Selasa, 30 September 2014

MANUSIA SEBAGAI MAKHLUK SOSIAL



MANUSIA SEBAGAI MAKHLUK SOSIAL


Nama         :  Achmad Nur Riansyah
NPM           : 10414131
Kelas           :1IB03                                            


1.               Secara kodrati, manusia merupakan makhluk monodualistis, artinya selain sebagai makhluk individu, manusia juga berperan sebagai makhluk sosial. Sebagai makhluk sosial, manusia dituntut untuk mampu bekerjasama dengan orang lain sehingga tercipta sebuah kehidupan yang damai.
Berikut ini adalah pengertian dan definisi makhluk sosial menurut para ahli:
#        Dr. JOHANNES GARANG
       Makhluk sosial adalah makhluk berkelompok dan tidak mampu hidup menyendiri.
#        NANA SUPRIATNA
Makhluk sosial adalah makhluk yang memiliki kecenderungan menyukai dan membutuhkan kehadiran sesamanya sebagai kebutuhan dasar yang disebut kebutuhan sosial (social needs)
#        WALUYO
Makhluk sosial adalah makhluk yang selalu berinteraksi dengan sesamanya, saling membutuhkan satu sama lain.
#        ARISTOTELES
Makhluk sosial merupakan zoon politicon, yang berarti menusia dikodratkan untuk hidup bermasyarakat dan berinteraksi satu sama lain
#        MOMON SUDARMA
Makhluk sosial merupakan makhluk yang dalam kesehariannya sangat membutuhkan peran makhluk yang lainnya.
#        MUHAMMAD ZUHRI
Makhluk sosial adalah makhluk yang tidak akan sanggup hidup sedniri, selalu bergantung pada orang lain dan apa yang dibutuhkannya dalam hidup juga dibutuhkan pula oleh orang lain
#        DELIARNOV
Makhluk sosial adalah makhluk yang mustahil dapat hidup sendiri serta membutuhkan sesamanya dalam melakukan aktivitas sehari0hari
#        LITURGIS
Makhluk sosial merupakan makhluk yang saling berhubungan satu sama lain serta tidak dapat melepaskan diri dari hidup bersama.

       Dan manusia disebut sebagai makhluk yang berbudaya tidak lain adalah makhluk yang senantiasa mendayagunakan akal budinya untuk menciptakan kebahagiaan, karena yang membahagiakan hidup manusia itu hakikatnya sesuatu yang baik,benar dan adil, maka hanya manusia yang selalu berusaha menciptakan kebaikan, kebenaran dan keadilan sajalah yang berhak menyandang gelar manusia berbudaya.
       Budaya adalah suatu cara hidup yang berkembang dan dimiliki bersama oleh sebuah kelompok orang dan diwariskan dari generasi ke generasi. Budaya terbentuk dari banyak unsur yang rumit, termasuk sistem agama dan politik, adat istiadat, bahasa, perkakas, pakaian, bangunan, dan karya seni. Dengan berbudaya, manusia dapat memenuhi kebutuhan dan menjawab tantangan hidupnya.
       Manusia berbeda dengan makhluk lainnya, manusia menjalani hidup sesuai dengan adab-adab yang diterapkan dilingkungan sekitar. Oleh karenanya manusia harus bersosialisasi dan memenuhi adab-adab yang telah disosialisasikan oleh orang-orang sebelumnya. Orang-orang yang tidak menjalankan atau menentang adab yang berlaku akan dianggap manusia yang biadap. Seiring dengan perkembangan pengetahuan dan peradaban, terjadilah evolusi budaya yang menyebabkan beberapa probematika yang harus kita kaji dan pikirkan bersama solusinya.
       Ada hakekatnya kebudayaan mempunyai dua segi, bagian yang tidak dapat dilepaskan hubungannya satu sama lain yaitu segi kebendaan dan segi kerohanian. Segi kebendaan yaitu meliputi segala benda buatan manusia sebagai perwujudan dari akalnya, serta bisa diraba. Segi kerohanian terdiri atas alam pikiran dan kumpulan perasaan yang tersusun teratur. Keduanya tidak bisa diraba.
       Budaya berasal dari bahasa sansekerta yaitu buddhayah, yang merupakan bentuk jamak dari buddhi(budi atau akal) diartikan sebagai hal-hal yang berkaitan dengan budi dan akal manusia. Dalam bahasa inggris, kebudayaan disebut culture, yang berasal dari bahasa latin colere, yaitu mengolah atau mengerjakan. Bisa diartikan juga sebagai menolah tanah atau bertani. Kata culture juga kadang diterjemahkan sebagai kata “kultur” dalam bahasa Indonesia.
       Kehidupan dan kebudayaan kita dalam keseharian kita sangat terikat satu sama lain. Tidak semua kebudayaan yang kita tahu itu adalah kebudayaan yang pantas kita tiru. Misalkan kebudayaan orang Amerika dan orang Indonesia sangatlah berbeda. Pasti ada perbedaan dari kedua kebudayaan tersebut dan kita sebagaia Orang Indonesia ada kebudayaan orang Amerika yang tidak patut kita contoh dan kita tiru.
       Di Indonesia sendiri bermacam budaya yang ada, pasti ada perbedaan satu dengan yang lainnya. Kebudayaan orang Jawa dengan Papua sangatlah berbeda. Dan itu mempengaruhi kehidupan masing-masing. Contoh yang paling mudah kita temukan adalah ketika orang yang satu bertemu dengan orang lain dan mereka tahu bahwa mereka berasal dari satu daerah yang sama, maka mereka akan berbicara menggunakan bahasa daerah mereka. Ini sudah menjadi darah daging untuk orang Indonesia, coba saja perhatikan. Karena mereka ingin menandakan darimana mereka berasal dengan bahasa yang mereka gunakan.
       Contoh lainnya, sejak kecil kita diajarkan untuk makan menggunakan tangan kanan itu merupakan suatu kebudayaan dan adab dari ajaran agama. Kenapa agama harus disebutkan? Karena kebudayaan berasal dari ajaran agama terlebih dahulu yang kemudian dikembangkan. Tidak hanya itu, memang kebudayaan dan ajaran agama itu sendiri adalah keterkaitan satu sama lain.
2.              Berkembangnya Kebudayaan barat yang makin merajalela di Indonesia, membuat kaum muda bangsa Indonesia lebih suka mempelajari budaya luar daripada budaya sendiri.
-            Banyaknya imigrasi antar negara
-            Berkembangnya pertukaran budaya
-            Perdagangan
-            penyebaran agama
-            peperangan.
       Perubahan budaya yang saya alami adalah contohnya seperti perubahan teknologi yang dahulu penggunaan ponsel jarang saya gunakan tapi seiring perubahan zaman yang makin canggih saya menjadi lebih sering menggunakan ponsel untuk berkomunikasi dengan orang sekitar dan memanfaatkannya untuk hal yang positif. Dan dengan adanya ponsel saya menjadi lebih mudah berkomunikasi dengan keluarga dan teman-teman.
       Dan saya juga merasakan perubahan dari permainan, yang dahulu saya masih suka bermain permainan tradisional seperti kelereng, layangan dan galaxin (gobak sodor). Sekarang saya lebih sering bermain permainan modern seperti PES (pro evolution soccer) dan lain-lain.
       Perubahan informasi, seperti yang saya alami sekarang, jika zaman SD dulu saya masih mencari tugas yang disuruh guru hanya melalui media koran/majalah. Tapi saat ini saya bisa mencari informasi dan tugas dengan mudah melalui media internet yang saat ini sangat mudah diakses dimana saja.
       Makanan, perubahan yang saya alami adalah jika saat zaman dulu saya masih sering jajan jajanan tradisional seperti ketan, lepet, cucur dan makanan tradisional lainnya. Tapi saat ini saya sudah jarang membeli makanan tersebut karena saat ini sangat susahmencari makanan tradisional seperti itu.



DAFTAR PUSTAKA: