebabkan oleh bahan yang dapat berupa faktor kimia, fisika dan biologi.
Pencemaran ini biasanya terjadi di dalam dan di luar pertambangan yang
dapat berbeda antara satu jenis pertambangan dengan jenis pertambangan
lainnya. Contoh Pertambangan minyak bumi yang mempunyai aktivitas mulai dari
eksplorasi, produksi, pemurnian, pengolahan, penganngkutan, dan penjualan tidak
lepas dari berbagai bahaya.
B.
Keracunan Bahan Logam / Metaloid
Banyak sekali kecelakaan – kecelakaan yang
terjadi dalam melakukan pekerjaan di sektor perindustrian, salah satunya adalah
keracunan, dalam tulisan ini saya akan menuliskan keracunan bahan logam /
metaloid dalam proses industrialisasi.
Racun – racun logam / metaloid beserta
persenyawaan – persenyawaannya yang sering terjadi pada industrialisasi adalah
berasal dari timah hitam, air raksa, arsen, chromium, berrylium, cadmium,
vanadium dan fosfor.
Berikut ini penjelasan dari beberapa logam
yang disebutkan diatas :
1.
Timah hitam
Keracunan timah hitam
(plumbisme) biasanya merupakan suatu keadaan kronis (menahun) dan kadang
gejalanya kambuh secara periodik. Kerusakan yang terjadi bisa bersifat
permanen (misalnya gangguan kecerdasan pada anak – anak dan penyakit ginjal.
(Progresif pada dewasa).
Timah hitam ditemukan pada :
Ø
Pelapis keramik ;
Ø
Cat ;
Ø
Baterai ;
Ø
Solder ;
Ø
Mainan.
Pemaparan
oleh timah hitam dalam jumlah relatif besar bisa terjadi melalui beberapa cara
:
1.
Menelan serpihan cat yang
mengandung timah hitam ;
2.
Membiarkan alat logam yang
mengandung timah hitam (misalnya peluru, pemberat tirai, pemberat alat pancing
atau perhiasan) tetap berada dalam lambung atau persendian, dimana secara
perlahan timah hitam akan larut ;
3.
Meminum minuman asam atau
memakan makanan asam yang telah terkontaminasi karena disimpan di dalam alat
keramik yang di lapisi oleh timah hitam (misalnya buah, jus buah,
minuman berkola, tomat, jus tomat, anggur, jus apel) ;
4.
Membakar kayu yang di cat
dengan cat yang mengandung timah hitam atau baterai di dapur atau perapian ;
5.
Mengkonsumsi obat
tradisional yang mengandung senyawa timah hitam ;
6.
Menggunakan perabotan
keramik atau kaca yang di lapisi timah hitam untuk menyimpan atau menyajikan
makanan ;
7.
Minum wiski atau anggur
yang terkontaminasi oleh timah hitam ;
8.
Menghirup asap dari bensin
yang mengandung timah hitam ;
9.
Bekerja di tempat
pengolahan timah hitam tanpa menggunakan alat pelindung (seperti respirator,
ventilasi maupun penekan debu) ;
10. Pemaparan
timah hitam dalam jumlah yang lebih kecil, terutama melalui debu atau tanah
yang telah terkontaminasi oleh timah hitam, bisa meningkatkan kadar timah hitam
pada anak – anak, karena itu perlu diberikan pengobatan meskipun tidak
ditemukan gejala.
Serangkaian gejala yang khas bisa timbul dalam waktu beberapa
minggu atau lebih, yaitu berupa perubahan kepribadian, sakit kepala, di dalam
mulut terasa logam, nafsu makan berkurang dan nyeri perut samar – samar yang
berakhir dengan muntah, sembelit serta nyeri kram perut. Pada dewasa jarang
terjadi kerusakan otak.
Pada anak – anak, gejalanya diawali dengan rewel dan
berkurangnya aktivitas bermain selama beberapa minggu. Kemudian gejala yang
serius timbul secara mendadak dan dalam waktu 1 – 5 hari menjadi semakin
memburuk, yaitu berupa :
1.
muntah menyembur yang berlangsung
terus menerus ;
2.
berjalan goyah / limbung ;
3.
kejang ;
4.
linglung ;
5.
mengantuk ;
6.
kejang yang tak terkendali
dan koma.
2.
Air Raksa
Air raksa atau merkuri (Hg)
merupakan suatu bahan kimia yang diperlukan dan dipakai oleh banyak industri
seperti industri cat, pestisida, farmasi serta dipakai sebagai bahan campuran
tumpatan gigi yaitu amalgam.
Keracunan air raksa seperti
halnya dengan logam berat lainnya dapat terjadi melalui berbagai jalan antara
lain melalui pernapasan, suntikan serta makanan dan minuman yang tercemar, ini
salah satu bentuk keracunan air raksa yang dapat terjadi yaitu :
1.
Sebagai akibat air raksa
cair atau uapnya ;
2.
Sebagai akibat kontak kulit
dengan persenyawaan Hg – fulmitat ;
3.
Sebagai persenyawaan air
raksa organis.
Berhati – hatilah anda jika anda bekerja
dengan menggunakan bahan kimia yang sangat berbahaya salah satunya air raksa.
3.
Arsen
Arsen, arsenik,
atau arsenikum adalah unsur kimia dalam tabel
periodik yang memiliki simbol As dan nomor
atom 33. Ini adalah bahan metaloid yang terkenal beracun dan memiliki tiga
bentuk alotropik : kuning, hitam, dan abu – abu. Arsenik dan senyawa arsenik
digunakan sebagai pestisida, herbisida, insektisida, dan dalam berbagai aloy.
Berikut ini adalah beberapa
gejala yang akan ditimbulkan jika anda keracunan arsenik, yaitu sebagai berikut
:
1.
Kerontokan rambut merupakan
tanda keracunan kronis logam berat, termasuk arsen ;
2.
Bau nafas seperti bawang
putih merupakan bau khas arsen ;
3.
Gejala gastrointestinal
berupa diare akibat racun logam berat termasuk arsen ;
4.
Muntah akibat iritasi
lambung, diantaranya pada keracunan arsen ;
5.
Skin speckling gambaran
kulit seperti tetes hujan pada jalan berdebu, disebabkan oleh Keracunan kronis
arsen ;
6.
Kolik abdomen akibat
keracunan kronis ;
7.
Kelainan kuku garis Mees
(garis putih melintang pada nail bed) dan kuk yang rapuh ;
8.
Kelumpuhan (umum maupun
parsial) akibat keracunan logam berat.
4.
Fosfor
Ada banyak sekali macam –
macam fosfor namun yang sangat beracun adalah fosfor jenis fosfor putih, dan
fosfor ini banyak dipergunakan sebagai bahan pembuatan racun tikus, racun
serangga, pembuatan pupuk, pembuatan mercon dan kembang api.
Akibat dari keracunan fosfor adalah sangat
kompleks bisa menimbulkan kerusakan pada hati, ginjal, tulang, saluran
pencernaan, pendarahan – pendarahan dan bila terhirup ke paru – paru bisa
menimbulkan oedema dan kerusakan paru.
Demikianlah beberapa bahan
kimia berbahaya yang dapat saya jelaskan, pesan dari saya jika anda
memiliki pekerjaan yang berkait dengan bahan – bahan kimia diharapkan waspada
dan berhati – hati dalam menjalankan pekerjaan anda.
C. keracunan bahan organik atau metalloid pada
industrialisasi
Keracunan
Bahan Organis Pada Industrialisasi
Pencemaran terjadi akibat bahan beracun dan
berbahaya dalam limbah lepas masuk lingkungan hingga terjadi perubahan kualitas
lingkungan, Sumber bahan beracun dan berbahaya dapat diklasifikasikan:
1.
industri kimia organik
maupun anorganik
2.
penggunaan bahan beracun
dan berbahaya sebagai bahan baku atau bahan penolong
3.
peristiwa kimia-fisika,
biologi dalam pabrik.
Lingkungan sebagai badan
penerima akan menyerap bahan tersebut sesuai dengan kemampuan. Sebagai badan
penerima adalah udara, permukaan tanah, air sungai, danau dan lautan yang
masingmasing mempunyai karakteristik berbeda.
Air di suatu waktu dan
tempat tertentu berbeda karakteristiknya dengan air pada tempat yang sama
dengan waktu yang berbeda,Air berbeda karakteristiknya akibat peristiwa alami
serta pengaruh faktor lain.
Kemampuan lingkungan untuk
memulihkan diri sendiri karena interaksi pengaruh luar disebut daya dukung
lingkungan. Daya dukung lingkungan antara tempat satu dengan tempat yang lain
berbeda, Komponen lingkungan dan faktor yang mempengaruhinya turut menetapkan
nilai daya dukung.
Bahan pencemar yang masuk
ke dalam lingkungan akan bereaksi dengan satu atau lebih komponen lingkungan.
Perubahan komponen lingkungan secara fisika, kimia dan biologis sebagai akibat
dari bahan pencemar, membawa perubahan nilai lingkungan yangdisebut perobahan
kualitas.
Limbah yang mengandung
bahan pencemar akan merubah kualitas lingkungan bila lingkungan tersebut tidak
mampu memulihkan kondisinya sesuai dengan daya dukung yang ada padanya, Oleh
karena itu penting diketahui sifat limbah dan komponen bahan pencemar yang
terkandung.
Pada beberapa daerah di
Indonesia sudah ditetapkan nilai kualitas limbah air dan udara. Namun baru
sebagian kecil. Sedangkan kualitas lingkungan belum ditetapkan. Perlunya
penetapan kualitas lingkungan mengingat program industrialisasi sebagai salah
satu sektor yang memerankan andil besar terhadap perekonomlan dan kemakmuran
bagi suatu bangsa.
Penggunaan air yang berlebihan, sistem
pembuangan yang belum memenuhi syarat, karyawan yang tidak terampil, adalah
faktor yang harus dipertimbangkan dalam mengidentifikasikan sumber pencemar.
Produk akhir, seperti
pembungkusan, pengamanan tabung dan kotak, sistem pengangkutan, penyimpanan,
pemakaian dengan aturan dan persyaratan yang tidak memenuhi ketentuan merupakan
sumber pencemar juga.
D.
Perlindungan masyarakat sekitar terhadap perusahaan industry
Masyarakat sekitar suatu
perusahaan industri harus dilindungi dari pengaruh-pengaruh buruk yang mungkin
ditimbulkan oleh industrialisasi dari kemungkinan pengotoran udara, air,
makanan, tempat sekitar dan lain sebagainya yang mungkin dapat tercemari oleh
limbah perusahaan industri.
Semua
perusahaan industri harus memperhatikan kemungkinan adanya pencemaran
lingkungan dimana segala macam hasil buangan sebelum dibuang harus betul-betul
bebas dari bahan yang bisa meracuni.
Untuk
maksud tersebut, sebelum bahan-bahan tadi keluar dari suatu industri harus
diolah dahulu melalui proses pengolahan. Cara pengolahan ini tergantung dari
bahan apa yang dikeluarkan. Bila gas atau uap beracun bisa dengan cara
pembakaran atau dengan cara pencucian melalui peroses kimia sehingga uadara/uap
yang keluar bebas dari bahan-bahan yang berbahaya. Untuk udara atau air buangan
yang mengandung partikel/bahan-bahan beracun, bisa dengan cara pengendapan,
penyaringan atau secara reaksi kimia sehingga bahan yang keluar tersebut
menjadi bebas dari bahan-bahan yang berbahaya.
Pemilihan
cara ini pada umunya didasarkan atas faktor-faktor
A.
Bahaya tidaknya bahan-bahan
buangan tersebut
B.
Besarnya biaya agar secara
ekonomi tidak merugikan
C.
Derajat efektifnya cara
yang dipakai
D.
Kondisi lingkungan setempat
Selain
oleh bahan bahan buangan, masyarakat juga harus terlindungi dari bahaya-bahaya
oleh karena produk-produknya sendiri dari suatu industri. Dalam hal ini pihak
konsumen harus terhindar dari kemungkinan keracunan atau terkenanya penyakit
dari hasil-hasil produksi. Karena itu sebelum dikeluarkan dari perusahaan
produk-produk ini perlu pengujian telebih dahulu secara seksama dan teliti
apakah tidak akan merugikan masyarakat.
Perlindungan
masyarakat dari bahaya-bahaya yang mungkin ditimbulkan oleh produk-produk
industi adalah tugas wewenang Departeman Perindustrian, PUTL, Kesehatan dan
lain-lain. Dalam hal ini Lembaga Konsumen Nasional akan
sangat membantu masyarakat dari bahaya-bahaya ketidakbaikan hasil-hasil produk
khususnya bagi para konsumen umumnya bagi kepentingan masyarakat secara luas.
Berdasarkan
data dari Biro Pelatihan Tenaga Kerja, penyebab kecelakaan yang pernah terjadi
sampai saat ini adalah diakibatkan oleh perilaku yang tidak aman sebagai
berikut,
Ø sembrono
dan tidak hati-hati
Ø tidak
mematuhi peraturan
Ø tidak
mengikuti standar prosedur kerja.
Ø tidak
memakai alat pelindung diri
Ø kondisi
badan yang lemah
Persentase
penyebab kecelakaan kerja yaitu 3% dikarenakan sebab yang
tidak bisa dihindarkan (seperti bencana alam), selain itu 24% dikarenakan
lingkungan atau peralatan yang tidak memenuhi syarat dan 73% dikarenakan
perilaku yang tidak aman. Cara efektif untuk mencegah terjadinya kecelakaan
kerja adalah dengan menghindari terjadinya lima perilaku tidak aman yang telah
disebutkan di atas.
tidak bisa dihindarkan (seperti bencana alam), selain itu 24% dikarenakan
lingkungan atau peralatan yang tidak memenuhi syarat dan 73% dikarenakan
perilaku yang tidak aman. Cara efektif untuk mencegah terjadinya kecelakaan
kerja adalah dengan menghindari terjadinya lima perilaku tidak aman yang telah
disebutkan di atas.
Sebab-Sebab
terjadinya Kecelakaan
Ada
dua sebab utama terjadinya suatu kecelakaan.
1.
tindakan yang tidak aman
1.
kondisi kerja yang tidak
aman Suatu
Orang
yang mendapat kecelakaan luka-luka sering kali disebabkan oleh orang lain atau
karena tindakannya sendiri yang tidak menunjang keamanan kecelakaan sering
terjadi yang diakibatkan oleh lebih dari satu sebab. Kecelakaan dapat dicegah
dengan menghilangkan hal – hal yang menyebabkan kecelakan
Beberapa
contoh tindakan yang tidak aman:
A.
Memakai peralatan tanpa
menerima pelatihan yang tepat
B.
Memakai alat atau peralatan
dengan cara yang salah
C.
Tanpa memakai perlengkapan
alat pelindung, seperti kacamata pengaman, sarung tangan atau pelindung kepala
D.
Bersendang gurau, tidak
konsentrasi, bermain-main dengan teman sekerja atau alat perlengkapan lainnya.
E.
sikap tergesa-gesa dalam
melakukan pekerjaan dan membawa barang berbahaya di tenpat kerja
F.
Membuat gangguan atau
mencegah orang lain dari pekerjaannya atau mengizinkan orang lain mengambil
alih pekerjaannya, padahal orang tersebut belum mengetahui pekerjaan tersebut.
E.
analisis dampak lingkungan perusahaan industry
Analisa
dampak lingkungan atau yang biasa disingkat AMDAL adalah salah
satu studi yang mengidentifikasi, mempredikasi, menginterpretasi dan
mengkomunikasi pengaruh dari suatu kegiatan manusia, khususnya suatu proyek
pembangunan fisik, terhadap lingkungan.
Tujuan dilaksanakan AMDAL
adalah untuk memperkecil pengaruh negatif atau pengaruh positif dari kegiatan
manusia terhadap lingkungan .
Dalam
pelaksanaannya sebaiknya digunakan metodologi AMDAL yang tepat. Pendekatan yang
terlalu sulit atau terlalu sederhana sebaiknya dihindarkan.
Faktor waktu dalam AMDAL
Waktu
yang diperlukan untuk penyusunan AMDAL sangat berbeda, untuk proyek yang
penting sering kali diperlukan data sekitar 2 – 3 tahun. Sedangkan untuk
penyusunan laporan biasanya memakan waktu tergantung pada besar kecilnya
proyek, dapat 18 – 24 bulan, tetapi dapat juga pendek 3 – 6 bulan atau sangat
panjang lebih dari 2 tahun.
Prosedur administratif
AMDAL
Kerangka
administratif pelaksanaan AMDAL yang akan dijelaskan adalah kerangka umum yang
dapat dikembangkan dan diterapkan menurut spesifikasi tata pengaturan setiap Negara. Prosedur tersebut dapat digunakan dalam bentuk yang
paling sederhana tetapi juga dapat dikembangkan lebih luas.
Pelaku dalam kegiatan AMDAL
Para
pelaku yang berperan dalam kegiatan AMDAL, yang terdiri dari pengambil
keputusan, penilai, pelaksana proyek, penelaan, instansi – instansi pemerintah
yang berkepentingan terhadap proyek, tim penasehat ahli, masyarakat dan badan –
badan internasional.
F.
pertumbuhan ekonomi dan lingkungan hidup terhadap pembangunan industry
Pembangunan industri,
pertumbuhan ekonomi dan lingkungan hidup
1.
Lingkungan hidup adalah sistem yang merupakan
kesatuan ruang dengan semua benda, daya, keadaan dan makhluk hidup, termasuk di
dalamnya manusia dengan perilakunya, yang mempengaruhi kelangsungan peri
kehidupannya dan kesejahteraan manusia serta makhluk hidup lainnya.
2.
Teknologi yang dikembangkan
dalam menunjang industri di Indonesia diharapkan
akan menunjukan pertumbuhan ekonomi. Struktur suatu negara dapat dilihat dari
berbagai sudut tinjauan. Dalam hal ini, struktur ekonomi dapat dilihat setidak-
tidaknya berdasarkan empat sudut tinjauan, yaitu : 1. Tinjauan Makro-Sektoral
2. Tinjauan keruangan 3. Tinjauan penyelenggaraan kenegaraan 4. Tinjauan
birokrasi pengambil keputusan
3.
Berdasarkan tinjauan
Makro-sektoral sebuah perekonomian dapat berstruktur misalnya agraris,
industrial, atau niaga tergantung pada sektor produksi apa yang manjadi tulang
punggung perekonomian yang bersangkutan. Berdasarkan tinjauan keruangan,
perekonomian dapat dikatakan berstruktur. Tergantung pada wilayah tersebut dan
teknologinya yang mewarnai kehidupan perekonomian itu.
4.
Berdasarkan tinjauan
penyelenggaraan kenegaraan, menjadi perekonomian yang etatis, egaliter, atau
borjuis. Tergantung siapa atau kalangan mana yang manjadi peran utama dalam
perekonomian yang bersangkutan. Bisa pula struktur ekonomi dapat dilihat
berdasarkan tinjauan birokrasi pengambil keputusannya. Dengan sudut tinjauan
ini, dapat dibedakan antara struktur yang sentralis dan destanslitis.
http://www.slideshare.net/ahmadbaihaki182/pembangunan-industri-pertumbuhan-ekonomi-dan-lingkungan-hidup